Cara Menanam Pare yang Merambat di Pagar agar Cepat Berbuah Lebat

Simak cara menanam pare yang merambat di pagar mulai dari media tanam, rambatan, hingga tips agar cepat berbuah lebat di lahan sempit rumah.

Bimo Bagas Basworo
Oleh Bimo Bagas Basworo - Reporter
Cara Menanam Pare yang Merambat di Pagar agar Cepat Berbuah Lebat
Cara Menanam Pare yang Merambat di Pagar agar Cepat Berbuah Lebat. (Foto: AI Generated)

Pagar rumah tidak hanya berfungsi sebagai pembatas lahan. Bagian tersebut dapat dimanfaatkan untuk tempat tumbuh tanaman pare. Dengan cara menanam pare yang merambat di pagar, lahan yang terbatas tetap bisa digunakan untuk menghasilkan sayuran. Tanaman cukup diarahkan mengikuti pagar agar sulurnya tidak memenuhi area lain di rumah.

Pare tumbuh dengan sulur sehingga membutuhkan tempat untuk merambat. Jika tidak diarahkan sejak awal, sulur dapat menjalar ke tanah, bercampur dengan tanaman lain, atau sulit dipantau. Pagar dapat digunakan sebagai tempat rambatan yang membantu tanaman tumbuh mengikuti ruang yang sudah tersedia di sekitar rumah tanpa membutuhkan lahan tambahan.

Penanaman pare di pagar tidak membutuhkan langkah yang rumit. Berikut ini adalah cara menanam pare yang merambat di pagar yang bisa Anda coba di rumah seperti yang telah dilansir oleh Merdeka.com dari berbagai sumber, Senin (7/9/2026).

Pilih dan Siapkan Benih Pare

Pare
Pilih dan Siapkan Benih Pare. (Foto: AI Generated)

Gunakan biji dari buah pare yang sudah matang. Buah yang matang dapat dikenali dari perubahan warna kulitnya. Keluarkan biji, lalu bersihkan sisa daging buah yang menempel. Setelah itu, keringkan biji sebelum digunakan untuk proses penanaman. Pilih biji yang tidak rusak atau menunjukkan tanda pembusukan.

Biji pare dapat direndam sebelum ditanam. Masukkan biji ke dalam air selama beberapa jam, kemudian tiriskan. Langkah tersebut membantu biji menyerap air sebelum masuk ke media tanam. Jika menggunakan benih kemasan, ikuti petunjuk yang tercantum pada kemasan untuk mendapatkan hasil sesuai kebutuhan.

Benih juga dapat disemai terlebih dahulu agar pertumbuhan awal lebih mudah dipantau. Setelah bibit tumbuh dan memiliki beberapa daun, tanaman dapat dipindahkan ke tempat yang sudah disiapkan di dekat pagar. Cara ini membantu tanaman melewati tahap awal sebelum diarahkan untuk merambat.

Siapkan Media Tanam di Dekat Pagar

Pilih bagian pagar yang mendapat sinar matahari dan tidak menjadi tempat genangan air. Pare dapat ditanam langsung di tanah atau menggunakan pot dan polybag. Untuk rumah dengan lahan terbatas, wadah dapat ditempatkan dekat pagar agar sulur mudah diarahkan menuju tempat rambatan.

Campurkan tanah dengan kompos atau pupuk kandang yang sudah matang. Media perlu dapat menahan air tanpa membuat air menggenang. Jika menggunakan wadah, pilih ukuran yang dapat menampung akar dan memiliki lubang pada bagian bawah untuk mengeluarkan kelebihan air.

Buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 3–5 sentimeter. Masukkan benih, lalu tutup menggunakan tanah tanpa menekannya terlalu kuat. Siram setelah penanaman. Jika beberapa benih ditanam dalam satu tempat, beri jarak agar tanaman memiliki ruang untuk tumbuh.

Pindahkan Bibit ke Dekat Pagar

Bibit Pagar
Pindahkan Bibit ke Dekat Pagar. (Foto: AI Generated)

Jika benih disemai lebih dulu, pindahkan bibit setelah tanaman tumbuh dan memiliki beberapa daun. Angkat bibit bersama tanah yang menempel pada akar agar bagian akar tidak banyak terganggu. Tanam bibit pada lubang yang sudah disiapkan di dekat pagar.

Jarak antara tanaman perlu diperhatikan agar setiap tanaman memiliki ruang untuk tumbuh. Untuk penanaman di lahan, jarak dapat dibuat sekitar 75 sentimeter. Pada skala rumah, jarak dapat disesuaikan dengan ukuran lahan dan wadah yang digunakan.

Setelah bibit dipindahkan, siram media secukupnya. Jangan membuat tanah tergenang karena air yang tertahan dapat mengganggu akar. Letakkan tanaman dekat pagar tanpa membuat batang tertekan pada permukaan pagar. Setelah tanaman mulai memanjang, arahkan batang menuju rambatan.

Arahkan Sulur Pare ke Pagar

Ketika batang mulai memanjang, arahkan sulur menuju pagar. Gunakan tali untuk membantu posisi batang jika sulur belum dapat menempel sendiri. Ikat dengan longgar agar batang masih memiliki ruang untuk tumbuh dan tidak tertekan oleh tali yang digunakan.

Pagar dapat menjadi tempat rambatan selama memiliki bagian yang dapat digunakan sulur untuk berpegangan. Jika celah pagar terlalu besar atau permukaannya tidak dapat menahan sulur, pasang tali, kawat, atau bilah bambu sebagai jalur tambahan.

Arahkan sulur secara berkala selama pertumbuhan. Jangan menunggu batang memenuhi area lain sebelum diarahkan. Dengan cara tersebut, tanaman dapat mengikuti jalur pada pagar dan buah yang muncul nantinya lebih mudah ditemukan ketika dilakukan pemeriksaan.

Siram Tanaman Secara Teratur

Pare
Siram Tanaman Secara Teratur. (Foto: AI Generated)

Penyiraman perlu dilakukan dengan melihat kondisi tanah. Siram ketika permukaan media mulai kering. Pada musim panas, tanaman dapat membutuhkan penyiraman lebih sering. Saat hujan turun, kurangi penyiraman agar air tidak menumpuk di sekitar akar.

Air sebaiknya diberikan langsung ke tanah, bukan terus-menerus pada daun dan bunga. Penyiraman dapat dilakukan pada pagi atau sore hari. Pastikan lubang pembuangan pada pot atau polybag tidak tersumbat agar kelebihan air dapat keluar dari wadah.

Periksa tanaman setelah hujan. Jika air berkumpul di sekitar pangkal batang, buat jalur pembuangan agar air dapat mengalir. Kondisi tanah yang terlalu basah dalam waktu lama dapat mengganggu bagian akar dan pertumbuhan tanaman.

Berikan Pupuk dan Bersihkan Area Tanam

Berikan kompos atau pupuk kandang yang sudah matang pada media tanam. Pupuk dapat ditambahkan secara berkala sesuai kondisi tanaman dan media. Jangan menempatkan pupuk langsung menempel pada batang karena bagian tersebut dapat mengalami gangguan.

Pupuk tanaman juga dapat digunakan mengikuti aturan pada kemasan. Pemberian pupuk susulan dapat dilakukan setelah tanaman mulai tumbuh. Untuk tanaman yang ditanam di lahan, pupuk susulan dapat diberikan sekitar satu bulan setelah tanam sesuai kondisi tanaman.

Bersihkan rumput yang tumbuh di sekitar tanaman. Periksa juga daun, batang, dan buah secara berkala. Jika menemukan bagian yang rusak atau terserang hama, segera pisahkan dari tanaman. Pemeriksaan rutin membantu masalah diketahui sebelum menyebar ke bagian lain.

Pangkas Bagian Tanaman yang Tidak Diperlukan

Pare
Pangkas Bagian Tanaman yang Tidak Diperlukan. (Foto: AI Generated)

Pemangkasan dilakukan untuk mengatur arah pertumbuhan tanaman. Potong cabang yang tumbuh pada bagian bawah batang jika cabang tersebut tidak diperlukan. Batang utama dan cabang yang diarahkan ke pagar dapat dipertahankan agar tanaman mengikuti jalur yang sudah dibuat.

Saat tanaman mulai memiliki banyak cabang, pilih cabang yang tumbuh pada posisi sesuai dengan arah pagar. Cabang yang saling bertumpuk dapat dikurangi. Cara ini membantu mengatur tanaman agar tidak memenuhi satu bagian pagar saja dan memudahkan pemeriksaan.

Gunakan alat potong yang bersih saat memangkas. Hindari memotong bagian tanaman secara berlebihan dalam satu waktu. Periksa kembali tanaman beberapa hari setelah pemangkasan untuk melihat pertumbuhan cabang baru dan mengarahkannya kembali ke pagar.

Rawat Bunga dan Buah Pare

Setelah tanaman memasuki masa berbunga, periksa bunga yang muncul di sepanjang rambatan. Bunga betina dapat berkembang menjadi buah. Pada tahap ini, tanaman tetap membutuhkan air dan nutrisi agar pertumbuhan buah dapat berlangsung.

Periksa buah yang masih muda secara berkala. Buah yang terkena serangan hama dapat menunjukkan perubahan pada permukaannya. Jika menemukan buah yang rusak, lepaskan dari tanaman dan jangan dibiarkan terlalu lama menempel pada rambatan.

Ketika buah sudah mencapai ukuran panen, petik menggunakan alat atau tangan dengan hati-hati. Jangan menarik buah secara paksa karena tindakan tersebut dapat menarik batang atau merusak bagian tanaman. Pemeriksaan rutin juga membantu buah tidak terlambat dipanen.

Tips Menanam Pare Supaya Cepat Berbuah Lebat

Pare
Tips Menanam Pare Supaya Cepat Berbuah Lebat. (Foto: AI Generated)

Agar tanaman pare dapat menghasilkan buah dalam jumlah banyak, perawatan perlu dilakukan sejak tanaman masih muda. Fokus utama berada pada pemilihan benih, air, nutrisi, rambatan, pemangkasan, dan pemeriksaan tanaman secara berkala.

1. Pilih Benih dari Buah yang Matang

Gunakan biji dari pare yang sudah matang dan tidak mengalami kerusakan. Bersihkan biji sebelum disimpan atau ditanam agar sisa daging buah tidak ikut terbawa ke media.

2. Pilih Lokasi yang Mendapat Cahaya

Tempatkan tanaman di bagian pagar yang mendapat cahaya matahari. Hindari area yang selalu tertutup agar tanaman mendapat cahaya untuk mendukung pertumbuhan daun, batang, bunga, dan buah.

3. Jaga Air pada Media

Siram tanaman saat media mulai kering. Hindari penyiraman berlebihan karena air yang menggenang dapat mengganggu bagian akar dan membuat kondisi tanah tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman.

4. Arahkan Sulur Sejak Dini

Jangan menunggu sulur memenuhi halaman. Arahkan batang ke pagar ketika mulai memanjang agar jalur rambatan terbentuk sejak awal dan tanaman tidak tumbuh ke tempat yang tidak diperlukan.

5. Gunakan Rambatan Tambahan

Tambahkan tali, kawat, atau bambu jika celah pagar tidak cukup untuk menahan sulur. Rambatan membantu tanaman tetap berada pada jalur yang sudah ditentukan.

6. Pangkas Cabang yang Bertumpuk

Kurangi cabang yang tumbuh terlalu dekat atau mengarah ke bagian yang tidak diperlukan. Pemangkasan membantu mengatur pertumbuhan tanaman dan membuat bagian yang perlu diperiksa lebih mudah terlihat.

7. Berikan Pupuk Secara Berkala

Tambahkan kompos atau pupuk sesuai kondisi media dan kebutuhan tanaman. Jika menggunakan pupuk kemasan, ikuti dosis yang tercantum agar pemberian tidak dilakukan secara berlebihan.

8. Periksa Tanaman Setiap Hari

Luangkan waktu untuk melihat daun, batang, bunga, dan buah. Pemeriksaan membuat perubahan pada tanaman lebih cepat diketahui sehingga bagian yang bermasalah dapat segera ditangani.

9. Petik Buah pada Waktunya

Jangan membiarkan buah terlalu lama pada tanaman jika sudah mencapai ukuran yang biasa dipanen. Pemetikan secara rutin memberi ruang bagi tanaman untuk terus menghasilkan buah berikutnya.

10. Jaga Area Pangkal Tanaman

Bersihkan rumput dan sisa tanaman di sekitar pangkal. Pastikan air dapat mengalir dan tidak berhenti di sekitar akar setelah penyiraman atau hujan.

Pertanyaan Seputar Cara Menanam Pare yang Merambat di Pagar

1. Apakah pare bisa ditanam di dekat pagar?

Bisa. Pare merupakan tanaman yang tumbuh dengan sulur sehingga pagar dapat digunakan sebagai tempat rambatan. Jika permukaan pagar tidak dapat digunakan untuk pegangan, tambahkan tali, kawat, atau bambu sebagai jalur rambatan.

2. Berapa lama biji pare mulai tumbuh?

Biji pare dapat mulai tumbuh sekitar 4–7 hari setelah ditanam dalam kondisi yang mendukung. Lama pertumbuhan dapat berbeda berdasarkan kondisi media, air, suhu, dan benih yang digunakan.

3. Kapan tanaman pare mulai berbuah?

Pare umumnya mulai memasuki masa berbunga sekitar 1,5–2 bulan setelah tanam. Bunga betina dapat berkembang menjadi buah. Waktu panen dapat berbeda berdasarkan kondisi tanaman dan cara perawatan.

4. Apakah pare bisa ditanam dalam polybag di dekat pagar?

Bisa. Polybag dapat digunakan untuk menanam pare di lahan terbatas. Tempatkan polybag dekat pagar, lalu arahkan sulur menuju pagar setelah batang mulai memanjang. Pastikan wadah memiliki lubang untuk mengalirkan air.

5. Bagaimana cara membuat pare cepat berbuah?

Mulai dari benih yang layak tanam, gunakan media dengan bahan organik, jaga penyiraman, berikan pupuk sesuai kebutuhan, arahkan sulur ke rambatan, dan lakukan pemeriksaan serta pemangkasan secara berkala. Perawatan sejak awal membantu tanaman tumbuh mengikuti jalur dan memasuki masa berbuah.

Rekomendasi