KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, dipercaya memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031. Dia dikenal luas sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Gus Kikin merupakan sosok yang memiliki pengalaman di berbagai bidang. Selain berkecimpung dalam dunia pesantren dan organisasi Nahdlatul Ulama, ia juga memiliki rekam jejak panjang di sektor korporasi hingga dikenal sebagai kiai entrepreneur.
Gus Kikin lahir pada 17 Agustus 1958. Ia merupakan putra pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum.
Dari pihak ibu, Gus Kikin memiliki garis keturunan yang terhubung dengan keluarga pendiri Nahdlatul Ulama. Ia merupakan keturunan Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung Hadratussyeikh KH M Hasyim Asy'ari.
Nyai Hj Khoiriyah Hasyim merupakan istri KH Ma'shum Ali, ulama ahli ilmu falak asal Gresik yang dikenal sebagai pengarang kitab Amtsilah Tasrifiyah. KH Ma'shum Ali juga merupakan kakak kandung KH Adlan Ali Cukir.
Sementara dari pihak ayah, garis keturunan Gus Kikin tersambung kepada KH Anwar Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang, Jombang. KH Anwar Alwi menikah dengan Nyai Hj Khadijah.
Gus Kikin juga masih memiliki hubungan keluarga dengan KH Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo.
Dalam kehidupan keluarga, Gus Kikin menikah dengan Nyai Hj Lelly Lailyah. Keduanya dikaruniai dua anak, yakni Ning Dewi Adzroti dan Gus Yusuf Adnan.
Advertisement
Pendidikan
Latar pendidikan Gus Kikin tidak hanya berasal dari lingkungan pesantren. Ia terlebih dahulu menempuh pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyah Jombang, kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Jombang dan SMAN 2 Jombang.
Gus Kikin selanjutnya mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Ia juga meraih gelar sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Terbuka.
Pengalaman keilmuannya turut dibentuk melalui pendidikan pesantren. Gus Kikin pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang yang didirikan ayahnya.
Ia juga pernah belajar di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang, yang didirikan oleh kakeknya.
Advertisement
Memimpin Pesantren Tebuireng
Nama Gus Kikin semakin dikenal setelah dipercaya meneruskan kepemimpinan Pesantren Tebuireng. Ia menjadi pengasuh pesantren tersebut sejak 2020 dan tercatat sebagai pengasuh ke-8.
Penunjukan Gus Kikin sebagai penerus KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah telah dipersiapkan beberapa tahun sebelumnya. Pada 2016, keluarga besar keturunan KH M Hasyim Asy'ari menggelar musyawarah untuk menentukan penerus kepemimpinan pesantren.
Di bawah kepemimpinannya, Gus Kikin meneruskan berbagai pengembangan yang sebelumnya telah dilakukan Gus Sholah. Pesantren Tebuireng kemudian berkembang hingga memiliki 15 cabang di berbagai wilayah Indonesia.
Advertisement
Aktif di Organisasi NU
Selain mengurus pesantren, Gus Kikin memiliki perjalanan panjang dalam organisasi NU. Sejak 2022, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua PBNU Bidang Ekonomi.
Sebelumnya, Gus Kikin merupakan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur selama periode 2008-2022. Ia juga sempat dipercaya menjadi Penjabat Ketua PWNU Jawa Timur sebelum kemudian ditetapkan sebagai Ketua PWNU Jawa Timur masa khidmat 2024-2029.
Pengalaman tersebut membuat Gus Kikin memiliki rekam jejak yang cukup panjang dalam struktur organisasi NU sebelum akhirnya dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.
Advertisement
Punya Pengalaman di Dunia Bisnis
Gus Kikin juga memiliki pengalaman di sektor bisnis dan korporasi. Sebelum aktif penuh di dunia pesantren, ia pernah bekerja di PT Djakarta Lloyd, badan usaha milik negara yang bergerak di sektor pelayaran dan logistik.
Pada periode 1980-1992, Gus Kikin pernah menempati sejumlah posisi di perusahaan tersebut, antara lain sebagai Kepala Cabang Cilegon dan Pimpinan Harian Cabang Medan.
Kariernya di dunia usaha berlanjut dengan mendirikan BBS Group pada 1997. Kelompok usaha tersebut bergerak di berbagai sektor.
Gus Kikin juga pernah dipercaya menjadi Ketua Bidang Energi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur pada 2000-2013.
Di sektor energi, ia tercatat sebagai pemilik PT Energi Mineral Langgeng (EML), perusahaan nasional yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi (migas). Gus Kikin juga merupakan pemilik stasiun televisi BBS TV.
Dengan pengalaman di lingkungan pesantren, organisasi NU, dan dunia korporasi, Gus Kikin kini menghadapi tantangan baru sebagai Ketua Umum PBNU. Latar belakang tersebut menjadi bekal dalam menjalankan agenda organisasi, termasuk penguatan ekonomi warga NU dan transformasi digital.