Advertisement
Sebuah keluarga di Kabupaten Garut, Jawa Barat tega menolak kepulangan anak perempuannya yang sempat diusir dari rumah.
Gadis berinisial AS itu sebelumnya sempat diusir oleh ayah tirinya dan hidup lontang-lantung di jalan.
Beruntung, dia diselamatkan oleh seorang pemilik panti rehabilitasi ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa).
Namun, saat diantar kembali ke rumahnya, AS justru tak diterima oleh pihak keluarga. Simak ulasan selengkapnya, Minggu (21/7/2024):
Advertisement
Kisah sedih seorang anak perempuan yang tak diterima saat pulang ke rumah orang tuanya, dibagikan oleh akun Instagram @yayasanmentarihati.
Dalam video, pemilik panti rehabilitasi ODGJ Yayasan Mentari Hati, yakni Dadang Heryadi berniat memulangkan AS ke rumah orang tuanya.
Dadang mengungkap, alasan dirinya memilih memulangkan AS dan tidak merawatnya di panti ialah karena gadis tersebut tidak mengalami gangguan jiwa.
Didampingi pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kota Garut, Dadang menemui orang tua AS di rumah untuk menyampaikan maksud dan tujuannya.
Terlihat dalam video, AS sempat berkali-kali menangis dan mengaku ketakutan ketika Dadang dan timnya akan mengantarkan dia kembali ke rumah.
"Sudah-sudah jangan nangis enggak apa-apa," kata seorang tim dalam video.
Ternyata, kedatangan Dadang dan rombongan tidak disambut baik oleh orang tua AS.
Advertisement
Dengan gamblang, ayah sambung AS mengatakan jika ia menolak kepulangan anak tirinya itu.
"Kalau mau ketemu anak boleh tapi jangan dibawa ke sini. Maaf bukan karena anak tiri. Tapi (kalau) putra (anak) pribadi pun (akan saya usir," kata ayah tiri AS.Mendengar jawaban dari ayah tiri AS, Dadang pun langsung naik pitam. Sambil menahan tangis, dia mengatakan akan membawa kembali AS untuk dibawa ke panti bersamanya.
"Mau anak ini berubah atau enggak tetap bapaknya enggak akan nerima. Berarti sudah enggak punya hati. Sudah gitu aja," ujarnya.
"Saya tidak ada ikatan apa-apa, saya peduli. Saya siap mati untuk membela itu. Salma ikut saya saja," kata Dadang dengan suara bergetar.
Tak ada pembelaan dari pihak keluarga AS termasuk ibu kandungnya yang juga ada di lokasi. Sambil menangis, AS pun keluar dari rumahnya.
"Saya ikut (merasa) sakit hati. Kita tidak hidup selamanya di dunia bakal balik ke akhirat. Ya Allah kuatkan saya ya Allah," kata Dadang.
"Sudah sudah ayo ikut saya enggak usah banyak omong. Sekarang ikut saya. Sudah enggak bener (keluarganya). Ayo kita pulang. Ayo pulang sama papa," tambahnya.
Advertisement
Advertisement
Yayasan tersebut sebenarnya adalah panti rehabilitasi untuk para ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) yang terlantar.
Selama belasan tahun, Dadang mengelola panti rehabilitasi yang berlokasi di Jalan Letjen Mashudi, Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya.