Bangun tol Trans Sumatera, Dahlan contek cara China

Kamis, 18 September 2014 16:34 Reporter : Novita Intan Sari
Bangun tol Trans Sumatera, Dahlan contek cara China Pembangunan Tol. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Bulan depan, jalan tol Trans Sumatera rencananya bakal digroundbreaking. PT Hutama Karya ditunjuk menjadi eksekutor.

Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku ingin meniru cara China dalam pembangunan jalan tol trans Sumatera. Skema yang dipakai China adalah bangun-jual. Maksudnya, ketika investor merampungkan pembangunan, boleh menjualnya ke pihak lain. Namun, kata Dahlan, dengan syarat.

"Pola pembangunan tol di Sumatera itu, yakni bangun dan jual. Hanya saja, jualnya jangan jauh-jauh ke BUMN juga. BUMN yang punya uang. Sebetulnya hal ini biasa terjadi di China. Mengapa di China jalan tol pembangunannya sangat cepat ya karena menggunakan pola bangun-jual," ujarnya usai Rapat Pimpinan di Djakarta Llyod, Jakarta, Kamis (18/9).

Dengan skema tersebut ada peluang melibatkan peran PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Perusahaan pelat merah pengelola jalan tol itu bisa menjadi calon pembeli siaga untuk membeli ruas Tol Trans Sumatera.

"Hutama Karya akan cari pinjaman dan mencari pinjaman tidak sulit karena dilindungi pemerintah bahkan Hutama Karya boleh mencari standby buyer yang sebaiknya BUMN juga, dalam hal ini Jasa Marga," jelas dia.

Nantinya dana hasil penjualan dapat dipakai membiayai tol yang memiliki 23 ruas sepanjang 2.600 kilometer tersebut. Sedangkan untuk proses konstruksi, Hutama Karya akan menggandeng BUMN jasa konstruksi lainnya.

"Untuk itu, apa yang harus dilakukan HK sebab HK bukan perusahaan yang sebesar Wijaya Karya atau PT PP. Kemarin, kita putuskan bahwa HK akan bekerja sama dengan BUMN kontraktor dengan sistem tersebut," ungkapnya.

Selanjutnya, dari skema kerja sama antar BUMN tersebut, Hutama Karya dapat memulai dua ruas yakni Medan-Binjai dan Palembang Indralaya.

"Maksudnya, misalnya Palembang - Indralaya kontraktornya akan ditenderkan tetapi karena yang besar-besar adalah BUMN sehingga diasumsikan yang ikut tender. Palembang-Indralaya katakanlah di kerjakan oleh Waskita. sehingga begitu jadi diserahkan ke HK, dari mana HK membayar Waskita," jelas dia. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini