Sang Legenda Andi Ramang: Memori Gol Salto ke Gawang China Nyaris Bawa Indonesia ke Piala Dunia

Andi Ramang nyaris bawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 1958 di Swedia.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Sang Legenda Andi Ramang: Memori Gol Salto ke Gawang China Nyaris Bawa Indonesia ke Piala Dunia
Andi Ramang (Instagram @redgankdbugis)

Hampir tujuh dekade lalu, Timnas Indonesia memiliki seorang pemain berbakat yang sempat menjadi sorotan FIFA dan sepak bola internasional.

Sosok yang dimaksud adalah legenda PSM Makassar, Andi Ramang. Pesepakbola yang berasal dari Sulawesi Selatan tersebut pernah bersinar di Olimpiade Melbourne 1956 dan nyaris membawa Indonesia tampil di Piala Dunia 1958 di Swedia.

Ramang telah puluhan kali mencetak gol sepanjang kariernya, namun golnya ke gawang China di ronde pertama babak kualifikasi tak luput dari ingatan.

Ramang berhasil mencetak dua gol dan membuat China takluk di hadapan publik Stadion Ikada, Jakarta. Menariknya salah satu gol itu ia cetak lewat tendangan salto.

Tak cukup dua gol di pertemuan pertama, Ramang juga berhasil mencetak dua gol lagi ke gawang China saat bertandang ke Beijing di pertemuan kedua meski kalah dengan skor tipis 4-3.

Sosok Ramang masih menjadi salah satu penyerang terbaik milik Indonesia hingga saat ini. Lantas seperti apa perjalanan kisah sang legenda Timnas Indonesia? Berikut informasi selengkapnya.

Andi Ramang
PSM Makassar pada saat era perserikatan 1960, di mana Andi Ramang dan Suwardi Arlan menjadi pemain andalan. (Bola.com/Abdi Satria) © 2024 Liputan6.com

Legenda Timnas Indonesia

Andi Ramang, lahir pada 24 April 1924 di Barru, Sulawesi Selatan. Ia dikenal sebagai sosok legenda bagi Timnas Indonesia dan PSM Makassar.

Memulai karier di PSM Makassar, Ramang dikenal dengan kemampuannya yang luar biasa di lini depan. Di era 1940-an hingga 1960-an, Ramang menjadi sosok penyerang yang ditakuti, dengan tendangan keras dan akurasi yang memukau.

Sepanjang kariernya, ia hanya membela klub PSM Makassar sejak 1947-1969. Selama membela Tima Ayam Jantan, ia mencatatkan 615 penampilan dan mencetak 581 gol.

Sukses di klub, ia mendapat kesempatan bergabung dengan Timnas Indonesia. Di TImnas, Ramang mencetak sejarah dengan membawa Garuda tampil gemilang pada tur Asia Timur 1953, di mana ia mencetak 19 gol dari 25 gol yang dicetak timnya.

Timnas Indonesia berhasil meraih lima kemenangan dari enam laga, menjadikan mereka dijuluki 'Macan Asia'. Pada 1958, Ramang juga hampir membawa Indonesia ke Piala Dunia sebelum akhirnya tim harus mundur dari kualifikasi lantaran menolak bertanding melawan Israel karena alasan politik.

Andi Ramang
Andi Ramang FIFA

Gol Salto Spektakuler ke Gawang China

Pertandingan antara Timnas Indonesia melawan RRC (China) pada 12 Mei 1957 di ajang Kualifikasi Piala Dunia 1958 Swedia menjadi momen paling bersejarah bagi Andi Ramang.

Pemain yang memiliki naluri gol yang tinggi dan dikenal akan kecepatan dan akurasi tembakan yang sangat baik. Bahkan tak jarang ia mencetak gol akrobatik seperti salto.

Terbukti, gol melalui tendangan salto yang indah terjadi di laga tersebut. Gol sepakan Ramang berhasil membawa Indonesia mengalahkan China dengan skor 2-0 di pertemuan pertama yang diselenggarakan di Stadion Ikada, Jakarta.

Pertandingan kedua dilaksanakan di Beijing, namun Indonesia kalah dengan skor 4-3. Pertandingan ketiga diselenggarakan di Rangoon, Myanmar (juga melawan RRC) dengan skor 0-0.

Indonesia berhasil lolos ke babak kedua dan tergabung dengan Israel, Sudan, dan Mesir. Sayangnya Indonesia harus mundur dari kejuaraan lantaran menolak bertanding dengan Israel karena telah merampas tanah Palestina.

Andi Ramang
Andi Ramang (Bola.com/Abdi Satria) © 2024 Liputan6.com

Disorot Dunia Usai Tampil di Olimpiade 1956

Sosok Ramang mulai dikenal saat tampil di Olimpiade Melbourne 1956. Pada saat itu Timnas Indonesia berhasil lolos ke babak perempat final dan berjumpa tim kuat pada saat itu Uni Soviet.

Penampilan Ramang menuai banyak pujian termasuk kiper terbaik dunia kala itu Lev Yashin yang harus berjibaku menghadapi kelincahan Ramang.

Pertemuan pertama berakhir dengan skor imbang 0-0. Namun di pertandingan kedua, Indonesia harus takluk 4-0. Meski begitu, penampilan Ramang mulai disorot dunia dan dikenal pecinta sepak bola internasional.

Sosoknya bahkan sempat diterbitkan oleh FIFA lewat artikel khusus sebagai penghargaan atas kontribusinya selama ini.

Masa emasnya sempat meredup saat ia terlibat kasus suap pada tahun 1960 yang membuatnya harus dijatuhi skorsing. Meski kembali merumput pada tahun 1962, penampilannya sudah jauh berkurang dan memilih pensiun pada tahun 1968.

Rekomendasi