Kesalahan menata ruangan sering membuat rumah terasa lebih sempit dan kurang nyaman. Furnitur yang terlalu banyak, ukuran perabot yang tidak sesuai, hingga barang yang menutup jalur mobilitas keluarga bisa mengurangi ruang gerak dan membuat pandangan terhalang.
Masalah tersebut bisa muncul di ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, maupun ruang makan. Penataan yang salah juga bisa membuat cahaya sulit masuk sehingga ruangan terasa semakin pengap. Karena itu, solusinya tidak selalu dengan menambah perabot, tetapi justru mengaturnya agar lebih rapi dan sesuai penempatan.
Lantas, kesalahan apa saja yang sering membuat ruangan terasa sempit dan bagaimana cara memperbaikinya tanpa renovasi? 8 kesalahan dalam menata ruangan beserta solusi praktisnya versi Merdeka.com mungkin bisa Anda pelajari dan menerapkannya di hunian, Sabtu (29/8).
Advertisement
1. Memasukkan Terlalu Banyak Furnitur
Kesalahan pertama adalah memenuhi satu ruangan dengan terlalu banyak furnitur. Sofa, meja, kursi, rak, dan lemari yang diletakkan sekaligus dapat mengurangi area untuk bergerak. Kondisi tersebut membuat ruangan terasa penuh meskipun setiap barang memiliki fungsi.
Solusinya adalah memilah furnitur berdasarkan penggunaan sehari-hari. Barang yang jarang dipakai dapat dipindahkan ke ruang penyimpanan atau dikeluarkan dari ruangan. Utamakan perabot yang memang dibutuhkan untuk aktivitas utama.
Triknya, kosongkan ruangan terlebih dahulu sebelum menentukan barang yang akan dikembalikan. Dengan cara ini, Anda dapat melihat area yang tersedia dan menghindari kebiasaan mengisi setiap sudut hanya karena masih terdapat ruang.
Advertisement
2. Memilih Furnitur yang Tidak Sesuai Ukuran Ruang
Furnitur yang terlalu besar dapat mengambil banyak ruang dan menghalangi pergerakan. Sofa panjang, meja lebar, atau lemari besar pada ruangan kecil membuat jarak antarbarang semakin dekat sehingga rumah terasa sempit.
Sebaliknya, terlalu banyak furnitur kecil juga dapat membuat ruangan terlihat penuh karena jumlah barang yang digunakan menjadi lebih banyak. Masalahnya bukan sekadar ukuran setiap perabot, tetapi hubungan antara ukuran barang dan luas ruang.
Sebelum membeli furnitur, ukur area yang tersedia dan tentukan tempat peletakannya. Sisakan ruang untuk berjalan dan membuka pintu atau laci. Cara ini membantu menghindari kesalahan menata ruangan sejak awal.
Advertisement
3. Menutup Jalur Jalan dengan Furnitur
Jalur menuju pintu, jendela, kamar, atau area lain sering tidak diperhitungkan saat menata rumah. Meja atau kursi yang berada di tengah jalan membuat penghuni harus berbelok ketika berpindah tempat.
Masalah tersebut dapat membuat ruangan terasa lebih kecil karena area lantai yang seharusnya digunakan untuk bergerak menjadi terpotong. Furnitur yang menghalangi jalan juga membuat kegiatan sehari-hari menjadi kurang praktis.
Atur furnitur dengan mengikuti jalur aktivitas utama penghuni rumah. Coba berjalan dari pintu masuk menuju ruang lain setelah semua barang ditempatkan. Jika harus berbelok atau memindahkan barang, tata letaknya perlu diperbaiki.
Advertisement
4. Membiarkan Barang Berserakan di Lantai
Barang yang diletakkan di lantai dapat mengurangi ruang untuk bergerak dan membuat pandangan terhenti pada banyak benda. Sepatu, mainan, kabel, kotak, atau perlengkapan rumah yang tidak memiliki tempat dapat membuat rumah terlihat penuh.
Solusinya adalah menentukan tempat penyimpanan untuk setiap kelompok barang. Gunakan rak, laci, kotak, atau ruang kosong yang tersedia agar benda tidak terus berada di lantai.
Tipsnya, biasakan mengembalikan barang setelah digunakan. Jika suatu benda tidak memiliki tempat penyimpanan, pertimbangkan apakah barang tersebut masih diperlukan. Langkah sederhana ini dapat mengurangi salah satu kesalahan menata ruangan yang sering terjadi.
Advertisement
5. Menggunakan Terlalu Banyak Dekorasi
Dekorasi dapat mengisi ruang kosong, tetapi terlalu banyak benda pajangan membuat dinding, meja, dan rak terlihat penuh. Foto, tanaman, vas, pajangan, dan aksesori yang dikumpulkan tanpa pengaturan dapat membuat perhatian terpecah.
Masalahnya semakin terlihat pada ruangan berukuran kecil karena setiap permukaan memiliki fungsi. Meja yang dipenuhi pajangan, misalnya, akan kehilangan ruang untuk aktivitas sehari-hari.
Pilih beberapa benda yang memang ingin ditampilkan dan simpan sisanya. Gunakan satu area sebagai tempat pajangan daripada memenuhi seluruh ruangan. Dengan begitu, dekorasi tetap dapat digunakan tanpa mengurangi ruang yang diperlukan.
Advertisement
6. Menghalangi Cahaya dari Jendela
Jendela yang tertutup barang, tirai, atau furnitur membuat cahaya dari luar tidak masuk secara maksimal. Ruangan kemudian tampak lebih gelap dan batas antararea menjadi kurang terlihat.
Masalah ini dapat terjadi ketika lemari atau sofa diletakkan terlalu dekat dengan jendela. Tirai yang selalu tertutup juga membuat ruangan kehilangan sumber cahaya pada siang hari.
Pindahkan barang yang menghalangi jendela dan buka tirai pada siang hari. Jika membutuhkan tirai, pilih yang dapat dibuka dengan mudah. Cara ini membantu membuat ruang terasa lebih terbuka tanpa mengubah ukuran bangunan.
Advertisement
7. Menempatkan Rak Terbuka Penuh Barang
Rak terbuka sering digunakan untuk menyimpan buku dan perlengkapan rumah. Namun, jika setiap bagian rak dipenuhi barang dengan bentuk dan ukuran berbeda, dinding terlihat ramai dan ruangan terasa semakin penuh.
Masalah tersebut dapat dikurangi dengan mengelompokkan barang berdasarkan fungsi. Barang yang sering digunakan dapat ditempatkan pada bagian yang mudah dijangkau, sedangkan barang yang jarang digunakan dapat disimpan di tempat tertutup.
Sisakan beberapa bagian rak tanpa barang dan hindari menjadikan semua permukaan sebagai tempat penyimpanan. Jika memungkinkan, gunakan lemari atau kotak untuk benda kecil agar pandangan tidak dipenuhi banyak barang.
Advertisement
8. Salah Menempatkan Cermin dan Karpet
Cermin dapat membantu memantulkan cahaya, tetapi penempatannya perlu diperhatikan. Jika cermin menghadap area yang penuh barang atau sudut yang gelap, pantulannya justru membuat benda tersebut terlihat berulang dan ruangan tampak semakin penuh.
Karpet juga dapat menimbulkan masalah jika ukurannya terlalu kecil dan ditempatkan tanpa memperhatikan susunan furnitur. Area lantai terlihat terpecah sehingga ruang terasa lebih sempit. Karena itu, jangan memilih karpet hanya berdasarkan ukuran yang tersedia.
Tempatkan cermin di area yang dapat memantulkan jendela atau sumber cahaya dan pilih karpet berdasarkan susunan furnitur. Pastikan benda tersebut membantu menyatukan area, bukan menambah batas visual di dalam ruangan.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kesalahan Menata Ruangan yang Bikin Rumah Terasa Makin Sempit
Apa yang membuat rumah terasa sempit?
Rumah dapat terasa sempit karena terlalu banyak furnitur, barang berserakan, jalur berjalan tertutup, dan pencahayaan yang kurang. Penataan ulang dapat membantu tanpa perlu memperluas bangunan.
Bagaimana cara membuat ruangan kecil terasa lebih luas?
Kurangi furnitur yang tidak diperlukan, manfaatkan ruang dinding, buka akses cahaya, dan susun perabot agar jalur berjalan tidak terhalang.
Apakah cermin bisa membuat ruangan terlihat lebih luas?
Bisa. Cermin dapat memantulkan cahaya dan bagian ruangan sehingga memberi kesan ruang lebih terbuka jika ditempatkan pada posisi yang tepat.
Apakah terlalu banyak furnitur membuat rumah terasa sempit?
Ya. Furnitur yang terlalu banyak mengurangi ruang gerak dan membuat area lantai terlihat penuh. Pilih perabot berdasarkan kebutuhan dan ukuran ruangan.
Bagaimana cara menata rumah kecil agar tidak terasa penuh?
Mulai dengan mengurangi barang yang tidak digunakan, menjaga jalur berjalan tetap terbuka, memanfaatkan penyimpanan, dan memastikan cahaya dari jendela tidak terhalang.