Asosiasi Pengusaha Truk Buka-bukaan Penyebab Biaya Logistik RI Tinggi

Jumat, 12 April 2019 18:32 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Asosiasi Pengusaha Truk Buka-bukaan Penyebab Biaya Logistik RI Tinggi Wakil Ketua Aptrindo Kyatmaja Lukman soal biaya logistik. ©2019 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Kyatmaja Lukman, membeberkan sejumlah alasan yang menyebabkan tingginya biaya logistik di Indonesia. Penyebab pertama, kata dia, adalah pola pemukiman yang belum terkluster.

"Pengiriman kita lakukan dengan sistem point to point belum terorkestra dengan baik. Pemukiman sepanjang jalan Pantura dan Sumatra. Metode itu bikin ongkos logistik kita sangat tinggi," kata dia, dalam peluncuran buku 'Memadu Fungsi Tol Darat dan Laut' tulisan Ansel Alaman, di Jakarta, Jumat (12/4).

"Kalau di Eropa. Di keluar-keluar pintu high way itu ada kluster-kluster pemukiman. Kalau sepanjang jalan nanti di sini murah, makin mahal, makin mahal," lanjut dia.

Menurut dia, kehadiran tol yang selama ini telah dibangun pemerintah akan mendukung terbentuknya kluster-kluster permukiman. Hal ini akan sangat membantu dalam menekan biaya logistik.

"Dengan adanya tol dengan exit-exit jadi fondasi untuk membangun sebuah kota. Selama ini, ke kota A misalnya, tentu ke ujung akan makin mahal. Tapi kalau terkluster kita taruh di tengah dia akan main di satu kota itu dan secara volume juga dapat," ungkapnya.

Selain itu, kata dia, selama ini pengiriman logistik masih dilakukan dengan kendaraan-kendaraan kecil. Hal tersebut juga membuat biaya logistik tinggi.

"Mayoritas pengiriman itu kan pakai truk yang kecil. 8 sampai 10 ton ke bawah. Padahal kalau kita bisa konsolidasikan dari 6 truk menjadi 1 truk, atau kereta cost per unit akan makin kecil," jelas dia.

"Tol peranannya akan makin penting nantinya untuk biaya logistik, karena tol darat memungkinkan kendaraan yang lebih besar," tandasnya. [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini