Sosok Prajurit TNI Ini Putuskan Pensiun Dini Demi Bisa Berjualan Kaus Singlet, Sampai Pernah Jadi Orang Terkaya di RI

Mengenal mantan prajurit TNI yang putuskan pensiun dini demi bisa berjualan kaus singlet.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Sosok Prajurit TNI Ini Putuskan Pensiun Dini Demi Bisa Berjualan Kaus Singlet, Sampai Pernah Jadi Orang Terkaya di RI
T.D Pardede (Foto : wikipedia)

Bagi sebagian orang mungkin masih asing ketika mendengar nama Letnan (Purn) Tumpal Dorianus Pardede. Dia adalah mantan prajurit Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang pernah dinobatkan sebagai orang terkaya di RI.

Pardede adalah tentara yang pernah berjuang di era kemerdekaan. Dia bertugas di bagian logistik dan pencarian dana. Namun, pada 1949, Pardede memutuskan untuk pensiun diri dari dinas militer demi bisa fokus berbisnis berjualan kaus singlet.

Tahun demi tahun, bisnis yang dirintis Pardede pun terus berkembang. Dia bahkan sempat masuk dalam daftar pengusaha terkaya di Indonesia pada era tahun 1980-an dengan taksiran kekayaan mencapai 550 miliar rupiah. Simak ulasannya:

T.D Pardede
T.D Pardede Foto : wikipedia

Awal Mula T.D Pardede Bangun Kerajaan Bisnis

Kepiawaiannya dalam berbisnis ternyata sudah terlihat sejak Pardede masih kecil. Setelah keluar dari militer, dia memulai bisnis produksi kaus singlet yang diberi merek Surya. Ide bisnisnya tersebut datang saat ia melihat pada saat itu belum ada industri kaus singlet di Indonesia.

Perkiraan Pardede ternyata sesuai harapan. Singlet merek Surya miliknya laku keras di pasaran hingga dia mampu mendirikan perusahaan lebih besar bernama Pardedetex pada 1953. Dari situlah Pardede mulai memupuk kekayaan dan perlahan membangun gurita bisnisnya.

T.D Pardede
T.D Pardede Foto : wikipedia

Bisnisnya pun makin terdiversifikasi. Perusahaan tekstil milik Pardede lalu mulai memproduksi baju, selimut, dan sebagainya. Selain di industri tekstil, dia juga punya 26 perusahaan beraset miliaran rupiah dari berbagai sektor.

Mulai dari hotel, perkebunan, klub sepakbola, dan banyak pabrik. Kesuksesan tersebut lantas membuat Pardede dianggap sebagai salah satu orang terkaya Indonesia pada 1980-an. Banyak orang juga menjulukinya sebagai 'raja tekstil' dari Medan.

Selain mencari untung di dunia perniagaan, Pardede juga aktif dalam beberapa bidang sosial. Dia membentuk klub sepakbola Pardedetex yang menjadi cikal bakal klub bola profesional pertama di Indonesia.

Pardedetex merupakan klub yang sangat disegani di masanya. Klub ini merekrut bintang tim nasional di era 1970-an seperti Iswadi Idris, Sucipto Suntoro, Abdul Kadir, M Basri. Akan tetapi karena iklim sepak bola penuh dengan suap, Pardedetex dibubarkan dan memilih mundur dari Galatama.

Pardede juga membangun sebuah rumah sakit yang diberi nama Herna. Dia juga membangun Universitas bernama Darma Agung. Di tahun 1964 Pardede diberi gelar ahli tekstil dari ikatan pengusaha tekstil Indonesia. T.D Pardede meninggal dunia pada 18 November 1991 di Singapura.

Rekomendasi