Potensi Hujan Ringan di Berbagai Wilayah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan berpotensi mengguyur sejumlah kota besar di Indonesia pada Senin (31/8/2026). Fenomena cuaca ini diprediksi terjadi secara merata di berbagai pulau.
Prakirawan BMKG, Ina, menyebut hujan ringan diprakirakan terjadi di Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Serang, Bandung, dan Tanjung Selor. Sementara itu, untuk wilayah Indonesia bagian timur, hujan ringan diprakirakan terjadi di Mamuju, Ambon, Manokwari, Nabire, dan Jayawijaya.
Dilansir dari Antara, Ina menambahkan, "Sementara kota yang diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan tebal, yakni Banda Aceh, Pangkalpinang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Samarinda." Adapun Denpasar, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, dan Jayapura diprakirakan mengalami kondisi serupa.
Advertisement
Fenomena Udara Kabur dan Asap
Selain potensi hujan, BMKG mencatat adanya kondisi udara kabur di beberapa wilayah. Fenomena ini diprakirakan terjadi di Jambi, Bandar Lampung, Pontianak, serta Palu.
Di sisi lain, terdapat potensi asap atau kabut yang dapat memengaruhi jarak pandang di sejumlah kota. Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi Palangkaraya, Banjarmasin, dan Mataram.
BMKG juga mencatat adanya potensi hujan disertai petir yang diperkirakan terjadi di Merauke. Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi sepanjang hari.
Advertisement
Pemicu Pertumbuhan Awan Hujan
Secara umum, BMKG menyebut daerah perlambatan angin atau konvergensi berpotensi terbentuk di sejumlah wilayah. Daerah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Papua, Papua Selatan, dan Papua Tengah.
Kondisi konvergensi ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah terkait. Masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG untuk mendapatkan informasi terkini.