Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2 Penyebab Harga Minyak Goreng Saat ini Mahal Versi Kemendag

2 Penyebab Harga Minyak Goreng Saat ini Mahal Versi Kemendag Minyak goreng. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut ada dua faktor yang menyebabkan harga minyak goreng mahal. Berdasarkan pantauan Kemendag, harga minyak curah dikisaran Rp 17.000 per liter dan minyak goreng kemasan Rp 17.500 per liter.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan menjelaskan, kenaikan harga minyak goreng pertama disebabkan karena gejala global akibat pasokan bahan baku untuk minyak nabati dunia ini menurun.

"Terjadi penurunan produksi CPO dari Malaysia angkanya kisaran 8 persen. kemungkinan produksi CPO dalam negeri di Indonesia juga akan turun, dari target 49 juta ton mungkin akan dihasilkan 47 juta ton," kata Oke dalam diskusi Indef PEI 2022: Pemulihan di Atas Fundamental Rapuh, Rabu (24/11).

Selain itu, Kanada sebagai pemasok minyak nabati untuk canola oil juga mengalami penurunan pasokan di angka 6 persen. Sehingga harga minyak goreng dunia itu naik, sebab bahan baku tidak ada. Belum lagi ada krisis energi di beberapa negara, seperti India, Eropa, dan China.

Faktor Dalam Negeri

negeri rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Faktor kedua, dari sisi internal Indonesia, entitas produsen minyak goreng di Indonesia belum terafiliasi dengan kebun sawit penghasil CPO. Maka produsen minyak goreng sangat tergantung pada harga CPO global.

"Yang harga CPO begitu meningkat dan ini menjadikan harga minyak goreng curah dan kemasan meningkat tajam,' ujarnya.

Berbicara terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng memang ada dikisaran Rp 11.000 per liter. Namun pada saat penyusunan HET tersebut, harga CPO masih dikisaran USD 500-600 per metrik ton.

"Dan saat ini posisinya sudah di USD 1.365 per metrik ton, dan itu langsung berpengaruh karena entitas minyak goreng di kita itu ada 435 dan didominasi oleh ketergantungan CPO, karena tidak selalu produsen minyak goreng terafiliasi dengan kebun sawitnya, maka itulah yang menyebabkan kenaikan," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP