Rissa Wahyuningtyas semangat membangun usaha kerudung miliknya. Meski masih duduk di bangku kuliah, Rissa tetap mendapat pemasukan tanpa membebani orangtua.
Ide usaha kerudung muncul ketika membuka media sosial. Bermodalkan uang tabungan dan dukungan orangtua, Rissa mulai merintis usaha dari awal. Dia juga merekrut karyawan-karyawan yang pernah terkena PHK imbas pandemi Covid-19.
"Jadi mereka semuanya pernah kerja di pabrik atau furniture yang dulunya memang dikeluarkan, terus kita tampung nih di sini, kita kerja bareng gitu. Sistemnya bukan saya bos dia karyawan, tapi di sini kita bareng-bareng gitu," kata Rissa.
Beberapa karyawan yang direkrut bukan dari kalangan penjahit. Mereka merasa terbantu dengan adanya pekerjaan ini.
"Dulu saya kerja di mebelan, dan pandemi akhirnya saya nganggur, berhenti kerja, lagi sepi, dan akhirnya saya ditawarin kerja buat hanger di rumah Mba Rissa. Ya alhamdullilah udah ada penghasilan tetap. Satu minggu bisa buat beli itu, kebutuhan," kata Selamet.
Rissa berharap usahanya semakin maju. Dia ingin membuat gudang untuk meletakkan alat-alat serta lebih banyak lagi mempekerjakan karyawan.
"Karena di sini semoga harapannya ibu-ibu atau bapak-bapak itu kita nggak kembali lagi ke pabrik, yang mana kerjanya dari subuh sampai magrib, nggak kenal tetangga, anak terlantar," kata Rissa.