Musim kemarau identik dengan cuaca yang lebih panas, kelembapan udara yang rendah, serta berkurangnya curah hujan. Kondisi tersebut membuat penghuni rumah perlu menyesuaikan cara merawat rumah agar tetap nyaman sekaligus lebih efisien dalam menggunakan air.
Berbagai lifehack sederhana dapat membantu menjaga kebersihan, mengurangi panas di dalam rumah, hingga menghemat penggunaan air tanpa memerlukan biaya besar. Langkah-langkah ini juga didasarkan pada praktik perawatan rumah yang aman dan umum direkomendasikan untuk menghadapi musim kemarau.
Lebih lanjut, berikut lifehack rumah yang cocok dicoba saat musim kemarau, dihimpun Merdeka.com dari berbagai sumber, Kamis (30/7).
Advertisement
1. Tampung Air Bekas Bilasan Sayur untuk Menyiram Tanaman
Pada musim kemarau, air menjadi sumber daya yang perlu digunakan secara bijak. Salah satu cara paling mudah adalah menampung air bekas membilas sayur atau buah yang tidak mengandung sabun maupun bahan kimia untuk dimanfaatkan kembali.
Air tersebut dapat digunakan untuk menyiram tanaman hias maupun tanaman di pekarangan. Cara ini membantu mengurangi pemborosan air bersih sekaligus menjaga tanaman tetap mendapatkan kelembapan yang cukup saat cuaca panas.
Pastikan air bekas bilasan tidak mengandung garam, minyak, deterjen, atau cairan pembersih lainnya karena dapat merusak tanah dan akar tanaman. Gunakan air tersebut sesegera mungkin agar kualitasnya tetap baik.
Advertisement
2. Tutup Tirai atau Gorden pada Siang Hari
Sinar matahari yang masuk langsung melalui jendela dapat meningkatkan suhu ruangan secara signifikan. Menutup tirai, gorden, atau blind saat matahari sedang terik membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah.
Cara sederhana ini membuat ruangan terasa lebih sejuk sehingga penggunaan kipas angin atau pendingin ruangan dapat dikurangi. Dampaknya, konsumsi listrik juga menjadi lebih hemat.
Agar rumah tetap terang, pilih tirai berwarna terang atau berbahan tipis yang masih mampu memantulkan sebagian sinar matahari tanpa membuat ruangan gelap.
Advertisement
3. Siram Tanaman pada Pagi atau Sore Hari
Banyak orang menyiram tanaman pada siang hari ketika cuaca sedang panas. Padahal, air lebih cepat menguap sehingga penyerapannya oleh akar menjadi kurang optimal.
Waktu terbaik untuk menyiram tanaman adalah pagi sebelum matahari terik atau sore menjelang matahari terbenam. Pada waktu tersebut, penguapan lebih rendah sehingga air dapat dimanfaatkan tanaman dengan lebih efektif.
Selain menghemat air, penyiraman pada waktu yang tepat juga membantu menjaga kelembapan tanah lebih lama selama musim kemarau.
Advertisement
4. Bersihkan Debu Lebih Rutin
Udara kering pada musim kemarau membuat debu lebih mudah beterbangan dan menempel pada berbagai permukaan di dalam rumah. Akibatnya, meja, rak, kusen jendela, hingga perabot menjadi lebih cepat berdebu.
Gunakan kain mikrofiber yang sedikit dibasahi untuk mengangkat debu dibandingkan kemoceng kering. Cara ini lebih efektif karena debu tidak mudah kembali beterbangan ke udara.
Membersihkan debu secara rutin juga membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah, terutama bagi penghuni yang memiliki alergi atau sensitif terhadap debu.
Advertisement
5. Periksa dan Perbaiki Kebocoran Keran
Keran yang terus menetes mungkin terlihat sepele, tetapi dapat menyebabkan pemborosan air dalam jangka panjang. Saat musim kemarau, setiap tetes air menjadi lebih berharga.
Luangkan waktu untuk memeriksa keran dapur, kamar mandi, maupun saluran air di halaman. Jika ditemukan kebocoran, segera ganti karet seal atau lakukan perbaikan agar air tidak terus terbuang.
Kebiasaan sederhana ini tidak hanya menghemat penggunaan air, tetapi juga membantu menekan tagihan air setiap bulan.
Advertisement
6. Gunakan Mulsa pada Tanaman di Halaman
Jika memiliki kebun atau tanaman di pekarangan, lapisi permukaan tanah dengan mulsa organik seperti daun kering, sekam padi, atau serpihan kayu. Mulsa membantu mengurangi penguapan air dari permukaan tanah.
Lapisan tersebut juga menjaga suhu tanah tetap lebih stabil sehingga akar tanaman tidak mudah mengalami stres akibat panas berlebih.
Selain menghemat frekuensi penyiraman, mulsa organik akan terurai secara alami dan membantu memperbaiki kualitas tanah seiring waktu.
Advertisement
7. Jemur Pakaian pada Waktu yang Tepat
Musim kemarau merupakan waktu ideal untuk menjemur pakaian karena sinar matahari lebih melimpah. Namun, pakaian berwarna sebaiknya tidak dijemur terlalu lama di bawah sinar matahari langsung.
Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat mempercepat pudarnya warna kain. Untuk pakaian berwarna, balik bagian dalam ke luar sebelum dijemur agar warna lebih awet.
Sementara itu, kasur, bantal, atau guling dapat dijemur sesekali pada pagi hingga menjelang siang untuk membantu mengurangi kelembapan dan bau apek tanpa membiarkannya terlalu lama di bawah terik matahari.
Advertisement
8. Manfaatkan Ventilasi Silang pada Pagi dan Malam Hari
Saat suhu udara di luar lebih sejuk, bukalah jendela yang saling berhadapan agar terjadi ventilasi silang. Aliran udara alami ini membantu mengeluarkan udara panas yang terperangkap di dalam rumah.
Setelah suhu luar mulai meningkat pada siang hari, tutup kembali jendela dan tirai agar panas tidak mudah masuk. Strategi sederhana ini efektif menjaga suhu ruangan tetap lebih nyaman.
Sirkulasi udara yang baik juga membantu mengurangi rasa pengap di dalam rumah tanpa harus terus-menerus mengandalkan pendingin ruangan, sehingga penggunaan energi menjadi lebih efisien selama musim kemarau.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Lifehack Rumah yang Cocok Dicoba Saat Musim Kemarau
1. Bagaimana cara menjaga rumah tetap sejuk saat musim kemarau tanpa menggunakan AC?
Anda dapat mengurangi panas di dalam rumah dengan menutup tirai atau gorden pada siang hari, membuka jendela pada pagi dan malam untuk menciptakan ventilasi silang, serta menggunakan kipas angin agar sirkulasi udara lebih lancar. Menempatkan tanaman di sekitar rumah juga dapat membantu menciptakan suasana yang lebih sejuk.
2. Apakah air bekas bilasan sayur aman digunakan untuk menyiram tanaman?
Ya, air bekas membilas sayur atau buah umumnya aman digunakan selama tidak mengandung sabun, deterjen, minyak, garam, atau bahan kimia lainnya. Sebaiknya gunakan air tersebut sesegera mungkin agar kualitasnya tetap baik dan tidak menimbulkan bau.
3. Kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman saat musim kemarau?
Waktu terbaik adalah pada pagi hari sebelum matahari terik atau sore hari menjelang matahari terbenam. Penyiraman pada waktu tersebut mengurangi penguapan sehingga air lebih efektif diserap akar dan kelembapan tanah dapat bertahan lebih lama.