7 Bahan Murah di Dapur yang Ampuh Menyerap Udara Lembap dan Bau Apek

Temukan 7 bahan murah di dapur yang ampuh menyerap udara lembap dan bau apek. Solusi alami tanpa kimia untuk ruangan, lemari, dan dapur Anda.

Mabruri Pudyas Salim
Oleh Mabruri Pudyas Salim - Reporter
7 Bahan Murah di Dapur yang Ampuh Menyerap Udara Lembap dan Bau Apek
Cara ampuh menghilangkan bau apek di ruangan lembab (foto: Freepik/benzoix)

Pernahkah Anda membuka lemari pakaian dan langsung disambut bau apek yang menyengat? Atau merasa dapur terasa pengap dan lembap meskipun sudah dibersihkan? Masalah ini umum terjadi, terutama di musim hujan atau di ruangan dengan sirkulasi udara yang buruk. Kelembapan berlebih tidak hanya menimbulkan bau tak sedap, tetapi juga memicu pertumbuhan jamur dan bakteri yang dapat mengganggu kesehatan serta merusak perabotan.

Solusinya ternyata sangat sederhana dan murah. Anda tidak perlu membeli pengharum ruangan mahal atau dehumidifier listrik. Cukup manfaatkan bahan murah di dapur yang ampuh menyerap udara lembap dan bau apek.

Mulai dari baking soda, bubuk kopi, hingga garam dapur yang sudah tersedia di rumah Anda, berikut barang murah di dapur yang ampuh menyerap udara lembap dan bau apek, sebagaimana telah Merdeka.com dari berbagai sumber, Kamis (23/7/2026).

 

1. Baking Soda (Soda Kue) — Si Penyerap Bau Serbaguna

Baking Soda dan Cuka
Ilustrasi Baking Soda Credit: pexels.com/Kaboompics

Baking soda atau natrium bikarbonat adalah bahan penyerap bau alami yang sangat efektif dalam mengatasi masalah bau di dalam rumah. Sifat kimianya mampu mengikat molekul penyebab bau tak sedap secara langsung, menjadikannya andalan utama untuk menetralkan aroma apek di berbagai tempat tertutup. Selain itu, bahan ini juga memiliki kemampuan menyerap kelembapan ringan di sekitarnya.

Cara menggunakan bahan ini tergolong sangat mudah dan praktis untuk dilakukan sehari-hari. Anda dapat menaburkan baking soda secara langsung di rak lemari, sudut ruangan, maupun pada permukaan karpet yang terasa lembap. Biarkan bubuk tersebut selama beberapa jam agar proses penyerapan bau bekerja maksimal, lalu bersihkan sisa bubuk menggunakan vacuum cleaner. Khusus untuk area lemari pakaian, Anda cukup membuka kotak kemasannya dan meletakkannya di bagian belakang.

Untuk mendapatkan hasil yang paling optimal, pastikan untuk mengganti baking soda secara berkala. Frekuensi penggantian yang disarankan adalah setiap 1 hingga 2 minggu sekali agar daya serapnya tetap terjaga dengan baik.

2. Bubuk Kopi — Aroma Kuat yang Menetralkan Bau

Sesendok bubuk kopi (Pexels)
Sesendok bubuk kopi (Pexels)

Bubuk kopi mengandung senyawa karbon alami yang bekerja sangat mirip dengan cara kerja arang aktif dalam menyerap aroma tidak sedap. Keunggulan utamanya tidak hanya terletak pada kemampuannya menetralkan bau apek yang mengganggu, tetapi juga meninggalkan aroma harum yang khas dan menyegarkan ruangan.

Penerapan bahan ini di rumah dapat dilakukan dengan cara yang praktis dan ramah lingkungan. Anda cukup memasukkan bubuk kopi ke dalam kantong teh bekas yang sudah dibersihkan, kaus kaki bersih, atau bungkus kain tipis. Letakkan bungkusan tersebut di pojok lemari, laci meja, atau area dapur yang sering mengeluarkan bau tak sedap. Bahkan, ampas kopi bekas pun masih sangat bisa dimanfaatkan untuk keperluan ini.

Agar efektivitasnya tidak menurun, perhatikan waktu penggantian bahan ini secara rutin. Anda disarankan untuk mengganti bubuk kopi setiap dua minggu sekali agar aroma dan daya serapnya tetap terjaga optimal.

 

3. Garam Dapur — Penyerap Kelembapan Alami

Kenali Perbedaan Garam Kasar dan Garam Halus dan Manfaatnya untuk Masakan di Rumah
Memilih jenis garam yang tepat ternyata bisa memengaruhi rasa, tekstur, hingga hasil akhir masakan. [Dok/Pexels.com/Tara Winstead].

Garam memiliki sifat alami yang disebut higroskopis, yaitu kemampuan istimewa untuk menarik dan menyerap molekul air atau uap air dari udara. Sifat kimiawi inilah yang membuat garam menjadi salah satu bahan alami paling handal dalam mengatasi masalah kelembapan di dalam ruangan tertutup.

Cara memanfaatkan garam dapur ini sangatlah sederhana untuk diterapkan kapan saja. Anda hanya perlu meletakkan garam ke dalam wadah terbuka, lalu menempatkannya di sudut-sudut ruangan atau area rumah yang cenderung lembap. Penggunaan garam kasar atau yang biasa disebut garam krosok sangat dianjurkan karena memberikan hasil penyerapan yang jauh lebih maksimal.

Anda perlu memantau kondisi fisik garam tersebut secara berkala sebagai tanda kapan waktu penggantiannya tiba. Segera ganti wadah garam ketika teksturnya mulai terlihat basah atau menggumpal akibat uap air yang terserap.

4. Cuka Putih — Penetral Bau Membandel

Larutan Cuka Putih dan Air
Larutan Cuka Putih dan Air

Cuka putih adalah bahan dapur serbaguna yang mengandung asam asetat tinggi, efektif dalam menetralkan molekul penyebab bau apek secara tuntas. Selain menghilangkan bau, lingkungan yang bersifat asam membuat jamur dan bakteri kesulitan untuk berkembang biak, sehingga pertumbuhan jamur di area lembap dapat dicegah dengan baik.

Penerapan cuka putih untuk mengatasi bau bisa dilakukan melalui metode penyemprotan yang praktis. Campurkan cuka putih dan air bersih dengan perbandingan 1:1 ke dalam sebuah botol semprot, lalu aduk hingga merata. Semprotkan cairan tersebut ke area yang berbau apek, seperti dinding lemari bagian dalam atau sudut-sudut dapur yang pengap, lalu biarkan cairan cuka menguap dengan sendirinya beserta bau tak sedap.

Anda dapat menggunakan metode semprotan cuka putih ini secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan di rumah. Lakukan penyemprotan ulang terutama saat aroma apek mulai tercium kembali di area tersebut.

5. Arang Aktif — Pori-Pori Super Penyerap

Manfaat Arang Aktif
Manfaat Arang Aktif (Photo by Adrien Olichon on Unsplash)

Arang aktif dikenal sebagai material yang memiliki struktur pori-pori mikroskopis dalam jumlah yang sangat melimpah. Struktur pori-pori super inilah yang membuat arang aktif mampu mengisap partikel bau sekaligus kelembapan udara dengan performa jauh lebih baik dibandingkan kebanyakan bahan alami lainnya.

Cara pemanfaatan arang aktif untuk keperluan rumah tangga sangatlah mudah dan praktis. Bungkuslah potongan arang aktif menggunakan kain kasa atau kantong kain berpori kecil agar butirannya tidak berceceran. Letakkan bungkusan tersebut di dekat tempat sampah, di dalam lemari pakaian, sudut dapur, atau area tertutup lain yang rentan lembap seperti kamar mandi dan gudang.

Mengingat daya serapnya yang tinggi dan tahan lama, siklus penggantian bahan ini tidak perlu terlalu sering dilakukan. Anda cukup mengganti arang aktif dengan yang baru setiap 1 hingga 2 bulan sekali.

6. Kulit Jeruk atau Lemon — Wangi Segar Alami

Kulit Jeruk
Ilustrasi Kulit Jeruk Credit: pexels.com/Delio

Kulit jeruk dan lemon kaya akan kandungan minyak esensial alami yang dikenal memiliki aroma segar serta kemampuan kuat dalam menyerap bau. Di samping itu, sifat asam alami yang terkandung di dalam buah-buahan citrus ini juga ampuh untuk membantu membasmi jamur yang menjadi sumber utama timbulnya bau apek.

Pengolahan kulit buah ini untuk pengharum ruangan alami memerlukan sedikit tahapan persiapan awal. Keringkan kulit jeruk atau lemon terlebih dahulu di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering, lalu masukkan ke dalam kantong kain kecil untuk disimpan di dalam lemari. Alternatif lainnya, Anda bisa merebus kulit jeruk bersama sedikit kayu manis untuk mendapatkan aroma segar instan ke seluruh ruangan.

Untuk menjaga kesegaran aroma dan efektivitas kelembapannya, bahan alami ini memiliki batas waktu penggunaan yang relatif singkat. Pastikan untuk mengganti kantong kulit jeruk atau lemon setiap satu minggu sekali.

7. Beras — Penyerap Kelembapan Klasik

5 Cara Atasi Bau Apek pada Beras agar Tetap Nikmat Saat Dimakan - Cover
ilustrasi beras dam padi/copyright freepik.com/jcomp

Beras memiliki sifat alami sebagai desiccant atau agen penyerap kelembapan yang sangat klasik namun terbukti fungsional. Kemampuan butiran beras dalam mengikat uap air di sekitarnya efektif membantu menurunkan tingkat kelembapan di dalam ruang-ruang penyimpanan yang tertutup rapat.

Cara menggunakan beras sebagai penyerap kelembapan sangat mudah diaplikasikan oleh siapa saja di rumah. Letakkan secangkir beras mentah ke dalam sebuah wadah terbuka, lalu posisikan di dalam lemari pakaian atau ruangan kecil yang terasa lembap. Anda juga bisa meneteskan sedikit minyak esensial ke dalam beras jika ingin memberikan sentuhan aroma harum yang lembut.

Perawatan berkala tetap diperlukan untuk memastikan efektivitas fungsi penyerapan uap air ini. Ganti beras mentah di dalam wadah setiap 2 hingga 3 minggu sekali atau segera saat tekstur beras mulai terlihat basah dan menggumpal.

 

Pertanyaan Seputar Penyerap Bau Alami

Q: Apa bahan dapur paling ampuh untuk menyerap bau apek?

A: Baking soda adalah bahan paling serbaguna dan ampuh karena mampu mengikat molekul penyebab bau sekaligus menyerap kelembapan.

Q: Berapa lama baking soda bisa menyerap bau?

A: Baking soda mulai bekerja dalam beberapa jam dan bisa bertahan hingga 1–2 minggu sebelum perlu diganti.

Q: Apakah bubuk kopi bisa menggunakan ampas bekas?

A: Ya, ampas kopi bekas yang sudah dikeringkan masih efektif menyerap bau apek dan amis.

Q: Bagaimana cara menggunakan cuka agar tidak meninggalkan bau menyengat?

A: Campurkan cuka dengan air (1:1), semprotkan tipis-tipis, lalu biarkan menguap. Aroma cuka akan hilang bersama bau tak sedap.

Q: Bahan mana yang paling cocok untuk lemari pakaian?

A: Baking soda dan bubuk kopi adalah pilihan terbaik untuk lemari karena tidak meninggalkan residu basah dan aman untuk pakaian.

Rekomendasi