Bayi lahir pada 2017 diproyeksi bakal hidup hingga umur 71 tahun

Senin, 16 April 2018 16:18 Reporter : Dwi Aditya Putra
Bayi lahir pada 2017 diproyeksi bakal hidup hingga umur 71 tahun Bayi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2017 mencapai 70,81. Angka ini meningkat sebesar 0,63 poin atau tumbuh sebesar 0,90 persen dibandingkan 2016.

Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan IPM disusun dengan menggunakan tiga dimensi, yaitu umur harapan hidup, harapan lama sekolah dan standard hidup laik.

Dia mengatakan, melihat umur harapan hidup pada 2017, dapat diperkirakan bayi yang lahir pada tahun ini memillki harapan untuk dapat hidup hingga 71,06 tahun atau leblh lama 0,16 tahun jlka dlbandingkan dengan harapan hidup bayi yang lahir pada tahun sebelumnya.

"Peningkatan umur harapan hidup menunjukan adanya perbaikan tingkat kesehatan masyarakat. Selama periode 2010 hingga 2017, Indonesia telah berhasil meningkatkan umur harapan hidup saat lahir sebesar 1,25 tahun atau tumbuh sebesar 0,25 persen per tahun dari 69,81 tahun pada tahun 2010," kata Suhariyanto di Kantornya, Jakarta, Senin (16/4).

Demikian pula dengan harapan lama sekolah, anak-anak yang pada 2017 berusia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 12,85 tahun (Diploma l), lebih lama 0,13 tahun dibandingkan dengan anak yang berumur sama di 2016.

Sementara itu, penduduk usia 25 tahun he atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8,10 tahun, lebih lama 0,15 tahun dibandingkan dengan rata-rata tahun sebelumnya. Angka ini menunjukan bahwa pada 2017 penduduk Indonesia secara rata-rata baru mencapai tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas IX.

"Selama periode 2010 hingga 2017, harapan lama sekolag di Indonesia telah meningkat sebesar 1,56 tahun atau tumbuh sebesar 1,87 persen per tahun. Sementara itu, rata-rata lama sekolah meningkat 0,64 tahun atau tumbuh 1,18 persen per tahun," imbuhnya.

Selanjutnya, kata dia, yang memiliki kualitas hidup manusia adalah standard hidup laik yang dipresentasikan oleh pengeluaran per kapita. Pada 2017, pengeluaran per kapita masyarakat indonesia mencapai Rp 10,66 juta per tahun. "Selama tuhuh tahun terakhir, pengeluaran per kapita masyarakat meningkat sebesar 1,76 persen per tahun," tandasnya.

Sebagai informasi, IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan sebagiannya.

[bim]

Topik berita Terkait:
  1. BPS
  2. Hidup
  3. Ekonomi Indonesia
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini