Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengumumkan bahwa kinerja industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2025 tetap menunjukkan stabilitas yang kuat. Hal ini terjadi di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan, menegaskan komitmen industri dalam memberikan perlindungan kepada para pemegang polis. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, menyatakan bahwa total pendapatan industri mencapai Rp238,71 triliun, menandai pertumbuhan sekitar 9,3 persen secara year-on-year (yoy).
Pertumbuhan pendapatan yang signifikan ini, menurut Albertus, utamanya didorong oleh peningkatan hasil investasi yang solid. Meskipun demikian, total pendapatan premi mengalami sedikit penurunan sebesar 1,8 persen secara tahunan. Kondisi ini mengindikasikan adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam memilih metode pembayaran premi yang lebih fleksibel.
Meski ada penurunan premi total, minat masyarakat terhadap perlindungan asuransi jiwa tetap tinggi. Premi bisnis baru yang dibayarkan secara reguler justru mengalami peningkatan 7,8 persen. Ini didukung oleh kenaikan jumlah total tertanggung industri asuransi jiwa sebesar 8,6 persen yoy, mencapai 168,03 juta orang, menunjukkan kepercayaan publik yang berkelanjutan terhadap produk asuransi jiwa.
Advertisement
Advertisement
Industri asuransi jiwa berhasil mencatatkan total pendapatan sebesar Rp238,71 triliun pada tahun 2025, tumbuh 9,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini sebagian besar disumbangkan oleh hasil investasi yang positif, menunjukkan kemampuan industri dalam mengelola aset secara prudent.
Meskipun pendapatan premi secara keseluruhan sedikit menurun, hal ini diimbangi oleh kenaikan premi bisnis baru yang dibayarkan secara reguler sebesar 7,8 persen. Data ini mengindikasikan bahwa masyarakat semakin memilih pembayaran premi yang berkelanjutan dan teratur, mencerminkan pemahaman akan pentingnya perlindungan jangka panjang.
Antusiasme masyarakat terhadap asuransi jiwa juga terlihat dari peningkatan jumlah tertanggung yang signifikan. Total tertanggung industri asuransi jiwa naik 8,6 persen secara yoy, mencapai 168,03 juta orang. Angka ini menegaskan bahwa kesadaran akan pentingnya asuransi sebagai proteksi finansial terus meningkat di Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Sepanjang tahun 2025, industri asuransi jiwa telah membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp146,73 triliun kepada sekitar 9,59 juta penerima manfaat. Angka ini menunjukkan peran vital industri dalam memenuhi kewajibannya kepada pemegang polis.
Nilai klaim tersebut mengalami penurunan 7,8 persen dibandingkan tahun 2024, terutama dipengaruhi oleh penurunan klaim nilai tebus (surrender) sekitar 19 persen. Penurunan klaim tebus ini menandakan kecenderungan pemegang polis untuk mempertahankan polis mereka sebagai bentuk perlindungan jangka panjang, daripada mencairkannya di tengah jalan.
Sektor asuransi kesehatan menunjukkan peningkatan pembayaran klaim sebesar 9,1 persen, dengan total nilai Rp26,74 triliun untuk produk perorangan maupun kumpulan. Asuransi kesehatan menjadi salah satu fokus transformasi industri asuransi jiwa pada tahun 2026. Implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 diharapkan dapat mengendalikan pengelolaan klaim kesehatan dan meningkatkan perlindungan bagi pemegang polis.
Advertisement
Advertisement
Industri asuransi jiwa terus memperkuat posisi keuangan melalui pengelolaan investasi yang pruden dan terdiversifikasi. Total investasi industri pada tahun 2025 mencapai Rp590,54 triliun, meningkat dari Rp541,55 triliun pada tahun sebelumnya.
Diversifikasi investasi ini terlihat dari penempatan portofolio pada berbagai instrumen. Penempatan investasi terbesar berada pada Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp248,25 triliun atau 42 persen dari total investasi.
Selain SBN, investasi juga dialokasikan pada saham sebesar Rp128,72 triliun, reksa dana Rp74,07 triliun, sukuk korporasi Rp53,45 triliun, dan deposito Rp31,95 triliun. Stabilitas pasar obligasi pemerintah dan perbaikan kinerja pasar saham domestik pada kuartal IV 2025 memberikan kontribusi positif terhadap portofolio investasi perusahaan asuransi jiwa.
Advertisement
Sumber: AntaraNews