Berikut potret Casis Bintara Polri korban begal dipeluk hangat oleh perwira polisi.
Calon Siswa (Casis) Bintara Polri menjadi korban begal di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.
Akibat kejadian tersebut, jari tangan Casis ini putus.
Baru-baru ini, perwira Polisi datang berkunjung ke rumah Casis bernama Satrio Mukti (19) ini.
Advertisement
Satrio lantas dipeluk hangat dan diberikan dukungan moral oleh para anggota.
Lantas bagaimana potretnya?
Melansir dari akun Instagram poldametrojaya, Senin (20/5), simak ulasan informasinya berikut ini.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Polisi M. Syahduddi berkunjung ke rumah Satrio Mukti di Jalan Arjuna, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Seperti diketahui, Satrio adalah Casis Bintara Polri yang menjadi korban begal.
Kunjungan perwira Polisi ini rupanya dengan maksud dan tujuan tertentu.
Instagram poldametrojaya
Advertisement
Advertisement
Selain itu, Ia juga mengucapkan selamat kepada Satrio yang baru saja menerima penghargaan kuota khusus disabilitas dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Saat tiba, periwa polisi itu langsung memeluk hangat Satrio.
Kapolres Jakarta Barat menjelaskan dukungan ini diharapkan mampu memberikan semangat bagi Satrio untuk bisa terus maju dan meraih cita-citanya.
Advertisement
Ia juga berharap kunjungannya dapat memberikan dampak positif.
Bukan hanya bagi Satrio saja, melainkan juga bagi keluarganya yang turut merasakan duka dan cobaan dari insiden tersebut.
Advertisement
Ia langsung direkrut untuk ikut pendidikan Bintara Polri melalui jalur khusus disabilitas.
"Bapak Kapolri prihatin dengan kejadian yang dialami casis tersebut. Namun Bapak Kapolri pun bangga, casis tersebut memiliki keberanian melawan komplotan begal, dan casis tersebut tetap semangat ingin mengikuti rekrutmen," tutur Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/5/2024).
"Sehingga Bapak Kapolri memberikan penghargaan kepada adik kita, Satrio Mukhti, diterima sebagai anggota Polri," sambungnya.
Polisi menembak mati satu orang tersangka begal. Dia adalah PN yang saat itu beraksi bersama rekan-rekan merampas sepeda motor milik calon siswa (casis) Bintara Polri.
Tak hanya itu, dua orang tersangka lainnya yaitu AY dan MS juga harus menahan rasa sakit setelah timah panas bersarang di bagian kaki.
"Tim lapangannya sehingga bisa mengungkap, menangkap bahkan menindak tegas terukur terhadap pelaku-pelaku tersebut," kata Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Imam Yulisdiyanto dalam keterangan kepada awak media, Kamis (16/5/2024).
Iman mengungkapkan, alasan kepolisian menindak tegas ketiga orang tersangka. Saat itu, mereka diminta untuk menunjukkan lokasi lain. Namun, justru melakukan perlawanan terhadap petugas.
"Sehingga 1 orang harus meregang nyawa dilakukan tindakan tegas oleh tim daripada Jatanras, dua orang harus dilumpuhkan dengan menembak kakinya," ujar dia.
Advertisement
Kasubdit 4/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Rovan Richard Mahenu menambahkan, ketiga orang tersangka sudah melakukan 3 kali. Hal itu berdasarkan pengakuan tersangka.
"Kami melakukan pengembangan ke beberapa titik sesuai dengan pengakuan dari pelaku," ujar dia.
Rovan mengatakan, ketiga tersangka melakukan perlawanan kepada polisi pada saat pengembangan, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur.
"Menyebabkan 1 orang meninggal dunia dan 2 orang yang berusaha lari tertembak di bagain kaki," ujar dia.
Rovan mengatakan, juga mengamankan dua orang tersangka lain inisial C yang menjual motor korban, dan W sebagai penadah atau orang yang membeli motor korban.