Menanam markisa di halaman rumah bisa menjadi pilihan menarik bagi kamu yang ingin memiliki tanaman buah sekaligus mempercantik area luar rumah. Tanaman merambat ini dapat diarahkan ke para-para, pagar, atau pergola sehingga tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas, tetapi tetap mampu memberikan hasil buah yang menarik.
Cara menanam markisa di halaman rumah sebenarnya tidak terlalu sulit selama kebutuhan dasar tanaman terpenuhi, mulai dari bibit yang sehat, media tanam yang subur, sinar matahari cukup, hingga penyangga untuk tempat sulurnya merambat. Perawatan yang konsisten juga penting agar tanaman tidak hanya tumbuh rimbun, tetapi mampu menghasilkan bunga dan buah.
Advertisement
1. Pilih Bibit Markisa yang Sehat
Langkah pertama dalam cara menanam markisa di halaman rumah adalah memilih bibit yang kondisinya sehat. Kamu bisa menggunakan bibit dari biji maupun hasil perbanyakan vegetatif, tetapi bibit siap tanam umumnya lebih praktis karena pertumbuhannya dapat lebih cepat dibandingkan memulai dari biji.
Pilih bibit dengan batang kokoh, daun berwarna hijau segar, dan tidak menunjukkan tanda serangan hama atau penyakit. Hindari bibit yang memiliki daun menguning, batang luka, atau pertumbuhan yang tampak kerdil karena kondisi tersebut dapat membuat tanaman lebih sulit beradaptasi setelah dipindahkan ke halaman rumah.
Advertisement
2. Tentukan Lokasi yang Mendapat Banyak Sinar Matahari
Markisa termasuk tanaman yang membutuhkan pencahayaan cukup agar pertumbuhan vegetatif dan pembentukan bunganya berjalan baik. Karena itu, pilih bagian halaman rumah yang mendapatkan sinar matahari langsung selama beberapa jam setiap hari dan tidak terlalu sering tertutup bayangan bangunan atau pohon besar.
Selain cahaya, perhatikan pula sirkulasi udara di sekitar lokasi tanam. Area yang terlalu lembap dan pengap dapat meningkatkan risiko munculnya masalah pada daun dan batang, terutama ketika tanaman tumbuh semakin lebat. Lokasi yang terang dan memiliki sirkulasi udara baik biasanya lebih ideal.
Advertisement
3. Siapkan Media Tanam yang Gembur dan Subur
Tanah menjadi salah satu faktor penting dalam cara menanam markisa di halaman rumah karena akar membutuhkan media yang mampu menyediakan air sekaligus memiliki drainase baik. Tanah yang terlalu padat atau sering tergenang dapat mengganggu perkembangan akar dan membuat tanaman lebih mudah mengalami masalah.
Campurkan tanah dengan kompos atau pupuk kandang yang sudah matang untuk meningkatkan kandungan bahan organik. Jika tanah halaman cenderung berat dan mudah menahan air, kamu dapat memperbaiki strukturnya dengan menambahkan bahan organik serta memastikan lokasi memiliki saluran pembuangan air yang baik.
Advertisement
4. Buat Lubang Tanam dengan Ukuran yang Sesuai
Setelah lokasi ditentukan, buat lubang tanam yang cukup untuk menampung perakaran bibit tanpa membuat akar tertekuk. Ukuran lubang dapat disesuaikan dengan besar bibit dan media pada wadahnya, tetapi secara umum lubang sekitar 40 × 40 × 40 cm sudah dapat menjadi titik awal untuk bibit berukuran sedang.
Campurkan tanah galian dengan kompos matang sebelum digunakan kembali. Sebaiknya jangan langsung memberikan pupuk kimia dalam jumlah banyak ketika bibit baru ditanam karena akar yang masih beradaptasi dapat mengalami gangguan akibat konsentrasi pupuk yang terlalu tinggi.
Advertisement
5. Tanam Bibit Markisa dengan Hati-Hati
Keluarkan bibit dari polybag secara perlahan agar bagian akar dan media yang menempel tidak banyak rusak. Letakkan bibit di tengah lubang dengan posisi pangkal batang tetap berada pada kedalaman yang kurang lebih sama seperti ketika tanaman berada di dalam polybag.
Tutup kembali lubang dengan tanah yang telah dicampur bahan organik, kemudian tekan perlahan bagian permukaannya agar tanaman berdiri kokoh. Setelah itu, siram secukupnya hingga tanah di sekitar perakaran menjadi lembap, tetapi jangan sampai air menggenang.
Advertisement
6. Sediakan Rambatan untuk Sulur Markisa
Markisa merupakan tanaman merambat sehingga membutuhkan penyangga agar pertumbuhannya lebih terarah. Kamu dapat memanfaatkan pagar, teralis, kawat, bambu, atau membuat para-para sederhana di halaman rumah untuk menjadi tempat sulur tanaman berkembang.
Penyangga sebaiknya dibuat cukup kuat karena tanaman yang semakin besar akan memiliki beban lebih berat, terutama ketika sudah dipenuhi daun dan buah. Atur rambatan agar tanaman mendapatkan akses cahaya dan tidak tumbuh terlalu bertumpuk di satu titik.
Advertisement
7. Lakukan Penyiraman Secara Teratur
Penyiraman perlu dilakukan dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan kelembapan tanah. Pada masa awal setelah penanaman, pastikan tanah di sekitar akar tidak terlalu kering agar tanaman dapat beradaptasi dan membentuk perakaran baru dengan baik.
Ketika tanaman sudah lebih besar, penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Hindari menyiram secara berlebihan jika tanah masih basah karena markisa tetap membutuhkan media dengan drainase yang baik. Penyiraman pada pagi atau sore hari dapat menjadi pilihan yang praktis.
Advertisement
8. Berikan Pupuk Secara Berkala
Pemupukan membantu menyediakan unsur hara yang diperlukan tanaman selama masa pertumbuhan. Kompos atau pupuk organik matang dapat diberikan secara berkala di sekitar area perakaran, sedangkan pupuk tambahan dapat disesuaikan dengan kondisi tanaman dan tujuan budidaya.
Ketika tanaman mulai memasuki fase pembungaan dan pembuahan, kebutuhan nutrisinya juga perlu diperhatikan. Jangan hanya mengejar pertumbuhan daun dan batang dengan pupuk tinggi nitrogen karena tanaman yang terlalu fokus pada pertumbuhan vegetatif belum tentu menghasilkan bunga dan buah secara optimal.
Advertisement
9. Pangkas Sulur yang Terlalu Rimbun
Pemangkasan merupakan bagian penting dalam cara menanam markisa di halaman rumah, terutama jika tanaman tumbuh dengan cepat dan mulai memenuhi rambatan. Sulur yang terlalu padat dapat membuat bagian dalam tanaman kekurangan cahaya dan sirkulasi udara.
Pangkas bagian yang kering, rusak, sakit, atau tumbuh tidak sesuai arah rambatan. Kamu juga dapat mengarahkan sulur yang sehat ke bagian penyangga yang masih kosong sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih teratur dan halaman rumah tetap terlihat rapi.
Advertisement
10. Perhatikan Hama dan Penyakit
Markisa dapat menghadapi berbagai gangguan selama masa pertumbuhan, terutama ketika kondisi lingkungan terlalu lembap atau tanaman kurang mendapatkan perawatan. Karena itu, periksa daun, batang, dan buah secara rutin untuk mengetahui tanda-tanda serangan sejak dini.
Jika menemukan bagian tanaman yang rusak atau terinfeksi, segera pisahkan atau pangkas bagian tersebut apabila memungkinkan. Menjaga kebersihan area sekitar tanaman, menghindari genangan air, serta memberikan sirkulasi udara yang baik dapat membantu menciptakan kondisi yang kurang ideal bagi berbagai gangguan tanaman.
Advertisement
11. Bantu Tanaman Saat Mulai Berbunga
Ketika markisa mulai menghasilkan bunga, perhatikan kondisi lingkungan di sekitarnya. Keberadaan serangga penyerbuk dapat membantu proses penyerbukan pada beberapa jenis markisa, sehingga halaman yang memiliki lingkungan ramah bagi serangga dapat mendukung pembentukan buah.
Jika tanaman berbunga tetapi buah sulit terbentuk, kamu dapat mempelajari karakter varietas yang ditanam karena kebutuhan penyerbukannya dapat berbeda. Jangan pula terlalu sering memangkas tanaman ketika sedang memasuki fase berbunga karena bunga yang muncul merupakan bagian penting dari proses produksi buah.
Advertisement
12. Panen Buah Markisa pada Waktu yang Tepat
Buah markisa sebaiknya dipanen ketika sudah menunjukkan tanda kematangan sesuai varietasnya. Perubahan warna kulit dan kondisi buah dapat menjadi petunjuk, tetapi karakter tersebut berbeda-beda antara markisa dengan warna buah yang berbeda.
Jangan terburu-buru memetik buah yang masih sangat muda karena rasa dan aromanya belum berkembang secara maksimal. Gunakan gunting atau alat potong yang bersih ketika memanen agar bagian tanaman tidak mengalami kerusakan yang tidak perlu.
Advertisement
Tips agar Markisa Rajin Berbuah
Menanam markisa hingga tumbuh subur belum tentu langsung menghasilkan buah dalam jumlah banyak. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tanaman mendapatkan kondisi yang mendukung pembungaan dan pembuahan, terutama dari segi cahaya, nutrisi, air, hingga kondisi rambatan. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar tanaman markisa di halaman rumah tumbuh lebih produktif.
- Letakkan tanaman di area yang mendapatkan sinar matahari langsung selama beberapa jam setiap hari karena pencahayaan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan pembentukan bunga.
- Siram tanaman secara teratur sesuai kondisi cuaca, tetapi hindari membuat tanah terlalu basah atau tergenang karena kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan akar.
- Berikan kompos atau pupuk organik matang secara berkala, kemudian sesuaikan pupuk tambahan dengan fase pertumbuhan tanaman agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi.
- Pangkas sulur atau bagian tanaman yang terlalu padat, kering, dan rusak agar cahaya serta sirkulasi udara dapat menjangkau bagian tanaman dengan lebih baik.
- Gunakan para-para, teralis, kawat, atau bambu yang kuat supaya sulur dapat menyebar dengan baik dan tanaman tidak bertumpuk pada satu bagian saja.
- Jika tanaman sudah berbunga tetapi sulit menghasilkan buah, perhatikan kebutuhan penyerbukan dari varietas yang ditanam dan kondisi lingkungan di sekitar tanaman.
- Periksa daun, batang, dan buah secara berkala sehingga tanda-tanda gangguan dapat diketahui lebih awal dan bagian tanaman yang bermasalah dapat segera ditangani.
- Perhatikan perubahan warna dan kondisi buah sesuai varietas markisa yang ditanam agar buah dipetik pada waktu yang tepat dan memiliki rasa serta aroma yang lebih optimal.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Markisa
1. Berapa lama markisa mulai berbuah?
Markisa dapat mulai berbuah setelah tanaman cukup matang, tetapi waktunya bergantung pada varietas, kondisi lingkungan, bibit, dan perawatannya.
2. Apakah markisa bisa ditanam di halaman rumah?
Bisa. Markisa cocok ditanam di halaman rumah selama tersedia sinar matahari, media tanam yang baik, serta rambatan untuk menopang sulurnya.
3. Apakah markisa harus menggunakan rambatan?
Ya. Sebagai tanaman merambat, markisa membutuhkan penyangga agar sulurnya dapat tumbuh dan menyebar dengan lebih teratur.
4. Berapa kali markisa harus disiram?
Frekuensi penyiraman menyesuaikan kondisi cuaca dan kelembapan tanah. Siram ketika media mulai mengering dan hindari genangan air.
5. Mengapa tanaman markisa tidak kunjung berbuah?
Penyebabnya bisa beragam, mulai dari kurangnya sinar matahari, nutrisi yang tidak seimbang, tanaman belum cukup matang, pemangkasan yang kurang tepat, hingga masalah penyerbukan.