5 CEO ini sukses setelah lepas dari kebangkrutan
Merdeka.com - Memimpin perusahaan tidak semudah membalik telapak tangan. Dibutuhkan kerja keras serta komitmen yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan yang datang. Hal inilah yang kerap dilupakan banyak orang sehingga mereka berpikir bahwa para CEO dapat mencapai kesuksesan dengan begitu mudah dan dalam kurun waktu yang singkat.
Sementara kenyataan yang sesungguhnya, ada banyak rintangan dan kendala yang harus dihadapi terlebih dahulu sebelum akhirnya bisa mencapai posisi mereka saat ini.
Tidak ada perusahaan yang berjalan lancar dan mulus tanpa hambatan. Semua usaha akan memiliki berbagai masalah, baik itu dalam skala kecil maupun yang besar sekalipun.
Masalah-masalah inilah yang kemudian menjadi tanggung jawab seorang CEO. Sebab CEO dituntut untuk bisa tangguh menghadapi apa pun dalam membawa perusahaan tersebut sukses dan mencapai tujuannya.
Banyak contoh CEO atau bos perusahaan jatuh bangun membangun sebuah usaha. Berikut uraiannya seperti ditulis Cermati.
Lee Iacocca
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenangani perusahaan yang nyaris bangkrut tentu bukan sebuah pekerjaan yang mudah, terutama jika menghadapi banyak sekali pesaing di bisnis yang sama. Tapi, inilah yang dilakukan Lee Iacocca.
Dia berupaya keras untuk bisa menyelamatkan perusahaan automotif Chrysler yang kala itu sedang menuju kebangkrutan.
Berbagai langkah cerdas diterapkannya dalam perusahaan, termasuk dengan menata ulang sistem keuangan dan harga pasar yang dikenakan pada produk Chrysler.
Bukan hanya itu saja, Iacocca juga melakukan perombakan dalam manajemen perusahaan dengan tujuan untuk bisa memperbaiki kondisi buruk yang terjadi dalam perusahaan tersebut. Semua upayanya berhasil dan Cryshler dapat kembali sukses di tangannya.
Ed Whitacre
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBeberapa tahun lalu, General Motors hampir saja mengalami kebangkrutan hingga perusahaan ini merasa perlu untuk mendatangkan Ed Whitacre untuk mengatasi masalah yang tengah dihadapinya.
Resmi bergabung tahun 2008, Ed yang kala itu baru saja mengakhiri kariernya di AT & T merasa tertantang dengan semua masalah yang tengah melilit General Motors. Hal ini tentu tidak mudah. Sebab bisnis ini memang memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi sehingga Ed harus mengupayakan berbagai langkah jitu untuk memenangkan persaingan pasar yang sangat ketat tersebut.
Namun, upayanya membuahkan hasil yang baik. Sebab sekitar setahun berikutnya General Motors bisa bangkit dari keterpurukan dan mencapai penawaran saham tertinggi sepanjang sejarah perusahaan tersebut.
Isaac Perlmutter
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMemiliki perusahaan sendiri sejak awal tak membuat seorang Isaac Perlmutter mengabaikan masalah yang tengah membelit Marvel Comic. Isaac yang menjabat sebagai jajaran direksi di perusahaan yang hampir bangkrut tersebut merasa terpanggil dan akhirnya menggabungkan perusahaannya Toy Biz untuk mengurangi berbagai masalah yang tengah melanda Marvel Comic.
Upaya ini tidak sia-sia. Sebab beberapa waktu kemudian Marvel Comic kembali bangkit dan mendapatkan kejayaannya di tangan seorang Isaac Perlmutter.
Kemampuan Isaac dalam mengelola keuangan perusahaan patut diacungi jempol dan hal ini menjadi salah satu poin penting di dalam keberhasilan Marvel Comic.
Dan Hesse
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAda banyak perusahaan yang sukses, bahkan semakin sukses setelah bergabung dengan perusahaan lainnya. Tapi, hal ini sepertinya tidak berlaku bagi Sprint. Sebab perusahaan yang satu ini justru terpuruk dan mengalami berbagai masalah sesudah resmi bergabung dengan Nextel Communication tahun 2007 lalu.
Tidak tanggung-tanggung, pada masa tersebut, Sprint mengalami jumlah kerugian yang sangat besar, yakni hingga mencapai USD 29,6 triliun.
Patut disayangkan memang, mengingat sebelumnya perusahaan ini sudah begitu stabil. Hal inilah yang kemudian menjadi sebuah pekerjaan berat untuk Dan Hesse sehingga dia mengupayakan berbagai langkah cerdas dalam mengelola sistem yang diterapkan kepada pelanggan.
Meski tidak dalam waktu yang singkat dan bisa mengembalikan keuangan Sprint ke kondisi yang stabil dan normal, bahkan tiga tahun kemudian, perusahaan ini mencatat laba yang lebih besar dari jumlah kerugian yang ditanggung sebelumnya.
Richard Teerlink
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMengawali kariernya di Harley Davidson sebagai kepala keuangan, Richard Teerlink tentu memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola keuangan perusahaan sebesar Harley.
Inilah yang kemudian memberinya kesempatan selama 8 tahun untuk menjadi seorang CEO di perusahaan tersebut. Dengan begitu, Richard memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan perusahaan tersebut menjadi lebih besar lagi.
Hal ini dibuktikan dengan adanya perbaikan mutu produk dan kualitas di lini pelayanan pelanggan sehingga Harley bisa berkembang lebih pesat lagi.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya