Tidak Semua Tempat Dilarang, ini Potret Penginapan 'Sultan' di Al Ula Ramah di Kantong Berada di Bawah Gunung

Ada sebuah penginapan ekonomis di salah satu sudut kotanya yang bisa dikunjungi.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Tidak Semua Tempat Dilarang, ini Potret Penginapan 'Sultan' di Al Ula Ramah di Kantong Berada di Bawah Gunung
Tidak Semua Tempat Dilarang, ini Potret Penginapan 'Sultan' di Al Ula Ramah di Kantong Berada di Bawah Gunung (Merdeka.com)

Kota Al Ula dikenal  sebagai tempat yang terlarang. Nabi Muhammad SAW bahkan enggan ke beberapa titik di kota tersebut.

Namun siapa sangka, ada sebuah penginapan ekonomis di salah satu sudut kotanya yang bisa dikunjungi. Areanya pun berada di bawah gunung batu.

Seperti apa potretnya? Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube Alman Mulyana, Selasa (2/4). 

Dikenal sebagai kota yang dihindari Rasulullah, rupanya Al Ula punya beberapa titik yang bisa dikunjungi. Salah satunya yakni lokasi tempat berdirinya penginapan berharga ekonomis berikut ini.

"Tidak semua tempat di Al Ula itu dilarang untuk dikunjungi. Jadi cuma ada beberapa tempat saja yang tidak dijamah oleh Nabi," terang sang pengunggah.

Unik, penginapan tersebut nampak didirikan langsung di tengah-tengah kebun kurma di atas gurun pasir. Bangunannya pun berdiri kokoh di bawah pegunungan batu.

"Ini tempat staycation yang lokasinya ada di bawah gunung batu seperti ini," sambungnya.

Jika menilik lebih dalam, tempat tidur yang tersedia juga tak kalah unik. <br>
Dok. Istimewa

Dibangun bak perkemahan, siapa sangka jika penginapan tersebut punya kamar tidur yang nyaman. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Tempat tidurnya itu di kemah tapi khas sultan ya. Tempatnya itu ada di tengah-tengah kebun kurma ini," jelasnya. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Dan di dalamnya seperti ini, ada dua tempat tidur," ungkapnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Nah tempatnya itu begini, tapi dalamnya sejuk karena pakai AC gede," ungkapnya.

Setiap pengunjung diketahui mendapat fasilitas berupa kamar mandi bersih yang berada terpisah dengan kamar tidur.
Dok. Istimewa

"Ini toiletnya bersih," terangnya.

Penginapan tersebut tergolong memiliki harga yang ekonomis. Untuk per malam, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp7 hingga 8 juta.

"Ini per malam 1.500 riyal atau sekitar Rp7-8 juta," sambungnya.

"Ini tempat staycation yang juga ramah di kantong. Kalau misal punya budget yang lumayan, ada juga tempat lain tapi di luar sana," tukas sang pengunggah. 

Kota Al Ula berada sekitar 110 km sebelah barat daya dari Tayma atau 380 km sebelah utara dari Madinah di Arab Saudi bagian utara-barat.

Secara historis, kota Al Ula terletak di rute Dupa dan merupakan ibu kota kuno Lihyanites (Dedanites).

Kota ini juga dikenal sebagai kota yang mempunyai sisa-sisa arkeologi berusia lebih dari 2000 tahun.

Sehingga, orang beberapa penjuru dunia ada yang mengunjungi tempat tersebut untuk berwisata. Sementara dalam Islam kota Al Ula dikenal sebagai kota terlarang yang bahkan dihindari oleh Nabi Muhammad SAW.

Kota Al Ula juga menjadi gerbang situs bersejarah Madain Saleh yang merupakan peninggalan peradaban rakyat Nabi Saleh AS bernama kaum Tsamud Al Hijr. Dalam Ensiklopedia Islam kata Tsamud adalah nama dari suatu kaum dan Al Hijr adalah salah satu di antara beberapa kota yang dibangun oleh orang tersebut.

Rekomendasi