Tata Cara Sholat Tasbih, Lengkap dengan Doa dan Manfaatnya, Dapat Menghapus Dosa Sebanyak Buih di Lautan

Pelajari Tata Cara Sholat Tasbih, lengkap dengan doa dan beragam manfaatnya yang menenangkan jiwa.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Tata Cara Sholat Tasbih, Lengkap dengan Doa dan Manfaatnya, Dapat Menghapus Dosa Sebanyak Buih di Lautan
Seorang kakek berdoa usai ikuti sholat istisqo di Mandala Krida, Yogyakarta, Jumat (30/10/2015).Sholat di gelar untuk memohon doa kepada Allah SWT agar di berikan hujan pada musim kemarau yan (© 2025 Liputan6.com)

Sholat Tasbih merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Ibadah ini dikenal karena di dalamnya terdapat pembacaan kalimat tasbih dalam jumlah yang sangat banyak. Tujuannya adalah untuk mensucikan dan mengagungkan Allah SWT, serta mendekatkan diri kepada-Nya.

Setiap rakaat sholat Tasbih dibaca kalimat tasbih sebanyak 75 kali, sehingga dalam empat rakaat total tasbih yang diucapkan mencapai 300 kali. Praktik sholat ini telah diajarkan secara turun-temurun dan menjadi amalan yang dianjurkan bagi umat Muslim yang ingin menambah pahala dan memohon ampunan.

Meskipun demikian, hukum pelaksanaannya masih menjadi perdebatan di kalangan ulama fiqih, namun banyak yang mengamalkannya karena keutamaan yang terkandung di dalamnya. Artikel ini akan membahas secara rinci Tata Cara Sholat Tasbih, niat, doa, serta berbagai manfaat yang bisa diperoleh dari ibadah istimewa ini.

Hukum pelaksanaan Sholat Tasbih menjadi topik diskusi di kalangan ulama fiqih. Beberapa fuqoha dari mazhab As-Syafi'iyyah berpendapat bahwa sholat ini adalah mustahab atau sunnah, yang berarti sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Pandangan ini didasarkan pada beberapa riwayat hadits yang, meskipun ada perbedaan pendapat mengenai kekuatannya, tetap dianggap sebagai dasar kesunnahan.

Di sisi lain, sebagian fuqoha Hanabilah menganggap sholat tasbih sebagai jaiz atau boleh namun tidak disunnahkan secara khusus. Mereka berargumen bahwa tidak ada hadits yang sangat kuat (tsabit) mengenai sholat ini, namun tetap termasuk dalam fadhoilul a'maal (amal yang utama) sehingga cukup berlandaskan hadis dhaif. Ada pula ulama seperti Imam Nawawi yang menyatakan kesunahan sholat tasbih perlu diteliti kembali karena haditsnya dhaif dan adanya perubahan susunan sholat yang berbeda dengan sholat biasa.

Meskipun ada perbedaan pandangan, beberapa ulama kontemporer seperti Syekh Wahbah Zuhaili tetap mendukung kesunnahan sholat tasbih, dengan alasan bahwa ibadah sunnah tidak selalu memerlukan hadits shahih. Sholat Tasbih sendiri dapat dikerjakan kapan saja, baik siang maupun malam hari, selama tidak pada waktu yang dilarang untuk sholat, seperti setelah sholat Ashar atau setelah sholat Subuh. Dianjurkan untuk dilakukan minimal sekali seumur hidup, atau jika memungkinkan, seminggu sekali, sebulan sekali, atau setahun sekali.

Cara Sholat Maghrib Lengkap Niatnya: Tuntunan Menunaikan Sendirian, Berjamaah, Jamak dan Qadha
Ilustrasi Melaksanakan Sholat Credit: pexels.com/pixabay © 2025 Liputan6.com

Sebelum memulai Sholat Tasbih, penting untuk melafalkan niat yang sesuai dengan jumlah rakaat yang akan dikerjakan. Niat merupakan fondasi utama dalam setiap ibadah, yang membedakan antara perbuatan biasa dengan ibadah yang bernilai di sisi Allah SWT. Lafal niat ini diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram.

Untuk Sholat Tasbih empat rakaat dengan satu kali salam, niat yang dibaca adalah:

"أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى"

Bacaan Latin: "Ushallii Sunnatat Tasbiihi Arba 'a Raka 'atin Lilllaahi Ta'aalaa."

Artinya: "Aku niat sholat sunnah Tasbih empat rakaat karena Allah Ta'ala."

Apabila Sholat Tasbih empat rakaat dilaksanakan dengan dua kali salam (masing-masing dua rakaat), maka niat yang dilafalkan untuk setiap dua rakaat adalah:

"أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى"

Bacaan Latin: "Ushalli sunnat tasbiihi rak'ataini lillaahi ta'aalaa."

Artinya: "Aku menyengaja sholat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah SWT." Pemilihan niat ini disesuaikan dengan waktu pelaksanaan, di mana sholat empat rakaat satu salam umumnya dilakukan siang hari, sedangkan empat rakaat dua salam dilakukan pada malam hari.

Tata Cara Sholat Tasbih memiliki kekhasan tersendiri karena penyisipan bacaan tasbih di setiap gerakan sholat. Sholat ini umumnya terdiri dari empat rakaat. Jika dilaksanakan pada siang hari, Sholat Tasbih dilakukan empat rakaat dengan satu kali salam. Namun, jika dilaksanakan pada malam hari, Sholat Tasbih dilakukan empat rakaat dengan dua kali salam, di mana setiap dua rakaat diakhiri dengan salam.

Bacaan tasbih yang diulang-ulang dalam sholat ini adalah:

"سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ"

Bacaan Latin: "Subhaanallaah wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil azhiimi."

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (izin) Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."

Berikut adalah urutan Tata Cara Sholat Tasbih per rakaat, dengan total 75 kali tasbih:

  1. **Niat**: Mengucapkan niat Sholat Tasbih.
  2. **Takbiratul Ihram**: Mengucapkan takbir "Allahu Akbar".
  3. **Doa Iftitah**: Membaca doa iftitah.
  4. **Surat Al-Fatihah dan Surat Pendek**: Membaca Al-Fatihah dilanjutkan surat pendek.
  5. **Bacaan Tasbih (15 kali)**: Setelah surat pendek, membaca tasbih 15 kali.
  6. **Ruku'**: Melakukan ruku'.
  7. **Bacaan Tasbih saat Ruku' (10 kali)**: Setelah doa ruku', membaca tasbih 10 kali.
  8. **I'tidal**: Bangun dari ruku'.
  9. **Bacaan Tasbih saat I'tidal (10 kali)**: Setelah doa i'tidal, membaca tasbih 10 kali.
  10. **Sujud Pertama**: Melakukan sujud pertama.
  11. **Bacaan Tasbih saat Sujud Pertama (10 kali)**: Setelah doa sujud, membaca tasbih 10 kali.
  12. **Duduk di antara Dua Sujud**: Duduk di antara dua sujud.
  13. **Bacaan Tasbih saat Duduk di antara Dua Sujud (10 kali)**: Setelah doa duduk, membaca tasbih 10 kali.
  14. **Sujud Kedua**: Melakukan sujud kedua.
  15. **Bacaan Tasbih saat Sujud Kedua (10 kali)**: Setelah doa sujud, membaca tasbih 10 kali.
  16. **Duduk Istirahat**: Sebelum berdiri untuk rakaat berikutnya, duduk sejenak dan membaca tasbih 10 kali.
  17. **Tasyahud Akhir**: Pada tasyahud akhir, membaca tasbih 10 kali sebelum doa tasyahud akhir.
  18. **Salam**: Mengakhiri sholat dengan salam.

Dengan mengikuti urutan ini, setiap rakaat akan terdapat 75 kali bacaan tasbih. Jika sholat dilanjutkan hingga empat rakaat, maka total bacaan tasbih yang diucapkan adalah 300 kali.

Setelah selesai menunaikan Sholat Tasbih, umat Muslim sangat dianjurkan untuk melanjutkan dengan membaca doa. Doa ini dibaca setelah salam, sebagai bentuk dzikir dan permohonan kepada Allah SWT. Membaca doa setelah sholat merupakan salah satu cara untuk menyempurnakan ibadah dan memohon keberkahan atas amal yang telah dilakukan.

Salah satu doa yang dapat dibaca setelah Sholat Tasbih adalah:

"Allâhumma innâ nas'aluka taufîqa ahlil huda, wa a'mâla ahlil yaqîn, wa munâshahata ahlit taubah, wa 'azaʻima ahlish shabri, wa jadda ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta'abbuda ahlir ruků'i wal wara'i, wa 'irfâna ahlil 'ilmi hattâ nakhâfak."

Artinya: "Ya Allah, kami memohon kepada-Mu taufik (pertolongan) orang-orang yang mendapat petunjuk, amalan orang-orang yang yakin, nasihat orang-orang yang bertaubat, tekad orang-orang yang sabar, kesungguhan orang-orang yang takut (kepada-Mu), permintaan orang-orang yang berharap, ibadah orang-orang yang ruku' dan wara' (menjaga diri dari dosa), serta pengetahuan orang-orang yang berilmu sehingga kami takut kepada-Mu."

Doa ini memohon berbagai kebaikan, mulai dari petunjuk, amalan yang benar, ketabahan, hingga ilmu yang membawa kepada ketakutan kepada Allah. Melalui doa ini, seorang Muslim berharap dapat senantiasa berada dalam bimbingan-Nya dan mendapatkan keberkahan dalam setiap aspek kehidupannya.

Sholat Tasbih menawarkan berbagai keutamaan dan manfaat spiritual yang luar biasa bagi pelaksananya. Salah satu manfaat utama yang sering disebutkan adalah kemampuan ibadah ini untuk menghapus dosa-dosa. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa Sholat Tasbih dapat menghapus dosa sebanyak gundukan pasir di lautan, asalkan dilakukan dengan ikhlas dan khusyuk, menunjukkan betapa besar ampunan yang bisa didapatkan.

Selain pengampunan dosa, Sholat Tasbih juga diyakini dapat memberatkan timbangan amal baik seseorang di akhirat. Ibadah ini secara signifikan memperkuat iman seorang Muslim, menjadikannya lebih teguh dalam menghadapi cobaan hidup. Ketenangan jiwa dan pikiran juga menjadi salah satu efek positif yang dirasakan, membantu individu untuk lebih fokus dan damai dalam menjalani keseharian.

Lebih lanjut, Sholat Tasbih membantu mendekatkan diri pada Allah SWT, meningkatkan konsentrasi, dan bahkan dijanjikan memiliki tabungan kebun kurma di surga. Kalimat tasbih itu sendiri adalah kalimat yang sangat dicintai Allah, sehingga dengan memperbanyaknya, seorang hamba akan semakin dicintai oleh-Nya. Ibadah ini juga dapat menguatkan seseorang dalam menghadapi persoalan besar dan secara umum meningkatkan kualitas amal ibadah.

Rekomendasi