Bos LPS sebut bunga kredit yang pertama menyesuaikan kenaikan suku bunga acuan BI

Sabtu, 16 Juni 2018 15:00 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Bos LPS sebut bunga kredit yang pertama menyesuaikan kenaikan suku bunga acuan BI Ketua Komisioner LPS Halim Alamsyah. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,75 persen. Lalu, sektor apa yang akan paling cepat menyesuaikan dengan kenaikan suku bunga acuan tersebut?

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Halim Alamsyah, menyatakan dapat dipastikan yang akan naik pertama kali adalah bunga kredit. Namun, prosesnya akan memakan waktu. Tidak langsung serta merta perbankan menaikkan bunga kreditnya.

"Kalau dari pengalaman kenaikan BI rate diikuti kenaikan agak panjang bisa enam bulan sampai satu tahun baru selesai, tak langsung," kata Halim saat ditemui dalam acara open house Lebaran di kediamannya, jalan Sriwijaya 1 no 10, Kebayoran, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6).

Halim menyebutkan perbankan cenderung menaikkan bunga kredit terutama sektor konsumsi. "Saya rasa sekarang bunga kredit yang paling tinggi adalah bunga untuk kredit konsumsi karena demandnya (permintaannya) paling tinggi," ujarnya.

Selain itu, kredit konsumsi memiliki risiko yang paling tinggi. "Kredit ini risikonya cenderung lebih tinggi risikonya karena umumnya jaminan atau agunannya tidak full bahkan ada yang tidak pakai agunan."

Dengan demikian, bank akan memasukkan risiko-risiko tersebut ke dalam faktor-faktor yang menjadi pertimbangan kenaikan bunga. "Oleh karena itu bank memasukkan risikonya ke dalam komponen yang diperhitungkan ke dalam bunga kredit itu. Kalau ada kenaikan suku bunga ini duluan yang akan kena karena paling berisiko."

Setelah bunga kredit konsumsi naik, sektor lainnya baru akan menyusul. Namun kenaikan tersebut butuh waktu yang tidak sebentar.

[bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini