Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Asosiasi: Mutiara RI bernilai tinggi tapi kualitas rendah

Asosiasi: Mutiara RI bernilai tinggi tapi kualitas rendah pemburu mutiara. ©2016 AFP PHOTO/Yasser Al-Zayyat

Merdeka.com - Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi) menilai mutiara Indonesia sangat bernilai tinggi, sehingga bisa digunakan sebagai pendongkrak ekonomi. Namun, saat ini kualitas mutiara Indonesia sangat masih sangat rendah dibanding negara lain.

"Mengenai kualitas yang dihasilkan Indonesia? Saat ini kita menghadapi situasi dimana banyak mutiara yang kualitasnya rendah dibandingkan 10-20 tahun yang lalu, mungkin ini karena faktor alam, faktor lingkungan juga. Jadi meskipun kita the biggest producer South Sea Pearl terbesar tapi value kita paling rendah," Ketua Bidang Hubungan Antar Kelembagaan dan Luar Negeri Asbumi Raditya Poernomo di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (7/2).

Dia menegaskan rendahnya kualitas mutiara dalam negeri juga mempengaruhi harga jual di pasaran luar negeri. Padahal, Indonesia dikenal sebagai negara dengan produksi mutiara kualitas terbaik di dunia.

"Tapi sekarang menurun, harus dirubah kita harus memproduksi kualitas terbaik, membangun mempunyai kisi dengn pemerintah dengan masyarakat dengan edukasi menjaga lingkungan," jelasnya.

Untuk itu, dia meminta pemerintah bersinergi dengan pengusaha guna mendukung budidaya mutiara dengan kualitas terbaik. Selain itu, kata Raditya, pemerintah harus membuat wilayah konservasi mutiara. Sehingga, mutiara dalam negeri menjadi produk kualitas terbaik di dunia.

"Harus memiliki kemauan dan dukungan dari pemerintah agar perusahaan Indonesia memproduksi mutiara terbaik di dunia. Kita tidak boleh mengatur ekspornya tetapi kita ada tata ruang wilayah khusus mutiara. Jangan ada proyek lain yang mengotori karena bisa mati," pungkasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP