Inilah Pengertian Unicorn yang Disebut Jokowi

Minggu, 17 Februari 2019 23:12 Reporter : Dwi Aditya Putra
Inilah Pengertian Unicorn yang Disebut Jokowi Jokowi. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan kesempatan bertanya kepada Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto tentang bagaimana cara mendukung perkembangan startup unicorn di Indonesia dalam debat kedua capres.

Mendengar pernyataan itu, Prabowo tampak terlihat bingung akan pertanyaan yang disampaikan oleh Jokowi. Bahkan Prabowo kembali mempertegas pertanyaan itu dengan mengulang pertanyaan yang sama. "Unicorn itu apa? maksud bapak yang online-online itu?," timpal Prabowo.

Lalu apa yang dimaksud dengan unicorn yang dimaksud oleh Jokowi?

Berdasarkan penelusuran merdeka.com, istilah ‘unicorn’ dapat disebut untuk mengukur tingkat kesuksesan sebuah start-up. Sebab, Keberadaan start-up di era digital sudah tak dapat lagi dipandang sebelah mata. Karena, berbagai start-up telah terbukti berhasil mengimbangi kesuksesan perusahaan-perusahaan besar lain.

Istilah unicorn ini mengacu kepada start-up yang memiliki valuasi senilai USD 1 miliar (sekitar Rp 13,1 triliun) atau lebih. Seperti dilansir Venture Beat, saat ini terdapat 229 startup yang masuk dalam kategori unicorn.

Semua startup ini tersebar di berbagai belahan dunia termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, India, Kanada, Inggris, dan Singapura. Startup–startup ini pun menggeluti bidang yang bervariasi seperti keuangan, pemasaran, pelayanan, ritel, dan bahkan games.

Berdasarkan data penelitian dari CB Insights, startup pertama yang menduduki kategori unicorn adalah Uber. Startup asal Amerika Serikat ini memiliki valuasi senilai USD 51 miliar. Posisi kedua diduduki oleh Xiaomi, Tiongkok, senilai USD 46 miliar. Lalu, posisi ketiga diduduki oleh Airbnb, Amerika Serikat, senilai USD 25,5 miliar.

Uber sendiri telah berdiri sejak tahun 2009 silam. Sementara, Xiaomi berdiri tahun 2010 dan Airbnb berdiri tahun 2008. Ketiga start-up ini dapat dilihat bahwa sudah beroperasi selama lebih dari lima tahun. Hal ini berarti, untuk bisa menembus kategori unicorn, sebuah startup harus melalui proses yang tidak singkat.

Sesuai dengan perhitungan dari Venture Beat, sebuah start-up memang membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum bisa menembus kategori unicorn. Startup rata-rata membutuhkan waktu sekitar enam tahun untuk bisa menembus kategori tersebut.

Namun untuk di Indonesia sendiri telah memiliki 4 perintis unicorn startup yang mulai dilirik oleh para investor asing dengan valuasi diatas USD 1 Miliar (Rp 13,8 triliun) di antaranya yaitu Tokopedia dengan valuasi sebesar Rp 50 triliun, Gojek dengan valuasi sebesar Rp 40 triliun, Traveloka dengan valuasi sebesar Rp 26 triliun serta Bukalapak dengan valuasi sebesar Rp 15 triliun.

Terkait dengan perkembangan start-up unicorn, Jokowi mengatakan pemerintah telah sangat mendukung bagi perusahaan rintisan (startup) Indonesia berkembang. Menurutnya, dukungan infrastruktur dan regulasi diharapkan menumbuhkan unicorn baru di Tanah Air.

Capres petahana ini mengatakan, pemerintah menargetkan seluruh kabupaten kota tersambung jaringan 4G akhir tahun ini. Selain itu, program Palapa Ring hampir mendekati rampung.

"Kita bangun Palapa Ring, Barat dan Tengah 100 persen selesai, Timur 90 persen selesai. Selain itu, sistem 4G, kita teruskan sampai akhir tahun ini kabupaten kota tersambung," ujarnya saat debat kedua capres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2).

Selain itu, Jokowi mengatakan telah menyiapkan program 1.000 startup baru. "Kita siapkan program 1.000 startup baru dilink-kan di inkubator global. Startup akan terus kita dorong. Menyongsong industri 4.0."

Sementara, Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto menjanjikan pembangunan prasarana pendukung, pengurangan regulasi, dan pembatasan. "Mereka (unicorn) merasa sekarang ada tambahan regulasi berupa pajak dalam perdagangan online," jelasnya.

Prabowo juga menekankan sistem perdagangan elektronik telah membuat aliran uang keluar negeri semakin cepat. "Adanya e-commerce akan mempercepat arus uang keluar negeri. Sistem kita sekarang ini memungkinkan uang kita keluar negeri." [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini