5 Pencapaian Ekonomi yang Diklaim Pemerintah Jokowi Jadi Terbaik di Dunia

Senin, 25 Februari 2019 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
5 Pencapaian Ekonomi yang Diklaim Pemerintah Jokowi Jadi Terbaik di Dunia Jokowi bagikan sertifikat tanah wakaf di Masjid Raya Bani Umar. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Jumat lalu, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan mengklaim bahwa selama empat tahun masa Pemerintahan Jokowi-JK telah berhasil menekan angka inflasi. Menurutnya, inflasi selama kepemimpinan Jokowi pun menjadi pencapaian terbaik dibanding pemerintah sebelumnya.

"Inflasi itu selama Presiden Jokowi itu yang mungkin salah satunya cukup bagus," kata Menko Luhut.

Menko Luhut mengatakan, rata-rata dalam periode kepemimpinan Jokowi inflasi masih di bawah tataran 3,5 persen dari target pemerintah. Sementara, kata dia, apabila menengok ke belakang pada 2013 inflasi sempat menyentuh sekitar 10-11 persen.

Namun, setelah pada 2015 inflasi turut berangsur mengalami perbaikan setelah pemerintahan ini dipegang oleh Presiden Jokowi. Bahkan, pada 2018 inflasi mampu berada di kisaran 3,13 persen.

Berdasarkan catatan, sejak 2015 inflasi terjaga di kisaran 3,4 persen. Kemudian pada 2016 mengalami penurunan yakni 3,0 persen. Sementara, di 2017 inflasi kembali mengalami kenaikan di 3,6 persen, dan turun kembali di 2018 sebesar 3,1 persen.

"Kalau Anda liat selama Presiden Jokowi dari 2015 terus menurun angkanya stabil. di 2018 inflasi kita di 3,13 persen," katanya.

Klaim pemerintah Jokowi tidak hanya itu. Berdasarkan catatan merdeka.com ada sejumlah klaim lain yang mengatakan pencapaian ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Berikut rangkumannya.

1 dari 5 halaman

Pertumbuhan Ekonomi 2016 Terbaik Ketiga Diantara G20

Menteri Sri Mulyani. ©Biro KLI Kemnkeu

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 lebih rendah dari asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016 sebesar 5,2 persen. Ekonomi Indonesia tahun ini hanya tumbuh 5 persen saja.

Realisasi pertumbuhan ekonomi tahun itu, menurutnya, menjadi peringkat ketiga terbaik di negara-negara anggota G-20. Peningkatan pertumbuhan ekonomi ini dicapai dengan tetap menjaga tingkat inflasi yang terkendali.

"Inflasi realisasinya 3,1 persen atau lebih rendah dibanding asumsi inflasi di APBNP 2016 yang sebesar 4 persen," jelasnya.

2 dari 5 halaman

Indonesia Penangkal Perlambatan Ekonomi Dunia Terbaik ke-2

Darmin Nasution. ©Humas Kemenko Perekonomian

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menilai Indonesia menjadi negara ke-2 terbaik setelah India dalam menangkal perlambatan ekonomi dunia. Ini bisa terwujud salah satunya berkat konsumsi domestik Indonesia.

"Negara besar secara teoritis bisa memanfaatkan konsumsi dalam negerinya. Dan Indonesia relatif bisa. Sampai hari ini pengeluaran konsumsi walaupun agak sedikit naik turun tapi dia tetap pendorong pertumbuhan ekonomi kita yang salah satu paling utama disamping investasi," ujarnya.

Pencapaian Indonesia ini bahkan melampaui kinerja negara besar dunia seperti Brazil, Rusia, Afrika Selatan, hingga Turki. "Di antara semua negara itu barangkali India masih bisa betul-betul bertahan, baru kemudian Indonesia. Sisanya yang lain tidak ada yang mampu bertahan terhadap tarikan perlambatan ekonomi dunia," tuturnya.

3 dari 5 halaman

Infrastruktur Indonesia Terbaik ke-3 di Asia Tenggara

tol trans jawa. ©2018 Dok : Kementerian BUMN

Kepala Biro Perencanaan Kementerian Perhubungan, I Gede Pasek Suardika, mengatakan pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah telah membuat Indonesia menempati posisi tiga dengan Infrastruktur terbaik di Asia Tenggara (ASEAN).

Dia menjelaskan, dalam pemeringkatan yang dikeluarkan oleh IMF tersebut, Indonesia kalah dari Singapura yang menempati urutan pertama dan Malaysia di urutan kedua.

"Infrastruktur kita terbaik ketiga di ASEAN. Ini di publikasi resmi dari IMF. Itu disampaikan orang lain bukan kita sendiri yang menilai," kata dia.

Dia menambahkan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pun mengerek peringkat global competitiveness Indonesia. Peringkat global competitiveness Indonesia sendiri pada tahun 2017 naik dari peringkat 41 menuju peringkat 36.

Selain itu, peringkat kemudahan Berusaha (Easy of Doing Business/EoDB) Indonesia mengalami peningkatan. Pada 2017, peringkat EoDB Indonesia naik dari 91 menuju 72 dan naik lagi pada 2019 menjadi peringkat 40.

4 dari 5 halaman

Capaian IHSG 2018 Terbaik ke-2 di Asia Pasifik

Jokowi tutup IHSG 2018. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menutup perdagangan saham 2018, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di 6.194,5. Menurutnya, capaian bursa saham saat ini sudah sesuai target.

"Kita melihat, capaian BEI tahun ini sesuai target di atas IHSG, di atas 6 ribu dan kita harapkan, benar-benar di atas 6 ribu," kata Presiden Jokowi.

Menurutnya, kinerja BEI masih positif di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis dan pasar modal yang terus bergejolak. Dia pun mengklaim bahwa saat ini IHSG Indonesia mencapai hasil terbaik yaitu kedua di Asia Pasifik.

"Saya tadi mendapat bisikan, bahwa IHSG kita saat ini merupakan yang terbaik kedua di dunia terkait kinerja bursa. Kita tahu di tengah pasar saham global yang melesu juga perusahaan baru yang mencatatkan di bursa, terbanyak sejak 1995," imbuhnya.

5 dari 5 halaman

Neraca Dagang Perikanan 2018 Terbaik di Asia Pasifik

Susi Pudjiastuti. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan neraca perdagangan perikanan RI kini tercatat nomor satu di Asia Pasifik. Transformasi ini dicapai dalam kurun waktu 4 tahun sejak 2015.

"Di Our Ocean Conference (OOC) 2018 akhir Oktober di Bali ini, kita ingin berbagi bahwa Indonesia mengubah perekonomian kelautan itu ternyata bisa dilakukan. Kita balikan yang tadinya defisit neraca perdagangan perikanan itu dalam waktu 4 tahun ini," tuturnya.

Menteri Susi menekankan, kebijakan blue economy yang tepat, terbukti dapat mendorong industri perikanan Indonesia menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, perlu kerangka yang jelas terkait kebijakan perikanan itu bagi pemerintah.

"Neraca perdagangan perikanan ini terbaik hanya di kepemimpinan Jokowi. Mulai 2015 itu kita kerja keras. Sebelumnya, masih defisit," ujar Menteri Susi.

  [bim]

Baca juga:
BI Catat Dana Asing Masuk Indonesia Tembus RP 45,9 Triliun Hingga Februari 2019
Penjelasan Kemenkeu Soal Permintaan Percepatan PP THR dan Gaji ke-13 Sebelum Pilpres
Menko Luhut: Inflasi Era Presiden Jokowi Jadi Capaian Terbaik
BUMN Blak-blakan Strategi LinkAja Bersaing Dengan GO-PAY dan OVO
Bos BI: Nilai Tukar Rupiah Masih Berpotensi Terus Menguat Stabil
Survei BI: Februari Akan Terjadi Deflasi 0,07 Persen
BTPN Catat Pengguna Jenius Telah Tembus 1,2 Juta

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini