Gubernur NTT Bicara Ciri Khas Orang Miskin dan Orang Kaya Terlihat saat Makan

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat bicara soal ciri khas orang miskin dan kaya.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Gubernur NTT Bicara Ciri Khas Orang Miskin dan Orang Kaya Terlihat saat Makan
Gubernur NTT Bicara Ciri Khas Orang Miskin dan Orang Kaya Terlihat saat Makan (Merdeka.com)

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat bicara soal ciri khas orang miskin dan kaya

Keduanya bisa dilihat melalui kebiasaan saat makan. Hal tersebut diungkapnya saat berada di atas mimbar puncak perayaan HUT NFA di NTT.

Lantas, bagaimana penjelasan mengenai perbedaan orang miskin dan kaya? Simak ulasan selengkapnya, dilansir dari kanal YouTube Badan Pangan Nasional, Rabu (16/8/2023).

Momen Perayaan HUT NFA

Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NF) baru saja melangsungkan puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-2 yang digelar di halaman kantor Gubernur NTT di Kupang, Sabtu (12/8). Menjadi tuan rumah, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pun turut memberikan sambutan.

Dalam kesempatan tersebut, Viktor memberikan pandangan mengenai perbedaan orang miskin dan kaya. Menurutnya, hal tersebut bisa diamati dengan mudah melalui kebiasaan makan seseorang. "Ciri khas orang kaya itu di tempat makan," terangnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sementara unsur gizi lainnya justru lebih sedikit. "Coba aja lihat orang kalau makan. Nasinya setumpuk gini, lauknya sedikit. Nah itu manusia-manusia miskin," imbuhnya.

Kebiasaan Makan Orang Kaya

Kebiasaan Makan Orang Kaya
Dok. Istimewa

"Tapi kalau proteinnya banyak, nah itu orang kaya. Jadi pangan kita itu dorong proteinnya, jangan karbohidrat," katanya.

Beri Saran ke NFA

Lantaran mendapati kenyataan demikian yang masih banyak di sekitarnya, Viktor berpendapat agar NFA segera memulai kampanye protein. Menurutnya, masyarakat perlu mengonsumsi lebih banyak protein dibandingkan karbohidrat saja. "Makanya saya pengen Badan Pangan Nasional mulai kampanye makan protein banyak," katanya.

Lebih lanjut, Viktor menyoroti soal kondisi pangan di tanah air.

Lebih lanjut, Viktor menyoroti soal kondisi pangan di tanah air.
Dok. Istimewa

Keberadaan sumber protein di Indonesia menurutnya harus dipertahankan serta tak berlebihan diekspor ke luar negeri. "Padahal kita punya semua, harusnya tidak boleh ekspor," terangnya.

"Masih ribut beras ya berarti masih miskin kita itu," imbuh Viktor

dalam kesempatan tersebut.

© 2023 merdeka.com

Rekomendasi