Cara Menyimpan Keju agar Tidak Berjamur, Jangan Asal Masukkan ke Kulkas

Simpan keju dengan tepat agar tidak cepat berjamur, tetap segar, dan lebih awet dengan cara praktis di rumah.

Andre Kurniawan Kristi
Cara Menyimpan Keju agar Tidak Berjamur, Jangan Asal Masukkan ke Kulkas
Cara Menyimpan Keju (AI Generated)

Keju menjadi salah satu bahan makanan yang praktis untuk disimpan di rumah karena bisa digunakan untuk berbagai hidangan, mulai dari roti panggang, pasta, camilan, hingga aneka kue. Namun, pernahkah kamu baru membuka kemasan keju beberapa hari lalu, tetapi permukaannya sudah berubah warna atau muncul bintik-bintik jamur? Kondisi seperti ini tentu cukup menyebalkan, apalagi jika keju yang dibeli masih tersisa banyak dan sebenarnya ingin digunakan untuk beberapa kali memasak.

Nah, supaya kejadian tersebut tidak terulang, ada beberapa cara menyimpan keju agar tidak berjamur yang perlu diperhatikan. Mulai dari memilih tempat penyimpanan, menggunakan pembungkus yang tepat, hingga menjaga kebersihan peralatan saat mengambil keju, setiap langkah punya peran penting dalam mempertahankan kualitasnya. Cara penyimpanannya juga perlu disesuaikan dengan jenis keju karena cheddar, mozzarella, keju parut, dan cream cheese memiliki karakteristik yang berbeda.

1. Simpan Keju di Dalam Kulkas

Keju
Jauhi Rak Pintu Kulkas Saat Menyimpan Keju. (Gambar: AI Generated)

Menyimpan keju di dalam kulkas merupakan langkah paling mendasar untuk memperlambat pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menyebabkan makanan cepat rusak. Sebagian besar keju perlu disimpan pada suhu sekitar 4°C atau lebih rendah, terutama setelah kemasannya dibuka. Suhu dingin membantu menjaga kualitas keju, tetapi bukan berarti produk tersebut akan bertahan selamanya, sehingga kondisi dan tanggal penyimpanannya tetap perlu diperhatikan.

Pilih bagian kulkas yang memiliki suhu relatif stabil agar keju tidak terus-menerus mengalami perubahan suhu. Rak bagian dalam umumnya lebih sesuai dibandingkan pintu kulkas karena bagian pintu lebih sering terpapar udara hangat ketika kulkas dibuka. Pastikan pula keju disimpan dalam kemasan yang sesuai dan tidak bersentuhan langsung dengan bahan makanan lain yang berpotensi menyebabkan kontaminasi.

Kebiasaan mengeluarkan keju dari kulkas terlalu lama juga sebaiknya dihindari, terutama ketika cuaca sedang panas. Ambil keju secukupnya untuk memasak atau menyajikan makanan, lalu segera masukkan kembali sisanya ke dalam kulkas. Dengan cara ini, keju tidak terlalu lama berada pada suhu ruang dan risiko kerusakan akibat penanganan yang kurang tepat dapat dikurangi.

2. Bungkus Keju dengan Bahan yang Tepat

Cara Menyimpan Keju
Cara Menyimpan Keju (AI Generated)

Pembungkus memiliki peran penting dalam menjaga permukaan keju agar tidak cepat kering sekaligus mengurangi paparan udara dari lingkungan sekitar. Untuk keju keras seperti cheddar blok atau parmesan, kertas khusus keju maupun kertas roti dapat digunakan sebagai pembungkus awal sebelum keju dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan. Pilih bahan yang bersih dan sesuai dengan karakteristik keju agar kelembapannya tetap terjaga tanpa membuat permukaan terlalu basah.

Setelah dibungkus, keju dapat ditempatkan dalam wadah tertutup untuk memberikan perlindungan tambahan dari aroma makanan lain dan kontaminasi silang. Hindari membiarkan keju terbuka begitu saja di dalam kulkas karena permukaannya bisa mengering, menyerap bau, atau bersentuhan dengan bahan makanan lain. Meski demikian, pembungkus yang terlalu rapat dan menahan kelembapan berlebihan juga perlu dihindari apabila tidak sesuai dengan petunjuk penyimpanan produk.

Untuk keju lunak, keju segar, atau produk yang dijual dalam kemasan berisi cairan, sebaiknya ikuti petunjuk pada label karena kebutuhan penyimpanannya tidak selalu sama dengan keju keras. Jangan langsung mengganti seluruh kemasan jika produsen sudah menyediakan wadah yang dirancang untuk mempertahankan kualitas produk. Perhatikan pula kebersihan bagian pembungkus yang bersentuhan langsung dengan keju agar tidak menjadi sumber kontaminasi.

3. Gunakan Wadah Kedap Udara

Wadah kedap udara dapat membantu menjaga keju tetap terlindungi selama disimpan di kulkas, terutama setelah kemasan aslinya dibuka. Wadah ini mengurangi kemungkinan keju bersentuhan dengan makanan lain, membantu mempertahankan kualitasnya, serta mencegah aroma keju menyebar ke bahan makanan di sekitarnya. Pilih wadah khusus makanan yang ukurannya sesuai agar keju tidak tertekan dan tetap mudah diambil ketika diperlukan.

Sebelum digunakan, pastikan wadah sudah dicuci bersih dan dikeringkan sepenuhnya karena sisa air dapat meningkatkan kelembapan di sekitar keju. Periksa juga bagian tutupnya agar dapat terpasang dengan baik dan tidak menyisakan celah yang memungkinkan kontaminan masuk. Jika ingin menyimpan beberapa jenis keju sekaligus, menggunakan wadah terpisah akan memudahkan pengaturan dan membantu mengurangi perpindahan aroma di antara produk.

Meski praktis, penggunaan wadah kedap udara tetap perlu disesuaikan dengan jenis keju dan petunjuk produsen. Beberapa keju membutuhkan pembungkus khusus untuk menjaga keseimbangan kelembapannya, sehingga menempatkannya langsung di dalam wadah tanpa pembungkus belum tentu menjadi pilihan terbaik. Periksa bagian dalam wadah secara berkala dan segera tangani jika terlihat embun berlebihan, cairan yang tidak semestinya, atau perubahan kondisi keju.

4. Hindari Memegang Keju dengan Tangan Kotor

Kebersihan tangan dan peralatan sering kali dianggap sepele, padahal keduanya dapat memengaruhi kualitas keju setelah kemasannya dibuka. Mikroorganisme dari tangan yang belum dicuci, pisau yang kotor, atau talenan yang digunakan untuk bahan makanan mentah bisa berpindah ke permukaan keju. Karena itu, biasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum mengambil keju dan gunakan peralatan yang bersih serta kering setiap kali ingin memotongnya.

Saat menyiapkan makanan, ambil keju sesuai kebutuhan agar sisanya tidak terlalu lama terpapar udara di dapur. Jika menggunakan pisau untuk memotong bahan lain, bersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan kembali untuk keju. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi risiko kontaminasi silang, terutama ketika keju disimpan untuk digunakan selama beberapa hari dan kemasannya tidak lagi tertutup rapat seperti saat pertama kali dibeli.

Selain itu, hindari menyentuh bagian keju yang akan disimpan kembali setelah tangan bersentuhan dengan bahan makanan lain. Gunakan penjepit makanan atau peralatan bersih jika memungkinkan, khususnya untuk keju iris dan keju parut yang memiliki banyak permukaan terbuka. Jangan lupa membersihkan wadah penyimpanan secara berkala agar sisa makanan atau cairan yang menempel tidak menjadi sumber kontaminasi bagi keju yang baru disimpan.

5. Pisahkan Keju dari Makanan Mentah

Cara Menyimpan Keju
Cara Menyimpan Keju (AI Generated)

Menyimpan keju secara terpisah dari daging mentah, ikan mentah, dan bahan makanan lain yang berpotensi mencemari permukaannya merupakan langkah penting untuk menjaga keamanan pangan. Cairan dari bahan makanan mentah dapat membawa mikroorganisme yang berpindah ke keju apabila kemasannya bocor atau penyimpanannya tidak tertata dengan baik. Oleh sebab itu, simpan keju dalam wadah tertutup dan pastikan kemasannya tidak mudah terkena tumpahan dari bahan makanan lain.

Penataan rak kulkas juga perlu diperhatikan agar setiap bahan makanan memiliki tempat yang sesuai. Letakkan keju dalam wadah bersih pada rak yang aman dari kemungkinan tetesan cairan daging atau ikan mentah, dan hindari menyimpan keju terbuka di dekat bahan makanan yang belum diolah. Jika ruang kulkas terbatas, gunakan wadah terpisah yang tertutup rapat agar bahan makanan tidak bersentuhan langsung satu sama lain.

Selain mencegah kontaminasi, pemisahan bahan makanan juga membantu menjaga aroma dan rasa keju tetap nyaman ketika dikonsumsi. Keju dapat menyerap aroma dari makanan berbau tajam, terutama jika pembungkusnya kurang memadai. Dengan mengatur letak penyimpanan secara lebih rapi, kamu bisa menjaga keju tetap terlindungi sekaligus memudahkan proses mengambil bahan makanan saat menyiapkan sarapan, bekal, atau hidangan untuk keluarga.

6. Jangan Membiarkan Keju Terkena Air

Mencuci Kotak Makan
Hal-Hal yang Perlu Dihindari Saat Menghilangkan Bau Wadah Plastik. (AI Generated)

Kelembapan berlebihan menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai ketika menyimpan keju, terutama jika air terperangkap di dalam wadah atau kemasan. Kondisi yang terlalu basah dapat mempercepat penurunan kualitas pada jenis keju tertentu dan membuat permukaannya lebih rentan mengalami perubahan. Karena itu, pastikan wadah penyimpanan sudah kering sebelum digunakan dan hindari meletakkan keju di permukaan dapur yang masih basah setelah dicuci.

Jika kamu mencuci wadah atau peralatan untuk menyimpan keju, tunggu hingga seluruh bagiannya benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Hindari pula memasukkan keju ke dalam wadah yang masih menyisakan air dari proses pencucian atau menyentuhnya dengan tangan basah. Untuk keju yang memang dijual bersama cairan, seperti beberapa jenis mozzarella segar, jangan membuang cairan tersebut sembarangan karena petunjuk produsen mungkin mengharuskan keju tetap disimpan di dalamnya.

Periksa kondisi keju secara berkala, terutama jika terlihat ada embun, cairan berlebihan, atau permukaan yang berubah menjadi berlendir. Jangan menganggap semua perubahan tersebut sebagai masalah kelembapan biasa karena bisa saja menjadi tanda kerusakan. Jika keju menunjukkan bau yang tidak biasa, perubahan warna mencurigakan, atau tanda pembusukan lainnya, lebih baik tidak mengonsumsinya daripada mengambil risiko gangguan kesehatan.

7. Simpan Keju Sesuai Jenisnya

Setiap jenis keju memiliki kadar air, tekstur, dan karakteristik yang berbeda sehingga cara penyimpanannya tidak bisa disamakan begitu saja. Keju keras seperti cheddar blok dan parmesan umumnya memiliki kadar air lebih rendah dibandingkan keju lunak, sehingga ketahanannya juga berbeda. Untuk jenis ini, gunakan pembungkus yang sesuai, simpan di dalam wadah bersih, dan letakkan di kulkas dengan suhu stabil agar kualitasnya tetap terjaga.

Keju semi-keras seperti gouda dan edam juga perlu dibungkus dengan baik setelah kemasannya dibuka supaya permukaannya tidak cepat kering. Sementara itu, keju lunak seperti Brie dan camembert membutuhkan perhatian lebih karena karakteristiknya membuat penanganan dan penyimpanannya berbeda dari keju keras. Ikuti petunjuk pada kemasan dan jangan mengabaikan perubahan yang tidak biasa, terutama jika muncul jamur yang berbeda dari jamur yang memang menjadi bagian dari proses pematangan keju tersebut.

Keju segar seperti ricotta, cream cheese, dan mozzarella segar umumnya perlu disimpan dalam kemasan sesuai petunjuk produsen karena lebih rentan mengalami kerusakan. Adapun keju parut sebaiknya disimpan dalam kemasan tertutup dan diambil menggunakan alat bersih agar tidak mudah terkontaminasi. Dengan memahami perbedaan setiap jenis keju, kamu dapat memilih metode penyimpanan yang lebih sesuai sekaligus mengurangi risiko keju terbuang sebelum sempat digunakan.

8. Periksa Tanggal Kedaluwarsa dan Kondisi Keju

Tanggal kedaluwarsa atau batas konsumsi pada kemasan merupakan informasi penting yang sebaiknya diperiksa sebelum menyimpan keju. Selain tanggal tersebut, perhatikan juga petunjuk mengenai suhu penyimpanan dan berapa lama produk sebaiknya digunakan setelah kemasan dibuka. Keju yang belum melewati tanggal kedaluwarsa tetap dapat mengalami kerusakan jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruang atau ditangani menggunakan peralatan yang tidak bersih.

Agar lebih mudah memantau kondisi keju, tuliskan tanggal saat kemasan dibuka pada label kecil yang ditempelkan di wadah penyimpanan. Cara ini membantu kamu mengetahui sudah berapa lama keju disimpan, terutama jika memiliki beberapa jenis keju sekaligus di dalam kulkas. Biasakan pula memeriksa kondisi kemasan, aroma, tekstur, dan penampilan keju sebelum digunakan, tanpa hanya mengandalkan tanggal yang tertera pada label.

Perlu diketahui bahwa tidak semua jamur pada keju menandakan kerusakan karena beberapa jenis memang menggunakan jamur sebagai bagian dari proses pematangan. Namun, jika keju yang biasanya tidak berjamur menunjukkan pertumbuhan jamur baru, penanganannya harus dilakukan dengan hati-hati. Keju lunak, keju parut, keju iris, dan keju yang dihancurkan sebaiknya dibuang jika berjamur, sedangkan pada keju keras utuh, pedoman keamanan pangan tertentu memperbolehkan pemotongan bagian berjamur beserta area di sekitarnya. Jika tidak yakin dengan jenis atau kondisi keju, pilihan paling aman adalah membuangnya.

9. Bekukan Keju Jika Ingin Menyimpannya Lebih Lama

Freezer dapat menjadi pilihan ketika kamu membeli keju dalam jumlah banyak dan belum berencana menggunakannya dalam waktu dekat. Meski demikian, tidak semua jenis keju cocok dibekukan karena proses pembekuan dapat mengubah tekstur, membuatnya lebih rapuh, atau menyebabkan permukaannya menjadi berbutir setelah dicairkan. Keju keras seperti cheddar umumnya lebih cocok untuk metode ini, khususnya jika nantinya akan digunakan sebagai bahan masakan.

Sebelum dibekukan, potong keju menjadi beberapa bagian sesuai kebutuhan agar kamu tidak perlu mencairkan seluruh persediaan sekaligus. Bungkus setiap bagian dengan rapat menggunakan bahan yang aman untuk freezer, lalu masukkan ke dalam kantong khusus pembeku atau wadah yang sesuai. Beri label tanggal penyimpanan supaya kamu dapat memantau persediaan dengan lebih mudah dan mengutamakan keju yang disimpan lebih dahulu.

Ketika akan digunakan, pindahkan keju dari freezer ke kulkas agar proses pencairannya berlangsung secara perlahan dan suhunya tetap terjaga. Hindari mencairkan keju terlalu lama di atas meja dapur karena dapat meningkatkan risiko pertumbuhan mikroorganisme. Setelah dicairkan, periksa tekstur dan kondisinya sebelum digunakan, lalu manfaatkan untuk hidangan seperti saus, pasta, roti panggang, atau makanan yang dipanggang jika teksturnya sudah tidak ideal untuk disajikan langsung.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menyimpan Keju agar Tidak Berjamur

1. Bagaimana cara menyimpan keju agar tidak cepat berjamur?

Simpan keju di kulkas bersuhu 4°C atau lebih rendah, gunakan pembungkus dan wadah bersih, serta hindari kontaminasi dari tangan atau peralatan kotor.

2. Apakah keju harus disimpan di kulkas setelah dibuka?

Ya, sebagian besar keju perlu segera disimpan kembali di kulkas setelah digunakan. Ikuti petunjuk penyimpanan pada kemasan untuk hasil terbaik.

3. Apakah keju boleh dibungkus dengan plastik?

Boleh, selama plastik tersebut aman untuk makanan dan sesuai dengan jenis keju. Pastikan tidak ada air yang terperangkap di dalam kemasan.

4. Apakah keju yang sudah berjamur masih bisa dimakan?

Keju lunak, keju parut, dan keju iris yang berjamur sebaiknya dibuang. Pada keju keras yang utuh, bagian berjamur terkadang dapat dipotong sesuai pedoman keamanan pangan.

5. Berapa lama keju bisa bertahan setelah kemasannya dibuka?

Ketahanannya berbeda-beda bergantung pada jenis keju, suhu penyimpanan, dan cara penanganannya. Periksa petunjuk produsen dan kondisi keju secara berkala.

Rekomendasi