Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Awal Tahun 2020, The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan

Awal Tahun 2020, The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan the fed. ©2018 PYMNTS.com

Merdeka.com - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya, dan melakukan sikap menunggu dan melihat setelah menyelesaikan pertemuan kebijakan moneter pertamanya pada 2020.

"Komite menilai bahwa sikap kebijakan moneter saat ini sesuai untuk mendukung ekspansi berkelanjutan kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi yang kembali ke tujuan simetris Komite dua persen," kata The Fed dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan, merujuk pada komite pembuat kebijakan bank sentral, dikutip Antara, Kamis (30/1).

The Fed mencatat bahwa kegiatan ekonomi AS telah meningkat pada tingkat moderat sejak pertemuan terakhir pada Desember dengan pengeluaran rumah tangga meningkat pada kecepatan sedang, sementara investasi tetap bisnis dan ekspor tetap lemah.

"Komite akan terus memantau implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi, termasuk perkembangan global dan tekanan inflasi yang diredam, ketika bank menilai jalur yang tepat dari kisaran target suku bunga dana federal," kata The Fed.

The Fed menurunkan suku bunga tiga kali pada 2019, di tengah meningkatnya ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perdagangan, kelemahan dalam pertumbuhan global dan tekanan inflasi yang diredam. Penyesuaian kebijakan ini menempatkan kisaran target suku bunga dana federal saat ini pada 1,5 persen hingga 1,75 persen.

Pangkas Suku Bunga di Oktober 2019

bunga di oktober 2019Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

The Fed menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Penurunan suku bunga merupakan yang ketiga kalinya dalam tahun ini.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga Fed, memangkas target suku bunga dana federal menjadi ke kisaran 1,5 persen hingga 1,75 persen setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, sebagian besar sejalan dengan ekspektasi pasar.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan, pihaknya menyoroti risiko-risiko perlambatan pertumbuhan global, perkembangan kebijakan perdagangan, serta tekanan inflasi yang diredam. Meskipun pengeluaran rumah tangga kuat, investasi bisnis dan ekspor "tetap lemah" dan output atau keluaran manufaktur telah menurun selama setahun terakhir.

"Kami mengambil langkah ini untuk membantu menjaga ekonomi AS tetap kuat dalam menghadapi perkembangan global dan untuk menyediakan beberapa jaminan terhadap risiko yang sedang berlangsung. Pertumbuhan yang lambat di luar negeri dan perkembangan perdagangan telah membebani sektor-sektor itu," kata Powell dikutip Antara, Kamis (31/10).

Selama 12 bulan hingga Agustus, inflasi keseluruhan dan inflasi untuk barang-barang selain makanan dan energi berjalan di bawah target The Fed sebesar 2,0 persen. Dia mencatat, total inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) adalah 1,4 persen dan inflasi inti 1,8 persen.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP