Antisipasi Dampak Virus Corona, Pemerintah Terus Monitoring Ketersediaan Pangan

Senin, 16 Maret 2020 21:25 Reporter : Dwi Aditya Putra
Antisipasi Dampak Virus Corona, Pemerintah Terus Monitoring Ketersediaan Pangan Airlangga Hartarto. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah secara aktif melakukan monitoring harga dan pasokan pangan secara rutin setiap minggu. Langkah ini dilakukan dalam rangka antisipasi ketersediaan pasokan pangan pokok untuk menghadapi Bencana Nasional Non Alam, covid-19.

"Kita akan monitor terus. Pangan tidak boleh kurang, itu arahan Presiden," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rakortas Tingkat Menteri pembahasan tentang Ketersediaan Pasokan Bahan Pangan Pokok bulan Maret s.d. Agustus 2020, di Jakarta (16/3).

Secara umum telah dibahas posisi stok, pasokan dan harga 11 komoditas Bahan Pangan Pokok. Perkiraan ketersediaan dan kebutuhan beberapa bahan pangan pokok utama, terutama komoditas beras, jagung, daging sapi/kerbau, gula dan bawang putih dijamin cukup untuk memenuhi kebutuhan.

"Stok beras, jagung, daging sapi atau kerbau, gula dan bawang putih dijamin cukup untuk memenuhi kebutuhan,” tuturnya.

Saat ini tercatat 3,5 juta ton stok beras kini tersebar di Perum Bulog, penggilingan, pedagang. Diperkirakan panen raya terjadi di bulan Maret, April dan Mei 2020 sehingga pada akhir Mei 2020 akan terdapat stok beras sebesar 7,7 juta ton.

Sedangkan stok jagung pada akhir Februari 2020 sebesar 661.000 ton dan panen bulan Maret diperkirakan mencapai 6,2 juta ton.

1 dari 1 halaman

Stabilisasi Harga Gula

Stabilisasi harga gula akan dilaksanakan dengan mendistribusikan gula sejumlah 20.000 ton oleh Perum Bulog dengan harga sebesar Rp10.500/kg.

"Selain itu, akan segera direalisasikan penyediaan gula konsumsi sejumlah 150.000 ton oleh BUMN yang ditugaskan," ujar Airlangga.

Terkait ketersediaan bawang putih, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melaporkan pihaknya telah menerbitkan tambahan Persetujuan Impor (PI) sebesar 70.000 ton.

Sedangkan untuk stabilisasi harga daging, dia juga akan segera merealisasikan rencana impor daging kerbau sebesar 170.000 ton dan daging sapi sejumlah 120.000 ton.

Hasil pada pembahasan Rakortas Pangan pada hari ini akan segera ditindaklanjuti oleh Kementerian atau Lembaga terkait dan akan dilakukan monitoring perkembangannya pada Rakortas berikutnya yang dijadwalkan pada akhir minggu ini. [idr]

Baca juga:
Kemenko Perekonomian Berlakukan Sistem Kerja dari Rumah
Waspada Corona, Sultan HB X Minta Kirab Budaya Jumenengan Diganti Jadi Bersih Desa
Anies Sebut Jakarta Berisiko Tinggi Corona: Social Distancing Amat Penting
Perban Kehormatan, Wujud Dedikasi Perawat Pasien Virus Corona di Korsel

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini