Bangun Jalur Baru di Puncak, Pemerintah Fokus Benahi Jalan Eksisting

Kamis, 1 Agustus 2019 17:24 Reporter : Merdeka
Bangun Jalur Baru di Puncak, Pemerintah Fokus Benahi Jalan Eksisting Jalur Puncak macet. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah berencana membuka jalur baru dari arah Jakarta menuju Puncak Bogor, untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Saat ini, proses pembangunan akan lebih berfokus kepada pembenahan jalan raya ke arah Puncak yang sudah eksisting.

"Puncak itu strateginya kita perbaiki dulu yang jalur sekarang. Dilebarkan, ditata dulu, jadi makanya kita membuka 5 hektare untuk memindahkan PKL (Pedagang Kaki Lima). Kemudian jembatan-jembatan kita lebarkan," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Jakarta, Kamis (1/8).

Dia menyatakan, proses perapihan jalur eksisting seperti pelebaran jalan dan lain-lain sudah berlangsung selama 2 tahun. Secara target, seluruh kegiatan itu diproyeksikan selesai pada tahun depan.

Jika proses pembenahan jalan eksisting telah rampung, maka pengerjaan Jalur Puncak II dengan rute Sentul-Babakan Madang-Sukamulya-Kota Bunga (Cipanas, Kabupaten Cianjur) baru dapat dimulai.

"Kalau itu sudah selesai kita lebarkan, baru saya mikir yang Puncak 2, yang Sentul ke Taman Bunga. Itu ada sekitar 50 km," ujar Menteri Basuki.

Dengan dibangunnya Jalur Puncak II, dia meyakini akan efektif untuk mengurai kemacetan panjang yang kerap terjadi di area Puncak pada saat masa liburan. "Iya. Yang pasti pecah (volume lalu lintasnya)," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, mengatakan selama ini untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak Bogor kepolisian hanya mengandalkan buka tutup jalan. Padahal, upaya tersebut belum bisa mengatasi tingginya volume kendaraan yang terjadi pada saat Sabtu dan Minggu.

Sejauh ini rencana pembukaan jalur baru tersebut sudah dikoordinasikan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pihaknya akan melakukan survei secara bersama dan menggelar rapat hasil evaluasi terkait temuan-temuan yang ada di lapangan.

Untuk jalan baru tersebut masing-masing jaraknya akan berbeda. Untuk jalur Puncak 3 dibutuhkan sampai dengan 100 kilometer (Km). Kendati begitu dia mengakui, dalam implementasinya masih ada beberapa kendala seperti jalur yang dianggap belum memadai.

Sementara itu, untuk mengatasi kepadatan di jalur puncak, sementara waktu pihaknya tetap akan melakukan rekayasa lalu lintas seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Mulai dari buka tutup jalan, hingga menertibkan beberapa kendaraan yang parkir di bahu jalan.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini