Cara Menyimpan Bawang Putih Kupas agar Tidak Cepat Kering, Busuk, atau Berjamur

Cara menyimpan bawang putih kupas agar tetap segar, tidak cepat kering, busuk, dan berjamur di rumah.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Cara Menyimpan Bawang Putih Kupas agar Tidak Cepat Kering, Busuk, atau Berjamur
Menyimpan bawang putih kupas (AI Generated)

Bawang putih menjadi salah satu bahan dapur yang hampir selalu dibutuhkan untuk memasak, mulai dari menumis sayuran, membuat sambal, sampai mengolah berbagai hidangan berkuah. Karena cukup sering digunakan, banyak orang memilih mengupas bawang putih sekaligus agar tidak perlu repot melakukannya setiap kali memasak. Namun, bawang putih yang sudah dikupas ternyata membutuhkan cara penyimpanan berbeda agar kualitasnya tetap terjaga.

Tanpa penyimpanan yang tepat, bawang putih kupas bisa cepat mengering, berubah tekstur, mengeluarkan aroma yang tidak sedap, bahkan ditumbuhi jamur. Kondisi tersebut tentu membuat stok bawang yang sudah disiapkan menjadi terbuang sia-sia. Apalagi jika bawang putih dibeli dalam jumlah banyak karena sedang mendapatkan harga yang lebih murah.

Untungnya, menyimpan bawang putih kupas agar tetap awet sebenarnya tidak sulit dilakukan. Kuncinya terletak pada kondisi bawang sebelum disimpan, kebersihan wadah, pengaturan kelembapan, serta pemilihan tempat penyimpanan yang sesuai. Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan agar bawang putih kupas tetap lebih terjaga dan siap digunakan saat memasak.

1. Pastikan Bawang Putih Benar-Benar Kering

Ilustrasi bawang putih
Ilustrasi bawang putih. (Gambar oleh congerdesign dari Pixabay)

Sebelum disimpan, pastikan permukaan bawang putih yang sudah dikupas benar-benar kering karena sisa air yang menempel dapat membuat lingkungan penyimpanan menjadi terlalu lembap. Setelah dikupas, bawang putih bisa diletakkan di atas tisu dapur bersih dan ditepuk perlahan sampai tidak ada air yang tersisa di permukaannya. Langkah sederhana ini penting terutama jika bawang sempat dicuci sebelum dimasukkan ke wadah.

Jangan terburu-buru memasukkan bawang putih yang masih basah ke dalam wadah tertutup karena kelembapan yang terperangkap dapat mempercepat munculnya lendir dan jamur. Jika bawang baru saja dicuci, beri waktu beberapa saat agar permukaannya benar-benar kering sebelum disimpan. Dengan kondisi yang lebih kering, risiko bawang cepat rusak selama berada di tempat penyimpanan juga dapat dikurangi.

2. Simpan dalam Wadah Kedap Udara di Kulkas

Bawang putih kupas dapat disimpan dalam wadah makanan yang bersih dan tertutup rapat, kemudian ditempatkan di dalam kulkas. Wadah tertutup membantu melindungi bawang dari paparan udara lembap, aroma makanan lain, serta kontaminasi dari bahan makanan yang berada di sekitarnya. Sebelum digunakan, pastikan wadah juga sudah dicuci dan dikeringkan dengan baik.

Sebaiknya jangan memasukkan bawang putih dalam jumlah terlalu banyak jika tidak akan segera digunakan karena semakin sering wadah dibuka, semakin besar pula kemungkinan terjadi perubahan suhu dan kelembapan di dalamnya. Menyimpan dalam beberapa wadah kecil berdasarkan kebutuhan harian atau mingguan juga bisa menjadi pilihan praktis. Dengan begitu, sebagian besar stok tetap tertutup sampai waktunya digunakan.

3. Gunakan Tisu Dapur untuk Menyerap Kelembapan

Menyimpan bawang putih dengan tisu
Menyimpan bawang putih dengan tisu (AI Generated)

Menambahkan tisu dapur di dalam wadah penyimpanan dapat membantu mengurangi kelembapan berlebih yang mungkin muncul selama bawang putih berada di dalam kulkas. Letakkan satu atau dua lembar tisu di bagian dasar wadah sebelum memasukkan bawang putih yang sudah dikeringkan, kemudian susun bawang dengan tidak terlalu padat agar sirkulasi udara di dalam wadah tetap lebih baik.

Namun, tisu bukan berarti membuat bawang putih bisa disimpan tanpa batas waktu karena kelembapan tetap perlu diperhatikan secara berkala. Jika tisu terlihat basah atau lembap, segera keluarkan bawang dan ganti dengan tisu baru setelah wadah dikeringkan. Jangan membiarkan tisu yang sudah basah terus berada bersama bawang karena kondisi tersebut justru dapat mempercepat kerusakan.

4. Jangan Mencampur Bawang yang Rusak

Sebelum memasukkan bawang putih kupas ke tempat penyimpanan, periksa satu per satu dan pisahkan bawang yang sudah lembek, berubah warna secara mencolok, memiliki bercak mencurigakan, atau mengeluarkan aroma yang tidak normal. Bawang yang kondisinya sudah menurun sebaiknya tidak dicampur dengan bawang yang masih bagus karena dapat meningkatkan risiko kerusakan pada stok lainnya.

Pemeriksaan ini juga sebaiknya dilakukan kembali ketika wadah dibuka untuk mengambil bawang putih. Jika ditemukan satu siung yang sudah berjamur atau berlendir, segera keluarkan dan jangan sekadar membuang bagian yang terlihat rusak lalu menyimpan sisanya tanpa pemeriksaan. Menjaga wadah tetap bersih dan memisahkan bahan yang kualitasnya sudah menurun dapat membantu mempertahankan kondisi bawang lainnya.

5. Untuk Waktu Lebih Lama, Bekukan

Menyimpan bawang putih (AI Generated)
Menyimpan bawang putih (AI Generated)

Jika bawang putih kupas tidak akan digunakan dalam waktu dekat, penyimpanan di freezer dapat menjadi alternatif yang praktis. Bawang dapat dibagi menjadi beberapa porsi kecil terlebih dahulu, kemudian dimasukkan ke dalam wadah atau kantong khusus freezer sehingga jumlah yang dikeluarkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan memasak. Cara ini juga membantu mengurangi kebiasaan membuka dan menutup satu wadah besar berkali-kali.

Perlu diketahui bahwa bawang putih yang sudah dibekukan dapat mengalami perubahan tekstur setelah dicairkan sehingga hasilnya tidak selalu sama seperti bawang segar. Karena itu, bawang putih beku lebih cocok digunakan untuk berbagai masakan yang melalui proses pemanasan, seperti tumisan, sup, saus, atau sambal matang. Dengan membaginya dalam porsi kecil, bawang juga lebih mudah langsung digunakan tanpa harus mencairkan seluruh stok.

6. Hindari Menyimpan Bawang Putih Kupas di Suhu Ruang Terlalu Lama

Bawang putih yang masih memiliki kulit biasanya lebih terlindungi dibandingkan bawang yang sudah dikupas, sehingga perlakuan terhadap keduanya tidak bisa disamakan. Setelah kulitnya dilepas, bagian dalam bawang menjadi lebih mudah terpapar udara, kelembapan, dan berbagai kontaminan. Karena itu, bawang putih kupas sebaiknya tidak dibiarkan berhari-hari di meja dapur, terutama dalam kondisi ruangan yang hangat dan lembap.

Jika bawang sudah dikupas tetapi belum akan langsung digunakan, pindahkan ke tempat penyimpanan yang sesuai sesegera mungkin daripada membiarkannya terbuka di dapur. Kulkas dapat menjadi pilihan untuk penyimpanan jangka pendek, sedangkan freezer bisa dipertimbangkan apabila stok memang ingin disimpan lebih lama. Sebelum disimpan, tetap pastikan bawang dalam kondisi baik dan permukaannya tidak basah.

7. Jangan Menyimpan Bawang Putih Kupas dalam Minyak pada Suhu Ruang

Bawang putih kupas terkadang disimpan dalam minyak karena dianggap praktis dan siap digunakan untuk menumis. Namun, bawang putih mentah yang direndam dalam minyak tidak sebaiknya dibiarkan pada suhu ruang karena kondisi rendah oksigen di dalam minyak dapat mendukung pertumbuhan bakteri Clostridium botulinum yang menghasilkan toksin penyebab botulisme.

Jika ingin membuat stok bawang putih dalam minyak, perlakukan campuran tersebut sebagai makanan yang mudah rusak dan simpan dalam kulkas, bukan sebagai bahan yang dapat diletakkan begitu saja di meja dapur. Buat dalam jumlah yang sesuai kebutuhan agar tidak terlalu lama disimpan. Wadah yang digunakan juga harus bersih dan tertutup, sementara bawang yang menunjukkan perubahan warna, bau, atau kondisi tidak normal sebaiknya tidak dikonsumsi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menyimpan Bawang Putih Kupas

1. Apakah bawang putih kupas boleh disimpan di kulkas?

Boleh, terutama untuk penyimpanan jangka pendek, dengan syarat bawang dalam kondisi kering dan ditempatkan dalam wadah bersih serta tertutup.

2. Apakah bawang putih kupas harus dicuci sebelum disimpan?

Tidak harus, tetapi jika dicuci, pastikan bawang benar-benar kering sebelum dimasukkan ke wadah agar kelembapan tidak terperangkap.

3. Apakah bawang putih kupas bisa disimpan di freezer?

Bisa. Pembekuan dapat menjadi pilihan jika bawang tidak akan segera digunakan, meskipun teksturnya dapat berubah setelah dicairkan.

4. Mengapa bawang putih kupas cepat berjamur?

Bawang putih kupas dapat lebih cepat berjamur ketika disimpan dalam kondisi lembap, wadah kurang bersih, atau terlalu lama berada pada kondisi penyimpanan yang tidak sesuai.

5. Apakah bawang putih kupas boleh direndam dalam minyak?

Boleh dengan penanganan yang tepat, tetapi bawang putih mentah dalam minyak tidak boleh dibiarkan pada suhu ruang karena terdapat risiko pertumbuhan Clostridium botulinum.

Rekomendasi