Barang China kuasai e-commerce RI, toko online didorong 80 persen jual produk lokal

Kamis, 4 Januari 2018 19:15 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
e-commerce. © mytotalretail.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut industri jual beli daring (online) Indonesia dikuasai produk China. Di mana, produk yang diperjualbelikan di e-commerce Indonesia, 94 persen buatan China.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah akan mendorong e-commerce untuk menjual 80 persen produknya hasil lokal. Hal ini seperti yang telah dilakukan di gerai pusat perbelanjaan atau mal.

"Saya bilang tolong Anda lakukan, online ada rasionya sama seperti kita minta mal yang offline ada 80 persen produksi dalam negeri. Sekarang yang online masih belum," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (4/1).

Pemerintah, lanjutnya, tetap akan mengenakan bea masuk pada barang-barang baik fisik maupun digital yang ditransaksikan di e-commerce. Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun aturan yang akan mengenakan pajak pada industri e-commerce.

"Regulasi sedang disusun," kata Menteri Enggar.

Brand Manager Shopee Indonesia, Rezki Yanuar, menilai perbaikan infrastruktur yang dilakukan pemerintah akan membuat usaha kecil dan menengah (UKM) lokal berkembang. Dia percaya, ke depan, produk Indonesia bisa menyaingi serbuan China di industri e-commerce Tanah Air.

"Misi pemerintah Indonesia untuk pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia melalui berbagai inisiatif dan program menarik, termasuk penyediaan dukungan logistik dan pendidikan bagi penjual," ujarnya pada Merdeka.com.

Shopee, lanjutnya, saat ini memiliki penjual lokal yang tergabung di dalamnya. "Kami percaya pada potensi yang tinggi dari penjual lokal termasuk para UKM lokal menuju e-commerce Indonesia yang lebih baik," tuturnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini