Tak Gengsi, Pulang Sekolah Anak Bupati Purwakarta Kerja Cuci Piring di Kafe 'Ini Enggak Pernah Dikasih Duit

Bahkan, dia mengaku tak gengsi jika harus berhadapan dengan pekerjaannya sebagai pencuci piring, pelayan, hingga kasir.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Tak Gengsi, Pulang Sekolah Anak Bupati Purwakarta Kerja Cuci Piring di Kafe 'Ini Enggak Pernah Dikasih Duit
Tak Gengsi, Pulang Sekolah Anak Bupati Purwakarta Kerja Cuci Piring di Kafe (YouTube Saepul Bahri | Om Zein Channel)

Jabatan mentereng sang ayah nyatanya tak membuat putra dari Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein tinggi hati. Zein mengungkapkan, remaja yang masih duduk di bangku sekolah itu memilih untuk menjajal kemandirian di usianya yang masih belia.

Sepulang sekolah, putranya memutuskan untuk bekerja menjadi karyawan di sebuah kafe. Bahkan, anak sang Bupati mengaku tak gengsi jika harus berhadapan dengan pekerjaannya sebagai pencuci piring, pelayan, hingga kasir.

Semua itu dilakoninya dengan sepenuh hati. Seperti apa cerita inspiratifnya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini, dilansir dari kanal YouTube Saepul Bahri | Om Zein Channel, Kamis (22/5).

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein alias Om Zein belum lama ini memamerkan momen istimewa saat mendatangi kafe tempat bekerja sang putra. Melalui video singkat yang dibagikannya ke dalam YouTube Saepul Bahri | Om Zein Channel beberapa waktu lalu, Om Zein yang berbalut kaos pendek putih dengan gaya sederhana mendatangi kafe seorang diri.

Dalam keterangannya, Om Zein menceritakan jika sang putra hingga saat ini masih bersekolah kendati sering bekerja membantu sang kakak di sebuah kafe.

“Sekarang saya mau nengokin kafe anaknya om Zein, ini kita sudah sampai. Dia ini masih sekolah, nah di sela-sela sekolah itu dia jualan. Sekarang saya mau lihat ya,” terang Om Zein.

Saat dihampiri, sang putra tampak sibuk dengan pekerjaannya sendiri di depan wastafel cuci piring. Selain mendapat tambahan uang jajan, putra kedua dari Om Zein itu mengaku mendapat banyak pelajaran berharga seperti bertemu banyak orang hingga kemandirian.

“Lagi ngapain nak?” tanya Om Zein.

“Lagi cuci piring, yah. Tadi sekolah, tetap sekolah, harus. Sampai rumah jam 3, makan, terus siap-siap ke sini,” katanya.

“Ini anaknya enggak pernah saya kasih uang ini. Jadi kalau dia mau jajan atau apa, ya begini bareng-bareng sama kakaknya jualan. Tapi kalau biaya sekolah dan lain-lain, tetap dari saya,” cerita Om Zein.

“Di sini lumayan seru, ketemu banyak orang, bisa ngobrol-ngobrol,” tegas sang putra.

Berbicara soal pekerjaan di masa mendatang, sang putra mengaku jika dia enggan melakukan pekerjaan serupa. Dia sendiri bercita-cita untuk menjadi seorang duta besar dan mengawali kemandirian serta pelajaran hidupnya sebagai pegawai di kafe seperti saat ini.

“Kalau cita-cita, saya pengen jadi duta besar,” terang sang putra.

“Cita-cita dubes, belajar mandirinya pakai begini dulu ya. Selain yang dikerjain sekarang, biasanya ngapain lagi?” tanya Om Zein.

“Biasanya juga jadi waitress, mengantarkan makanan dan minuman. Bantu kasir juga, lap meja, segalanya bisa,” tambahnya.

Di hadapan sang putra, Om Zein mengungkap rasa bangga terhadap tekad besar sang putra demi masa depannya sendiri. Om Zein bahkan mendoakan sang putra agar kelak cita-citanya dapat tercapai.

“Luar biasa kamu nak. Segalanya apa-apa bisa. Mudah-mudahan kesampaian nanti jadi dubes,” tegas Om Zein.

Sementara saat Om Zein mendatangi putra sulung sekaligus pemilik kafe, kehebatan dari putra keduanya pun kembali terungkap. Ternyata, putra kedua dari Om Zein sendiri yang memilih untuk menyibukkan diri di kafe sepulang sekolah.

“Uang, dia kita kasih dua minggu sekali. Dia pengen sendiri ke sini, seminggu tiga kali saja cukup,” kata sang putra sulung.

“Dia enggak disuruh kan?” tanya Om Zein.

“Enggak, dia minta sendiri, inisiatif sendiri,” tegas sang putra sulung.

Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa dengan sebutan Om Zein sendiri diketahui merupakan politikus yang kini tengah menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Pada Pilkada 2024 lalu, dia berhasil meraih 251.998 suara atau setara dengan 48,48 persen.

Dia sendiri lahir di Subang, Jawa Barat dan berhasil menempuh pendidikan tinggi ke Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda tahun 1997 lalu.

Sebelum menduduki jabatannya kini, dia dikenal cukup aktif di berbagai organisasi daerah. Bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dia turut aktif berkecimpung di HMI bahkan memiliki jabatan sebagai Sekretaris HMI Cabang Purwakarta pada tahun 1994 hingga 1995. Selain itu, dia turut memiliki posisi penting sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia atau KNPI Purwakarta.

Rekomendasi