23 Persen masyarakat perkotaan hidup di permukiman kumuh
Merdeka.com - Laju pertumbuhan kepadatan penduduk di kota-kota di Indonesia dapat dikatakan cukup pesat. Terutama dalam tahun 2012, dengan nilai pertumbuhan mencapai 1,7 persen. Faktor urbanisasi menjadi pemicunya.
Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, menjelaskan, pesatnya pertumbuhan itu menyebabkan sebagian masyarakat yang tinggal di kota, hidup di tempat yang kurang layak. Dalam laporan UN-Habitat tahun 2012, 23 persen penduduk perkotaan Indonesia tinggal di kawasan kumuh.
"Laju urbanisasi yang cukup pesat mencapai 1,7 persen per tahunnya mengakibatkan tumbuhnya permukiman kumuh," ujar Djoko usai membuka Seminar Peringatan Hari Habitat Dunia 2013 di Gedung KemenPU, Jakarta, Senin (7/10).
Djoko mengatakan, pesatnya laju pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan penyediaan infrastruktur yang memadai. Program pembangunan infrastruktur belum dapat berjalan dengan optimal.
"Saat ini, berdasarkan Perhitungan KemenPU dari Data Susenas tahun 2012, baru 58,09 persen penduduk Indonesia yang mendapatkan akses terhadap air minum layak, dan 57,35 persen yang mendapatkan akses sanitasi sehat," kata dia.
Dia mengakui, angka tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan dalam Millenium Development Goals (MDGs). Padahal, pelaksanaan MDGs harus selesai pada 2015, yang artinya hanya menyisakan dua tahun lagi.
"Kondisi cakupan tersebut masih rendah bila dibandingkan dengan target MDGs pelayanan air minum sebesar 68,87 persen dan target MDGs layanan sanitasi sebesar 62,41 persen yang perlu dicapai pada tahun 2015. Kondisi tersebut mengindikasikan masih rendahnya penyediaan hunian layak di Indonesia," akunya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya