Cara membuat hidroponik bayam bisa sangat mungkin dilakukan di rumah, meskipun kondisi lahan tidak begitu luas. Meski ditanam menggunakan sistem sederhana tersebut, namun tanaman bayam bisa sangat mungkin untuk dipanen dalam waktu yang singkat setelah penanaman yakni 25 hari.
Sebenarnya, metode ini sangat praktis untuk mempermudah budidaya tanaman sayur. Hal terpenting yang wajib diperhatikan adalah pemilihan jenis benih, pemaksimalan cahaya matahari, pemenuhan kebutuhan air dan nutrisi, serta kondisi tempat di mana bayam ditanam.
Bagi pemula, sistem yang juga dikenal dengan nama wick atau sumbu ini bisa sangat mudah dijalankan, karena cara kerjanya tidak membutuhkan pompa. Untuk mengetahui lebih lanjut, mari simak informasi selengkapnya, dihadirkan Merdeka.com, Senin (7/9).
Advertisement
1. Siapkan Bahan untuk Membuat Hidroponik Bayam
Sebelum memulai budidaya bayam secara hidroponik ini, mula-mula Anda perlu menyiapkan beberapa bahan sebagai tempat tumbuh, penampung air, dan sumber nutrisi tanaman. Beberapa barang bekas dipilih, asal kondisinya bersih dan mampu menampung air, termasuk mendukung posisi tanaman.
Langkah yang perlu disiapkan adalah:
- Siapkan benih bayam sesuai jumlah tanaman yang ingin ditanam.
- Siapkan rockwool atau spons sebagai media untuk menyemai benih.
- Gunakan netpot sebagai tempat media dan tanaman.
- Siapkan wadah seperti ember atau kotak plastik untuk menampung larutan nutrisi.
- Potong kain flanel untuk digunakan sebagai sumbu.
- Siapkan air bersih untuk membuat larutan.
- Gunakan nutrisi AB Mix khusus sayuran daun sesuai petunjuk pada kemasan.
- Siapkan pH meter jika ingin memeriksa kondisi larutan secara berkala.
Advertisement
2. Semai Benih Bayam Sebelum Dipindahkan
Langkah kedua, penyemaian menjadi tahap di awal yang menentukan perkembangan tanaman karena benih perlu mendapatkan air dan kondisi yang mendukung sebelum dipindahkan ke sistem hidroponik. Media tanam harus tetap lembap, tetapi tidak perlu direndam, sementara tempat penyemaian sebaiknya mendapat cahaya agar bibit bisa melanjutkan pertumbuhan setelah berkecambah.
Ikuti langkah berikut:
- Potong rockwool menjadi beberapa bagian sesuai jumlah benih.
- Basahi rockwool menggunakan air bersih.
- Buat lubang kecil pada bagian atas media.
- Masukkan satu atau dua benih ke setiap lubang.
- Letakkan media pada tempat yang mendapat cahaya.
- Periksa kelembapan media setiap hari.
- Jika terdapat dua bibit dalam satu media, pilih satu tanaman setelah bibit mulai berkembang.
Benih bayam biasanya mulai berkecambah dalam beberapa hari. Ketika bibit sudah memiliki sekitar dua sampai tiga daun, tanaman bisa dipindahkan ke wadah hidroponik agar memiliki ruang dan pasokan nutrisi untuk melanjutkan pertumbuhan.
Advertisement
3. Pindahkan Bibit ke Wadah Hidroponik
Bibit yang sudah memiliki sekitar dua sampai tiga daun bisa dipindahkan ke netpot. Media yang berisi bibit ditempatkan di dalam netpot, kemudian kain flanel dipasang dari bagian bawah media menuju wadah larutan nutrisi.
Bagian bawah kain perlu menyentuh larutan sehingga air bisa bergerak menuju media tanam. Sistem tersebut membuat tanaman tetap memperoleh air tanpa menggunakan pompa, sehingga cocok digunakan untuk percobaan hidroponik di rumah.
Pemindahan sebaiknya dilakukan ketika bibit sudah cukup berkembang dan tidak terlalu lama dibiarkan dalam media semai. Jika ingin mengejar panen sekitar 25 hari, proses pemindahan perlu dilakukan setelah bibit siap agar masa pertumbuhan tanaman tidak banyak terpotong.
Advertisement
4. Atur Air dan Nutrisi untuk Bayam
Air dan nutrisi menjadi bagian yang perlu diperiksa selama bayam tumbuh karena tanaman memperoleh kebutuhan tersebut melalui sistem hidroponik. Larutan yang digunakan harus disesuaikan dengan petunjuk nutrisi yang dipilih, sedangkan jumlah air perlu diperhatikan agar akar tidak kekurangan pasokan selama masa pertumbuhan.
Langkah perawatannya sebagai berikut:
- Siapkan air sesuai kapasitas wadah.
- Campurkan nutrisi AB Mix untuk sayuran daun mengikuti petunjuk pada kemasan.
- Gunakan larutan tersebut sebagai sumber nutrisi tanaman.
- Periksa volume air secara rutin.
- Tambahkan air ketika jumlah larutan mulai berkurang.
- Periksa kondisi akar dan media agar tetap terhubung dengan pasokan air.
- Jika menggunakan pH meter, jaga pH larutan sekitar 5,5–6,5.
- Jangan menambahkan nutrisi secara berlebihan dengan anggapan tanaman akan tumbuh lebih cepat.
- Jumlah nutrisi perlu mengikuti kebutuhan tanaman dan petunjuk produk karena larutan yang terlalu pekat bisa mengganggu pertumbuhan.
Advertisement
5. Pastikan Bayam Mendapat Cahaya
Bayam membutuhkan cahaya untuk mendukung pertumbuhan daun. Karena itu, wadah hidroponik sebaiknya ditempatkan di area yang mendapat sinar matahari beberapa jam setiap hari dan tidak terhalang oleh benda atau tanaman lain.
Tempat yang terlalu gelap bisa membuat tanaman tumbuh memanjang dengan batang yang kurang kuat. Kondisi tersebut bisa memengaruhi perkembangan daun dan membuat target panen sekitar 25 hari lebih sulit dicapai.
Perhatikan pula jarak antarwadah jika menanam dalam jumlah banyak. Daun yang terlalu berdekatan bisa saling menutupi sehingga sebagian tanaman tidak memperoleh cahaya yang cukup.
Advertisement
6. Rawat Bayam Sampai Hari ke-25
Perawatan setelah pindah tanam perlu dilakukan secara rutin karena kondisi air, sumbu, media, dan tanaman bisa berubah selama masa pertumbuhan. Pemeriksaan tidak harus dilakukan dengan peralatan khusus karena sebagian besar kondisi tanaman bisa dilihat secara langsung dari volume air, bentuk daun, dan perkembangan batang.
Langkah yang bisa dilakukan setiap hari adalah:
- Periksa jumlah air di dalam wadah.
- Tambahkan air jika volumenya berkurang.
- Pastikan kain flanel tetap terhubung dengan larutan.
- Periksa daun untuk melihat perubahan pada tanaman.
- Pastikan tanaman tidak terlalu rapat.
- Singkirkan bibit yang tumbuh berlebihan dalam satu netpot.
- Pastikan tanaman tetap memperoleh cahaya setiap hari.
- Mulai periksa ukuran tanaman secara lebih rutin sejak hari ke-20.
Target 25 hari tidak berlaku sama untuk semua tanaman. Perbedaan jenis benih, jumlah cahaya, kondisi lingkungan, air, dan nutrisi bisa membuat waktu panen lebih cepat atau lebih lama.
Advertisement
7. Panen Bayam Sekitar 25 Hari
Bayam bisa mulai diperiksa sejak sekitar hari ke-20 untuk melihat apakah ukuran daunnya sudah sesuai kebutuhan. Jika pertumbuhan berjalan sesuai kondisi yang diperlukan, tanaman bisa dipanen sekitar hari ke-25 setelah penanaman.
Bayam bisa dipanen dengan mencabut tanaman bersama akarnya atau memotong bagian batang sesuai kebutuhan. Jika seluruh tanaman ingin digunakan, pencabutan bisa dilakukan langsung dari media kemudian akar dibersihkan sebelum tanaman diolah.
Setelah panen selesai, wadah dan peralatan dapat dicuci untuk digunakan kembali. Benih baru kemudian bisa disiapkan sehingga penanaman berikutnya tidak harus dimulai dari awal persiapan alat.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Hidroponik Bayam
1. Apakah bayam hidroponik bisa panen 25 hari?
Bisa, jika pertumbuhan tanaman berjalan sesuai kebutuhan. Namun, 25 hari merupakan perkiraan karena waktu panen dipengaruhi benih, cahaya, air, nutrisi, dan kondisi lingkungan.
2. Apa nutrisi untuk bayam hidroponik?
Bayam bisa menggunakan AB Mix yang diperuntukkan bagi sayuran daun. Takaran penggunaannya mengikuti petunjuk pada kemasan produk.
3. Apakah hidroponik bayam harus menggunakan pompa?
Tidak. Sistem wick bisa digunakan karena kain flanel membantu menyalurkan air dari wadah menuju media tanam.
4. Berapa lama benih bayam mulai berkecambah?
Benih bayam biasanya mulai berkecambah dalam beberapa hari setelah disemai jika media tetap lembap dan mendapat kondisi yang mendukung.
5. Kapan bayam hidroponik siap dipanen?
Bayam bisa mulai diperiksa sejak sekitar hari ke-20 dan dipanen sekitar hari ke-25 jika ukuran tanaman sudah sesuai kebutuhan. Waktu tersebut bisa berbeda pada setiap tanaman.