40.000 WNI tiap tahun berkunjung, larangan masuk Israel rugikan pengusaha miliaran

Rabu, 6 Juni 2018 17:38 Reporter : Merdeka
40.000 WNI tiap tahun berkunjung, larangan masuk Israel rugikan pengusaha miliaran Israel. dailymail.co.uk

Merdeka.com - Pemerintah Israel melarang warga Indonesia memasuki wilayahnya, termasuk Yerusalem mulai 9 Juni 2018. Kebijakan tersebut mengganggu bisnis perjalanan wisata pengusaha Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), Asnawi Bahar, mengungkapkan orang Indonesia yang berkunjung ke Israel untuk perjalanan ziarah atau holyland maupun ke Masjid Al-Aqsa mencapai 40.000 orang per tahun.

"Jumlah orang Indonesia yang berkunjung ke sana (Israel) sekitar 40.000 orang per tahun. Untuk holyland dan ke Masjid Al-Aqsa," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Rabu (6/6).

Dengan larangan tersebut, diakui Asnawi, perusahaan travel atau perjalanan wisata di bawah bendera ASITA mengalami kerugian cukup besar hingga miliaran Rupiah. Belum lagi adanya pembatalan yang harus diurus akibat aksi pembalasan pemerintah Israel itu.

"Biasanya kan pergi dengan anggota kami, ada lah loss opportunity yang besar. Pembatalan-pembatalan yang harus kita urusi, adalah segitu (miliaran rupiah)," terangnya.

Namun demikian, Asnawi belum dapat menghitung berapa pembatalan kunjungan Warga Negara Indonesia (WNI) ke Israel sebagai dampak dari kebijakan tersebut. "Biasanya sih kalau pembatalan tidak dilaporin sama teman-teman," ujarnya.

Dirinya berharap, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Israel dapat berkoordinasi untuk mencabut larangan WNI masuk ke Israel. Akan tetapi, Asnawi mengaku, ASITA tidak akan ikut campur apapun kebijakan pemerintah Indonesia.

"Harapannya ya dibuka lagi karena ini membuat posisi bisnis kami terganggu," tandasnya.

Reporter: Fiki Ariyanti

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini