Bisnis Perusahaan Ekspedisi SiCepat Ekspres Tumbuh 138 Persen di Semester 1-2019

Jumat, 8 November 2019 19:18 Reporter : Idris Rusadi Putra
Bisnis Perusahaan Ekspedisi SiCepat Ekspres Tumbuh 138 Persen di Semester 1-2019 Pusat logistik pengiriman barang BEST Express. ©2017 REUTERS/Stringer

Merdeka.com - PT SiCepat Ekspres Indonesia mencatakan pertumbuhan bisnis mencatatkan pertumbuhan sebesar 138 persen di semester 1-2019. Saat ini lebih dari 1 juta seller telah bergabung, yang menjadikan SiCepat Ekspres sebagai pilihan partner ekspedisi bagi para pengusaha online yang kini makin berkembang dan menjadi fenomena belanja online di tanah air.

Chief Marketing Officer (CMO) SiCepat Ekspres, Wiwin Dewi Herawati mengatakan, dengan inovasi teknologi yang telah dikembangkan, SiCepat mampu mengefisiensikan proses penerimaan barang di mana sampai akhir tahun ditargetkan sebesar 300.000 paket/hari sudah tercapai pada bulan September, sehingga angka target tersebut meningkat menjadi 500.000 paket/hari sampai akhir tahun ini.

"Untuk itu kesiapan yang dilakukan oleh SiCepat saat ini antara lain menambah kapasitas gerai sampai dengan akhir tahun 2019 mencapai 737 di seluruh Indonesia," katanya di Jakarta.

1 dari 1 halaman

Raih Penghargaan

Kinerja kinclong perusahaan saat ini diganjar penghargaan Indonesia BusinessNews Award (IBA) 2019 untuk kategori The Best Growth Strategy in Logistic Industry 2019 di Gedung BPPT II.

Wiwin mengatakan, pencapaian yang diraih SiCepat Ekspres Indonesia, merupakan kerja keras dari manajemen, para karyawan dalam memberikan layanan terbaik kepada seluruh pelanggan.

"Saya kira ini bentuk pengakuan pihak luar terhadap inovasi dan pelayanan yang diberikan SiCepat Ekspres kepada pelanggan. Hal ini tidak lepas dari buah kerja keras seluruh Insan SiCepat Ekspres yang selalu memberikan inovasi, meningkatkan mutu pelayanan sehingga terus menumbuhkan kepercayaan para pelanggan dan partner karena kualitas pengiriman barang yang cepat dan aman," kata Wiwin.

Dari sekitar 400an perusahaan BUMN, BUMD, perusahaan swasta nasional dan instansi/lembaga pemerintah yang dijaring, terpilih 37 perusahaan dan satu kantor kementerian (Kemenristek & BRIN) serta satu lembaga pemerintah (BPPT) untuk mendapatkan penghargaan IBA 2019. [idr]

Baca juga:
Mengupas Monopoli Tol Laut, Penyebab Biaya Logistik Masih Mahal
Jokowi Keluhkan Tol Laut Dimonopoli Perusahaan Tertentu
Sambut Pemerintahan Baru, Ini Pekerjaan Rumah Jokowi-Ma'ruf 5 Tahun ke Depan
Biaya Logistik Jadi Penyebab Daya Saing Ekonomi RI Turun
Per 1 Januari 2020, Tarif Pengiriman Internasional DHL Express Naik 4,9 Persen

Topik berita Terkait:
  1. Biaya Logistik
  2. Logistik
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini