Ketika Bea Cukai salah bedakan lembu dan sapi

Rabu, 25 Juli 2012 13:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Ketika Bea Cukai salah bedakan lembu dan sapi ternak sapi lokal. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Belum hilang dari ingatan kita saat beredar kabar semakin langkanya daging sapi di dalam negeri. Pemerintah punya pandangan sendiri soal kelangkaan daging sapi.

Pemerintah menyatakan, kelangkaan daging sapi semata-mata disebabkan oleh kesalahpahaman, sehingga mengakibatkan tertahannya daging di bea dan cukai. Kesalahpahaman tersebut karena kesulitan membedakan antara sapi dan lembu.

"Daging sapi problemnya kemarin ini ada salah pemahaman antara pengertian lembu dan sapi," ujar Menteri Pertanian Suswono usai rapat koordinasi bidang pangan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (25/7).

Karena kesalahpahaman tersebut, lanjutnya, sapi yang dikira lembu justru dikenakan bea masuk. Padahal seharusnya daging sapi terbebas dari bea masuk. Pemerintah mengaku sudah menyikapi persoalan ini. "Tapi minggu ini selesai, akan dikeluarkan," tuturnya.

Terkait ketersediaan dan stok, pemerintah telah memiliki sekitar 155 ribu ekor sapi bangkalan untuk menyuplai kebutuhan daging dalam negeri. [oer]

Topik berita Terkait:
  1. Ekspor Impor
  2. Bea Cukai
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini