4 fakta baru soal motor listrik karya anak bangsa, murah hingga irit bahan bakar

Minggu, 29 Oktober 2017 08:00 Reporter : Saugy Riyandi
4 fakta baru soal motor listrik karya anak bangsa, murah hingga irit bahan bakar Ilustrasi motor listrik. Otosia.com

Merdeka.com - Setelah menempuh ribuan kilometer, tiba saatnya motor listrik Gesits (Garansindo Electric Scooter ITS) mengakhiri perjalanan uji rel spektakulernya di Kantor DPRD Provinsi Bali. Perjalanan karya anak bangsa tersebut tanpa hambatan yang berarti.

Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, mengatakan keberhasilan uji coba ini menunjukkan bahwa putra putri Indonesia mampu menciptakan produk teknologi yang ramah lingkungan. Hal ini sesuai dengan konsistensi pemerintah untuk melaksanakan gerakan ketahanan dan hemat energi.

Dengan adanya Gesits, Gubernur Bali mengemukakan mungkin saja semua pegawainya (PNS) nanti dapat menggunakan skuter listrik ini. Ia menyebutkan jika setengah dari jumlah pegawai disini saja menggunakan motor tersebut, sudah sekitar 20.000 unit yang laku.

"Motor itu di charge dari pagi sampai pulang kantor itu bisa digunakan sampai 70km, biayanya juga hanya 900 rupiah (listrik) dibandingkan dengan satu liter bensin seharga 6.500. Bahkan kalau di kantor itu kan gratis. Sehingga kita bebas dari polusi udara dan suara. Maka harapan saya produk ini supaya makin cepat makin baik karena pesaingnya juga banyak," ujarnya.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir mengatakan setelah diujicobakan menempuh kurang lebih 1.400km, kendaraan ini dalam kondisi yang baik dan siap untuk diproduksi. Nasir mengemukakan Bali dijadikan tempat akhir uji coba Gesits karena terdapat tujuan marketing, dimana motor ini diharapkan dapat dilihat juga oleh mata dunia internasional.

"Saya juga selalu sampaikan ke para peneliti untuk memperhatikan komponen impor dari suatu produk. Karena takut harganya tidak bisa bersaing. Jadi harus bisa produksi sendiri," ujarnya.

Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, PT.PLN, dan lain-lain, guna mendukung transportasi motor listrik ini. Jangan sampai teknologi anak bangsa ini ketinggalan karena regulasi.

Selain itu, ada fakta baru motor listrik buatan anak bangsa ini. Berikut fakta-fakta baru motor listrik seperti dirangkum merdeka.com. Selamat membaca.

1 dari 4 halaman

Harga murah

Menteri ESDM Ignasius Jonan ujicoba motor listrik. ©2017 Merdeka.com/anggun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan harga motor listrik nantinya dapat lebih murah dibandingkan dengan motor berbahan bakar minyak (BBM). Salah satunya karena komponen penyusun motor listrik sebagian besar menggunakan produk dalam negeri sehingga akan berdampak kepada perawatan motor yang lebih murah.

"Kalau harganya tentu pasti bisa (murah). Kenapa, karena ini maintenance-nya rendah sekali. Tidak ada mesinnya, pakai baterai saja, rodanya ada, remnya ada. Jadi sistem transmisinya juga ada, tapi mesinnya tidak ada. Jadi ini maintenancenya pasti murah sekali," ujar Menteri Jonan di Kantornya, Jakarta, Kamis (19/10).

Menteri Jonan menambahkan pihaknya bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan mengkaji penyediaan SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum) di tempat-tempat yang mudah dijangkau. Agar ke depan, masyarakat dapat dengan mengisi motor listrik dengan mudah sama seperti saat mengisi motor berbahan bakar minyak.

"Saya ajak pak Sofyan (Direktur PLN), kan beliau supaya siapkan misalnya SPLU. Jadi motor bisa dicharge. Kalau di banyak tempat tentu bisa, atau SPLUnya bisa dibikin di SPBU. Kalau bisa di Pertamina juga. Kan motor biasanya ngisi di SPBU, mungkin bisa di SPBU atau di tempat lain SPLU nya," jelasnya.

Sementara itu Managing Director GESITS, Harun, mengatakan sebagai penyedia motor listrik pertama, pihaknya akan memproduksi 50.000 unit motor listrik dalam waktu dekat untuk memenuhi permintaan masyarakat. Motor listrik nantinya akan dibanderol dengan harga Rp 16 juta sampai Rp 17 juta per unit.

"Saat ini sebenarnya, yang menyatakan menarik sudah banyak, sudah kami buka (pemesanan) di laman web kami, tapi belum keluarkan harga. Lagi finalisasi produk sendiri dulu, target kita harganya di bawah Rp 20 juta. Sekitar Rp 16 juta sampai Rp 17 juta. Produksi pertama 50.000 unit," jelasnya.

Harun menambahkan motor listrik buatan perusahaannya 95 persen mengandalkan bahan penyusun motor dalam negeri. Sisanya seperti baterai sel masih mengandalkan dari luar negeri. "Lokal saat ini 95 persen. Baterai sel belum ada di Indonesia," tandasnya.

2 dari 4 halaman

Irit bahan bakar

Motor listrik PLN. ©2017 Merdeka.com/Anggun P. Situmorang

Pemerintah terus menggalakkan penggunaan motor listrik di Indonesia. Banyak kelebihan yang ditawarkan melalui penggunaan kendaraan roda dua dengan bahan bakar listrik tersebut, salah satunya hemat biaya bahan bakar.

General Manager PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Ikhsan Asaad mengatakan biaya penggunaan motor berbahan bakar listrik jauh lebih murah daripada motor berbahan bakar minyak.

"Jauh lebih murah ya, dicas 3 kWh jarak tempuh bisa sampai 70 km. Jadi 3 kwh harganya Rp 5.000 untuk 70 km. Coba bayangkan kalau pakai kendaraan biasa, itu mungkin sudah Rp 20.000 untuk sekitar 3 liter minyak," ujar Ikhsan di Kota Tua, Jakarta, Sabtu (28/10).

Ikhsan mengatakan pihaknya telah melakukan uji coba terhadap motor listrik buatan perusahaan mitra. Terbukti, biaya bahan bakar yang dihabiskan untuk motor listrik lebih rendah dibandingkan motor konvensional. Menurutnya, motor listrik juga memiliki kelebihan lain, yaitu tidak menimbulkan kebisingan saat berkendara di jalan raya. Polusi udara yang dihasilkan oleh kendaraan tersebut juga tergolong 0 persen.

"Kalau tadi sudah diuji cobakan, nggak ada suaranya tiba tiba udah lewat motor. Ini mengurangi tingkat kebisingan dijalan. Termasuk tadi itu, polusi yang dihasilkan sama sekali tidak ada kan," jelasnya.

Ikhsan berharap masyarakat dapat menggunakan motor listrik secara luas. Dia juga menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir tidak ada stasiun pengisian bahan bakar listrik, karena pemerintah terus membangun infrastruktur SPLU (Stasiun Penyedia Listrik Umum) di Indonesia.

"Saya harap sih makin banyak yang gunakan motor listrik ini ya. Jadi kita tekankan juga, enggak perlu khawatir enggak ada SPLU. Tahun ini di Indonesia sudah ada 1.000, di Jakarta 700. Kita akan terus bangun infrastruktur nya supaya bisa ngecas dimana saja," tandasnya.

3 dari 4 halaman

Ramah lingkungan dan bebas polusi

Motor listrik di Bali. Gede Nadi Jaya©2016 Merdeka.com

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menggelar acara Electric Fun Ride yaitu konvoi pertama di Indonesia dengan menggunakan motor listrik. Acara tersebut masih dalam rangka peringatan Hari Listrik Nasional ke-72 yang jatuh pada 27 Oktober.

Konvoi ini memecahkan Rekor MURI terbanyak dengan memberangkatkan 180 motor listrik. Garis start dimulai dari Kantor PLN Disjaya, Gambir, menuju Taman Suropati, dan berakhir di tempat wisata Kota Tua, Jakarta.

General Manager PLN Disjaya, Ikhsan Asaad mengatakan konvoi motor listrik tersebut dalam kampanye kendaraan yang ramah lingkungan, bebas polusi, nyaman, dan efisien untuk digunakan. Melalui program ini, PLN Disjaya mendukung langit biru Jakarta yang bebas polusi.

"Jakarta sebagai ibukota itu bisa menggunakan kendaraan listrik yang mendorong Jakarta ini bebas polusi. Kita tidak pernah lagi lihat langit biru. Kami berupaya dari sisi kelistrikannya mendorong penggunaan listrik," ujar Ikhsan di Kota Tua, Jakarta, Sabtu (28/10).

Ikhsan mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dalam menggunakan motor listrik. Sebab, PLN sudah menjamin ketersediaan infrastruktur pengisian listrik di beberapa wilayah di Jakarta. Hingga kini, terdapat 700 SPLU (Stasiun Penyedia Listrik Umum) di Jakarta.

"Tak perlu khawatir karena PLN telah menyediakan infrastruktur untuk penyambung energi kendaraan listrik di tempat umum berupa SPLU ada sekitar 700. Tahun ini kita genapkan sampai 1.000," jelasnya.

Ikhsan menambahkan, masyarakat juga dapat melakukan pengisian motor listrik sendiri dirumah dengan syarat ketersediaan listrik terpenuhi. Pengisian motor listrik tersebut hanya membutuhkan waktu tiga sampai empat jam untuk bisa digunakan sepenuhnya.

"Bisa mengisi sendiri dirumah kalau tidak mau repot. Kalau waktunya kira kira itu butuh tiga sampai empat jam," tandasnya.

4 dari 4 halaman

Tekan impor BBM

Motor listrik Zecoo. ©AFP PHOTO/Yoshikazu Tsuno

Pemerintah menyatakan penggunaan motor listrik secara masif dapat mendukung upaya konservasi energi. Sebab, motor listrik merupakan produk yang ramah lingkungan sehingga tidak mencemari lingkungan karena tidak berbasis bahan bakar fosil.

Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ida Nuryatin Finahari, mengatakan penggunaan motor listrik akan menghemat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). "Larinya ke penghematan, impor BBM akan berkurang," ujarnya seperti dikutip Antara di Jakarta, Selasa (24/10).

Ida menambahkan sumber istrik bisa berasal dari berbagai macam pembangkit seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), dan sebagainya. Untuk itu, kata Ida, pemerintah akan mendukung penggunaan motor listrik. "Ramah lingkungan jadi bisa menurunkan emisi gas rumah kaca," katanya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memberikan apresiasi terhadap motor listrik yang merupakan calon skuter listrik nasional Gesits, besutan Garansindo Grup dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Jonan bahkan menyebut motor ini lebih bagus dibanding model yang pernah dicoba di luar negeri.

[sau]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini