Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bertemu dengan Duta Besar China untuk Indonesia yang baru, Xiao Qian, di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (17/4). Airlangga menuturkan, pada pertemuan tersebut dibahas soal kerjasama China dan Indonesia, termasuk rencana kunjungan Presiden Joko Widodo ke China pada Juni 2018.
"Tadi kan courtesy visit dari Duta Besar China yang baru. Pembicaraan tentunya termasuk di bidang industri yang selama ini sudah berjalan," kata Airlangga.
Menurut dia, hal lain yang dibahas adalah soal mega proyek belt and road di Medan dan Kalimantan Utara. Soal proyek ini, pada Mei 2017, Jokowi dan Presiden RRT Xi Jinping sudah melakukan pertemuan bilateral pada Belt and Road Forum for International Cooperation di Beijing.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Airlangga Hartarto (@airlanggahartarto4.0) pada
Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, di Sumatera Utara dan Kalimantan Utara ada beberapa lokasi belt and road yang akan dibangun.
Misalnya, kata Putu, di Kalimantan Utara akan membuat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), kawasan industri dan smelter. Kemudian di Sumatera Utara, ada kawasan industri, kemudian pelabuhan samudera.
"Tadi ambasador Qian juga menyinggung di Selat Malaka itu, sepertinya belum take advantage (mengambil keuntungan). Mereka juga akan mengajak Indonesia untuk memanfaatkan Selat Malaka yang begitu sibuk," ucapnya.