Tanda-Tanda Hipotermia yang Kerap Menyerang Para Pendaki Gunung
Merdeka.com - Tanda-Tanda hipotermia perlu diketahui oleh semua orang khususnya bagi mereka yang kerap mendaki gunung. Kasus hipotermia sendiri sudah menjadi momok yang cukup mengerikan bagi para pendaki gunung.
Namun, nyatanya masih banyak orang tidak menyadari tanda-tanda hipotermia yang dialami seseorang. Hipotermia yang tidak dikenali sejak awal tentu saja akan berakibat fatal. Tak sedikit dari mereka harus meregang nyawa karena serangan hipotermia ini.
Hipotermia sendiri merupakan kondisi di mana tubuh kesulitan mengatur keseimbangan suhu karena tekanan udara yang terlalu dingin. Tubuh manusia hanya mampu mengatur subuh pada zona termonetral yakni antara 36,5 hingga 37,5 derajat celcius.
Di luar suhu tersebut, respon tubuh untuk mengatur suhu akan aktif sehingga bisa kehilangan suhu panas dalam tubuh. Lantas, apa saja tanda-tanda hipotermia yang perlu dipahami semua orang khususnya para pendaki gunung? Berikut informasi selengkapnya dilansir dari Healthline:
Tanda-Tanda Hipotermia
Cuaca Dingin merupakan penyebab utama dari hipotermia. Ketika tubuh Anda mengalami suhu yang sangat dingin, ia kehilangan panas lebih cepat daripada yang bisa dihasilkannya. Ketidakmampuan untuk menghasilkan panas tubuh yang memadai sangat berbahaya. Suhu tubuh Anda dapat turun dengan cepat dan signifikan sehingga menyebabkan Anda mengalami hipotermia dengan gejala, diantaranya:
Baru-Baru ini, ramai dibicarakan kasus tewas-nya seorang pendaki gunung bernama Andi Sulistyawan di Gunung Lawu pada awal Juli 2020 lalu yang diduga disebabkan karena hipotermia. Sebuah video yang memperlihatkan Andi sedang mencari kayu di area Gegerboyo dengan melepas bajunya dan bertingkah anehpun tersebar di media sosial. Video tersebut dikatakan direkam oleh rombongan pendaki yang berpapasan dengannya.
Meski tubuh Andi tampak menggigil, tetapi ia justru terlihat menyelimuti ranting kayu dengan kaos dan jaketnya. Perilaku almarhum Andi Sulistyawan tersebut diduga sebagai salah satu efek dari hipotermia yang ia alami. Para dokter spesialis beranggapan bahwa kemungkinan besar Andi kehilangan kesadaran akibat berkurangnya cairan dalam tubuh sehingga berperilaku di luar kesadarannya.
Akibat Tubuh Kekurangan Cairan
Melihat dari kasus yang dialami oleh Andi Sulistyawan, tubuh yang kekurangan elektrolit bisa menyebabkan hilangnya kesadaran dan halusinasi. Kondisi ini biasa dikenal dengan Reticular Activating System yang terganggu. Ascending reticular activating system (ARAS) adalah sebuah jalur yang menghantarkan impuls syaraf yang berasal dari RETICULAR FORMATION yang berasal dari otak tengah ke atas melalui thalamus menuju ke seluruh bagian cerebral cortex.Sehingga, saat ARAS mengalami kerusakan maka bisa menganggu fungsi kesadaran, dan menganggu derajat kesadaran. Tak heran jika penderitanya akan meracau dan kehilangan kesadarannya.
Faktor Resiko yang Rentan Terkena Hipotermia
UsiaUsia merupakan salah satu faktor seseorang rentan terkena hipotermia. Bayi dan orang dewasa yang lebih tua memiliki risiko paling tinggi terkena hipotermia. Hal ini disebabkan menurunnya kemampuan untuk mengatur suhu tubuh mereka. Untuk itu, saat menghadapi cuaca dingin, orang dengan kelompok umur tersebut harus memakai pakaian tebal dan penghangat badan. Penyakit Mental dan DemensiaOrang-orang dengan gangguan mental mungkin tidak berpakaian dengan tepat untuk cuaca dingin. Mereka juga mungkin tidak menyadari bahwa mereka kedinginan dan mungkin tinggal di luar dalam suhu dingin terlalu lama.
Pengguna Narkoba dan Alkohol
Alkohol sangat berbahaya karena memberi kesan palsu tentang pemanasan bagian dalam. Pada kenyataannya, itu menyebabkan pembuluh darah mengembang dan kulit kehilangan lebih banyak panas. Pengguna narkoba juga cenderung akan lebih mudah kehilangan kesadaran. Selain itu, kondisi medis tertentu juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk mempertahankan suhu yang memadai. Adapun kondisi medis yang dimaksud meliputi, hipotiroidisme, yang terjadi ketika kelenjar tiroid Anda menghasilkan terlalu sedikit hormon, radang sendi, dehidrasi, diabetes, dan penyakit Parkinson, yang merupakan gangguan sistem saraf yang memengaruhi gerakan. Kondisi berupa stroke, cedera tulang belakang, dan kekurangan gizi juga bisa mengurangi perasaan dingin yang dirasakan tubuh.
Cara Mengatasi Hipotermia
Hipotermia merupakan salah satu kondisi darurat medis yang harus segera diatasi. Namun, jika sedang berada di atas gunung dan jauh dari jangkauan medis, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan hipotermia. Tujuan dari perawatan hipotermia adalah untuk meningkatkan suhu tubuh Anda ke kisaran normal. Sambil menunggu bantuan datang dari medis, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegahnya tidak semakin parah, diantaranya: Tangani dengan Hati-Hati Tangani penderita hipotermia dengan hati-hati, berupa tidak memijat mereka dalam upaya mengembalikan aliran darah. Setiap gerakan yang kuat atau berlebihan dapat menyebabkan henti jantung. Pindahkan atau lindungi penderita dari dingin.
Lepaskan Pakaiannya jika Basah
Jika pakaian penderita hipotermia terlihat basah, lepaskan pakaian tersebut dengan cara dipotong untuk menghindari memindahkan pasien. Tutupi mereka dengan selimut hangat, termasuk wajah mereka, tetapi tidak dengan mulut mereka. Gunakan panas tubuh dari orang sekeliling untuk membantu menghangatkan. Jika mereka sadar, cobalah memberi mereka minuman hangat atau sup, yang dapat membantu meningkatkan suhu tubuh.
Kompres dengan Air Hangat
Berikan kompres air hangat kepada penderita hipotermia menggunakan botol hangat atau handuk hangat. Oleskan kompres hangat ke dada, leher, atau pangkal paha. Jangan berikan kompres ke lengan atau kaki, dan jangan gunakan bantal pemanas atau lampu panas. Menerapkan kompres ke daerah-daerah ini akan mendorong darah dingin kembali ke jantung, paru-paru, dan otak, yang bisa berakibat fatal.Pastikan air yang digunakan dengan suhu hangat bukan panas. Suhu yang terlalu panas dapat membakar kulit atau menyebabkan henti jantung.Selalu Pantau Pernapasannya Pantau pernapasan pasien. Jika pernafasan mereka tampaknya lambat, atau jika mereka kehilangan kesadaran, lakukan CPR jika Anda dilatih untuk melakukannya.
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya