Sains Baru Buktikan Awan Sangat Berat Bisa Ribuan Ton, Ternyata Alquran Sudah Mengatakannya 1400 Tahun lalu
Ternyata Alquran Sudah Mengatakan Awan Sangat Berat 1400 Tahun lau. Berikut informasi selengkapnya untuk Anda.
Hampir semua orang menganggap awan memiliki berat yang sangat ringan. Apalagi bentuk awan yang terlihat oleh mata kita, mirip seperti gumpalan kapas tipis sehingga bisa melayang di udara.
Namun siapa sangka, faktanya justru sangat berbanding terbalik. Awan yang dianggap sangat ringan tersebut nyatanya memiliki berat hingga ribuan ton.
Bahkan, ternyata fakta tersebut telah tertuang dalam Alquran 1400 tahun lalu. Lantas bagaimana informasi selengkapnya?
Melansir dari berbagai sumber, Senin (2/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Alquran Sudah Mengatakan 1400 Tahun lalu
Seorang TikTokers bernama Lily Jay berhasil mencuri perhatian masyarakat luas. Bagaimana tidak, dalam video yang diunggahnya beberapa waktu lalu, Ia mengaku baru menyadari bahwa ada satu fakta mengejutkan mengenai awan.
Ia mengatakan baru saja menemukan kontradiksi dalam Al-Quran. Di mana pada Surah Ar-Ra'd (surat ke-13) ayat 12 mengatakan bahwa awan itu berat.
"Guys, saya baru saja menemukan kontradiksi dalam Al-Quran. Seperti, saya benar-benar panik sekarang. Bab 13:12 mengatakan awan itu berat. Seperti, apa? Bagaimana awan bisa berat? Kita semua tahu awan terbuat dari udara, bukan?," ujar Lily Jay.
Berat Awan Bisa Ribuan Ton
Saking terkejutnya, Ia sampai bertanya kepada ChatGPT yang akhir-akhir ini banyak digunakan oleh masyarakat luas. Siapa sangka, ChatGPT juga mengatakan bahwa awan itu sangat berat meskipun terlihat ringan.
Tidak tanggung-tanggung, ChatGPT mengungkapkan bahwa berat awan bisa mencapau 1 juta pound. Apabila dikonversi ke kilogram, 1 juta pound setara dengan kisaran 453592,37 kilogram.
"Hai ChatGPT, apakah awan berat atau ringan?," tanyanya kepada ChatGPT.
"Hai Lily Jay, awan mungkin terlihat lembut dan ringan, tetapi sebenarnya berat. Awan rata-rata dapat berbobot sekitar 1 juta pound," jawab ChatGPT.
"Oh My God," ujarnya terkejut dan terkesima.
Dijelaskan dalam Al-Quran
Pada unggahan akun TikTok bambang780620, juga menyebutkan bahwa faktanya awan itu berat. Sebagaimana telah dijelaskan pula sejak 1400 tahun lalu oleh Al-Quran.
Di mana dijelaskan pada Surat Al-A'raf ayat 57, yang berbunyi:
"Dialah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira yang mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan) sehingga apabila (angin itu) telah memikul awan yang berat, Kami halau ia ke suatu negeri yang mati (tandus), lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang mati agar kamu selalu ingat," (QS. Al-A'raf: 57).
Sains Baru Buktikan Awan Sangat Berat
Dilansir dari IFL Science, awan terbentuk dari kondensasi uap air untuk membentuk tetesan kecil air (droplet) yang kemudian bergabung membentuk apa yang kita lihat sebagai awan. Mirip dengan yang terjadi di kamar mandi setelah kita mandi air hangat. Jadi bagaimana sesuatu yang tidak punya unsur padat bisa punya berat? Jawabannya ada dalam kumpulan massa molekul air.
Padatnya molekul air pada suatu awan membuat awan itu memiliki berat yang lebih besar. Awan dengan jenis yang berbeda bisa punya berat yang berbeda pula. Untuk mudahnya kita bisa membayangkan awan cumulus yang paling sering terlihat.
Peneliti di Pusat Penelitian Atmosfer Nasional Amerika Serikat menghitung kepadatan awan cumulus yakni 0,5 gram air per meter kubik. Jadi 1 kilometer kubik awan bisa mengandung 1 miliar meter kubik air. Jika kita menghitung dengan kalkulator maka berat 1 miliar meter kubik air dikali 0,5 adalah 500.000 kilogram. Jadi satu awan cumulus beratnya bisa mencapai 500.000 kilogram.
Jika dibandingkan dengan pesawat Boeing 747-SP yang beratnya 220.000 kilogram maka awan cumulus yang lebih berat itu juga ternyata bisa melayang di udara.
Awan yang sangat besar dan luas tentu beratnya di beberapa bagian bisa berbeda. Awan juga terbuat dari banyaknya tetesan air yang saking kecilnya maka gravitasi tidak berpengaruh.
Gravitasi Tidak Berpengaruh
Dan ternyata udara kering juga lebih padat ketimbang sebuah awan, artinya awan bisa melayang dengan nyaman di atas kumpulan udara kering tanpa melewatinya.
Awan terbentuk saat molekul air di udara berkumpul dan membentuk tetesan air atau kristal es, proses tersebut dinamakan kondensasi. Tetesan air tersebut memiliki bentuk sangat kecil dengan diameter sekitar 0,01 mm.
Jika digambarkan, tetesan tersebut sama jika kalian mengambil segumpal air dengan volume yang sama dengan gula batu yang dibagi menjadi satu miliar keping, satu keping tersebut sama dengan ukuran tetesan awan.
Saat tidak ada udara yang menghalangi, gravitasi akan membuat tetesan awan jatuh. Namun karena tetesan air awan sangat kecil dibandingkan massa nya, kecepatan jatuhnya menjadi lambat dan udara akan membawa tetesan awan bergerak lebih cepat ke atas dibandingkan saat jatuh ke bawah.
Karena air yang berbentuk tetesan kecil akan sulit jatuh ke permukaan bumi, dan partikelnya akan terus mengapung di udara. Itulah mengapa awan tidak bisa jatuh ke tanah.
Penampakan dalam Awan
Seorang penerjun profesional melakukan aksi ekstrem saat terjun dari atas pesawat di atas ketinggian dengan hanya memakai parasut di punggung. Beberapa orang berpikir bentuk awan yang lembut seperti kapas sehingga akan bisa menopang tubuh manusia. Namun sang penerjun memperlihatkan fakta yang berbeda dan jarang diketahui orang.
Dalam video unggahan tersebut, seorang penerjun memperlihatkan isi awan secara nyata saat ia terjun dari atas langit. Awalnya ia melihat gumpalan awan berwarna putih bak kapas raksasa yang melayang di udara. Ia pun menembus lapisan paling atas yang hanya berupa kabut tipis.
Saat berada di lapisan paling utama atau yang bagian berwarna putih pekat, terjadi pemandangan luar biasa saat ia memperlihatkan isi awan berupa air dan butiran es yang lembut yang sekilas dapat dipegang.
Penerjun bebas itu pun sempat mengibaskan tangannya di udara. Hasilnya, sebuah cipratan air ke arah kamera akibat sentuhan tangan dari sang penerjun. Pemandangan tersebut seakan menjawab pertanyaan kebanyakan orang tentang sebenarnya apa isi awan itu.