Bandara Karawang belum masuk rencana tata ruang
Merdeka.com - Tak terbantahkan, kondisi Bandara Soekarno Hatta sudah sangat memprihatinkan. Umumnya lantaran tingkat kepadatan dan kesibukan di bandara ini. Sebagai langkah jangka pendek, pemerintah mengalihkan 5-10 persen penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Halim Perdanakusuma mulai Januari 2014.
Untuk solusi jangka panjang, pemerintah sudah sejak lama mewacanakan pembangunan bandara baru di Karawang, Jawa Barat. Namun, wacana ini hanya sebatas mimpi lantaran hingga saat ini belum masuk dalam rencana tata ruang.
"Belum masuk tata ruang. Namun itu kan sudah 5 tahun tata ruang, nanti masuk tata ruang selanjutnya (2014)," ucap Menteri PU Djoko Kirmanto saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (31/12).
Meski begitu, pemerintah ngotot membangun Bandara ini. Salah satu alasannya, pembangunan bandara Karawang bisa mengembangkan perekonomian di sekitar ibu kota. Apalagi pembangunan bandara ini akan disandingkan dengan pelabuhan di Cilamaya, Karawang.
"Konsep ini mengembangkan ekonomi Jakarta dan sekitarnya ada usul pembangunan pelabuhan Cilamaya dan Bandara Majalengka atau Cilamaya juga," tegasnya.
Pihaknya juga memberikan perhatian pada aspek teknis pembangunan. Sebab, dalam pembangunan bandara ini, masalah lahan sawah milik penduduk masih belum menemukan solusi. Djoko Kirmanto tidak ingin pembangunan bandara justru menghapus predikat Karawang sebagai lumbung padi nasional.
"Akan kita evaluasi dan penerapan teknologi agar tidak mengurangi beras dan mengganggu Waduk Jatiluhur. dari tata ruang dan tidak merusak sektor lain. Itu sudah masuk dalam pikiran kami semua," tutupnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya