7 Tips Jaga Kesehatan Mental di Tengah Banjir Informasi Bikin Otak Lelah

Kurangi stres yang disebabkan oleh banjir informasi dengan menerapkan tujuh langkah sederhana untuk menjaga kesehatan mental Anda.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
7 Tips Jaga Kesehatan Mental di Tengah Banjir Informasi Bikin Otak Lelah
Ilustrasi bermain media sosial (medsos). (Foto by AI) (© 2025 Liputan6.com)

Di zaman digital yang sangat cepat ini, informasi mengalir dari berbagai sumber dan hampir tidak terputus, mulai dari media sosial, pesan instan, hingga berita online yang seakan tak henti-hentinya. Meskipun kondisi ini memberikan kemudahan dalam mengakses berita terbaru, namun juga membawa risiko serius bagi kesehatan mental, karena otak manusia terbatas dalam menyaring informasi yang terus-menerus masuk.

Sebagaimana dikutip dari Ugm.ac.id, Psikolog Klinis, Pamela Andari Priyudha, M.Psi, Psikolog, menyatakan bahwa terus-menerus terpapar berita buruk dapat mengakibatkan ketegangan psikologis yang berkepanjangan dan kolektif. Fenomena ini dikenal dengan istilah overload informasi, yang seringkali menimbulkan kelelahan, kecemasan, bahkan kesulitan dalam berkonsentrasi akibat terlalu banyak hal yang harus dipikirkan sekaligus.

Dampak dari kondisi ini tidak hanya berpengaruh pada suasana hati, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas tidur, produktivitas kerja, serta hubungan sosial seseorang. Dalam jangka panjang, paparan yang berlebihan terhadap berita negatif atau konten yang tidak sehat dapat memicu gangguan mental yang lebih serius.

Untuk mencegah masalah ini, terdapat beberapa langkah strategis yang dapat diambil untuk menjaga kesehatan mental meskipun berada di tengah derasnya arus informasi. Mulai dari membatasi konsumsi berita, mengelola media sosial, hingga melatih kesadaran diri, semua cara ini dapat diterapkan dengan mudah namun memiliki dampak yang signifikan.

Berikut adalah tujuh cara yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan mental di era digital yang penuh dengan distraksi.

7 Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Ramainya Arus Informasi
Ilustrasi bermain media sosial (medsos). (Foto by AI) © 2025 Liputan6.com

Penyajian berita yang berlebihan sering kali menjadi faktor utama yang menyebabkan kecemasan, terutama ketika informasi yang diterima didominasi oleh isu-isu negatif, bencana, atau konflik. Meskipun membaca berita sangat penting untuk memperluas pengetahuan, jika dilakukan secara berlebihan, hal ini dapat mengganggu kestabilan emosional dan membuat pikiran tertekan oleh berbagai hal yang menimbulkan stres. Oleh karena itu, penting bagi individu untuk menetapkan waktu tertentu setiap hari untuk mengakses berita, seperti hanya di pagi atau sore hari, agar pikiran tidak terus-menerus dibebani dengan informasi yang mungkin tidak relevan.

Selain itu, pemilihan sumber berita juga sangat penting, karena informasi yang berasal dari media yang tidak terpercaya sering kali menambah kebingungan dan memperburuk kondisi mental. Kita perlu menyadari bahwa tidak semua isu perlu diikuti dengan seksama, karena menyaring informasi dapat memberikan kesempatan bagi otak untuk beristirahat. Dengan membatasi jumlah berita yang dikonsumsi, seseorang dapat lebih berkonsentrasi pada hal-hal yang benar-benar penting dalam hidupnya tanpa merasa tertekan oleh arus informasi yang berlebihan. Dengan demikian, menjaga kesehatan mental dapat dilakukan dengan cara yang lebih efektif.

7 Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Ramainya Arus Informasi
Ilustrasi bermain media sosial (medsos). (Foto by AI) © 2025 Liputan6.com

Media sosial kini menjadi platform utama untuk berbagi informasi, tetapi di sisi lain, ia juga seringkali menjadi penyebab utama kelelahan dan kecemasan akibat banjirnya konten yang kita konsumsi setiap hari. Notifikasi yang terus-menerus masuk, perbandingan sosial, dan komentar negatif dapat menguras energi mental kita tanpa kita sadari. Jika dibiarkan, situasi ini bisa berakibat pada menurunnya rasa percaya diri dan menambah beban psikologis.

Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membatasi waktu penggunaan media sosial melalui fitur screen time yang tersedia di hampir semua perangkat. Dengan menetapkan batasan ini, pengguna dapat lebih disiplin dalam mengatur waktu, sehingga tidak menghabiskan berjam-jam hanya untuk menggulir layar tanpa tujuan yang jelas. Langkah ini juga membantu menciptakan keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan nyata.

Di samping itu, seleksi akun yang diikuti juga sangat penting, karena konten yang kita lihat setiap hari dapat memengaruhi kondisi emosional kita. Mengikuti akun yang menyajikan informasi positif, edukatif, atau inspiratif dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat. Dengan demikian, media sosial tetap bisa memberikan manfaat tanpa merugikan kesehatan mental kita. Ini adalah langkah yang bijak untuk menjaga kesehatan mental sambil tetap terhubung dengan dunia luar. Seperti yang telah disebutkan, "Mengikuti akun yang memberikan informasi positif, edukatif, atau inspiratif dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat." Dengan cara ini, kita bisa menikmati kehadiran media sosial tanpa harus mengorbankan kesejahteraan mental kita.

7 Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Ramainya Arus Informasi
Ilustrasi bermain media sosial (medsos). (Foto by AI) © 2025 Liputan6.com

Kesehatan mental sangat terkait dengan kondisi fisik, sehingga menjaga keseimbangan pola hidup menjadi hal yang penting untuk memastikan daya tahan tubuh dan pikiran tetap dalam kondisi optimal. Aktivitas sederhana seperti berolahraga secara rutin dapat membantu meningkatkan kadar hormon endorfin yang berfungsi untuk mengurangi stres. Bahkan, kegiatan ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda sudah cukup efektif untuk membuat tubuh terasa segar dan pikiran lebih tenang.

Pola makan yang sehat, dengan meningkatkan konsumsi buah-buahan, sayuran, dan memastikan asupan air yang cukup, juga berperan penting dalam memengaruhi kesehatan mental. Sebab, tubuh yang sehat akan mendukung kestabilan pikiran. Selain itu, tidur yang cukup, minimal tujuh hingga delapan jam setiap malam, sangat diperlukan untuk memulihkan energi setelah seharian berhadapan dengan berbagai informasi yang padat. Dengan menjaga rutinitas yang seimbang, seseorang akan lebih siap dalam menghadapi beragam tantangan dan informasi yang datang setiap hari.

Pola hidup sehat tidak hanya memberikan kekuatan fisik, tetapi juga melindungi dari risiko kelelahan mental akibat banjir data yang sulit untuk dikendalikan. Dengan demikian, penting untuk mengintegrasikan berbagai aspek kesehatan fisik dan mental dalam kehidupan sehari-hari agar dapat mencapai kesejahteraan secara menyeluruh.

7 Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Ramainya Arus Informasi
Ilustrasi bermain media sosial (medsos). (Foto by AI) © 2025 Liputan6.com

Mindfulness, atau kesadaran penuh, merupakan salah satu metode yang terbukti efektif dalam mengendalikan pikiran agar tetap terfokus pada momen saat ini. Dalam praktiknya, individu dilatih untuk tidak terjebak dalam pikiran negatif yang muncul akibat banjir informasi yang masuk ke dalam otak. Dengan menerapkan mindfulness, pikiran menjadi lebih jernih dan mampu merespons berbagai situasi dengan lebih tenang.

Latihan mindfulness dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti meditasi singkat, pernapasan dalam, atau hanya dengan meluangkan waktu sejenak untuk memperhatikan lingkungan sekitar. Aktivitas ini tidak memerlukan waktu yang lama; cukup beberapa menit setiap hari. Namun, jika dilakukan secara teratur, manfaatnya dapat terlihat signifikan dalam mengurangi tingkat stres. Selain itu, teknik relaksasi lainnya, seperti yoga, mendengarkan musik yang menenangkan, atau menulis jurnal, juga dapat menjadi pilihan untuk mengurangi beban mental. Dengan menjadikan mindfulness sebagai bagian dari rutinitas harian, seseorang akan lebih mudah menjaga keseimbangan mental meskipun harus menghadapi arus informasi yang terus-menerus mengalir.

7 Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Ramainya Arus Informasi
Ilustrasi bermain media sosial (medsos). (Foto by AI) © 2025 Liputan6.com

Hubungan sosial dengan orang-orang terdekat sangat penting untuk menjaga kesehatan mental, terutama saat seseorang merasa terbebani oleh informasi digital yang terus menerus. Berinteraksi secara langsung dengan keluarga atau teman dapat memberikan rasa nyaman serta dukungan emosional yang diperlukan untuk meringankan beban pikiran. Komunikasi secara tatap muka ini juga berfungsi sebagai wadah untuk berbagi cerita dan pengalaman, sehingga individu merasa tidak sendirian dalam menghadapi berbagai tekanan. Rasa memiliki serta dukungan dari orang lain telah terbukti mampu meningkatkan ketahanan psikologis dalam menghadapi situasi stres.

Di samping itu, menjalin hubungan sosial yang positif membuka peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, baik dari segi emosional maupun mental. Ketika interaksi berlangsung dengan hangat, individu akan merasa lebih berdaya dan lebih mampu menghadapi tantangan di dunia digital tanpa kehilangan kontrol atas diri mereka. Dengan demikian, penting bagi kita untuk terus membangun dan memelihara hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitar kita agar dapat menghadapi berbagai tantangan dengan lebih baik.

10 Cara agar Tidur Tidak Ngorok dan Bikin Pasangan Lebih Nyaman di Rumah
Ilustrasi ngorok atau mendengkur saat tidur (Foto: freepik/katemangostar) © 2025 Liputan6.com

Panjang waktu yang dihabiskan di depan layar dapat menyebabkan kelelahan baik fisik maupun mental. Hal ini disebabkan oleh mata dan otak yang terus-menerus dipaksa bekerja tanpa henti. Jika tidak ditangani dengan baik, efeknya bisa berupa sakit kepala, kesulitan tidur, dan penurunan konsentrasi, yang pada akhirnya berdampak negatif terhadap kesehatan mental. Salah satu solusi yang mudah diterapkan adalah dengan mengikuti aturan 20-20-20. Aturan ini menyarankan agar setelah 20 menit menatap layar, seseorang sebaiknya beristirahat selama 20 detik dengan melihat objek yang berjarak 20 kaki. Metode ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi mata untuk beristirahat, tetapi juga memberi otak waktu untuk mengurangi beban informasi yang diterima.

Di samping itu, penting untuk menyediakan waktu tanpa perangkat elektronik setiap hari, seperti satu jam sebelum tidur. Tindakan ini dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi risiko kelelahan mental. Dengan mengatur waktu istirahat dari layar, seseorang tidak hanya melindungi kesehatan mata, tetapi juga menjaga pikiran agar tetap segar di tengah arus informasi yang terus mengalir. Mengadopsi kebiasaan ini sangat bermanfaat untuk menciptakan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan kesehatan mental. Dengan demikian, kita dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih produktif dan sehat.

7 Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Ramainya Arus Informasi
Ilustrasi bermain media sosial (medsos). (Foto by AI) © 2025 Liputan6.com

Ketika stres atau kecemasan yang disebabkan oleh banjir informasi mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, langkah yang bijak adalah mencari bantuan dari profesional. Psikolog atau psikiater dapat memberikan arahan yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu, sehingga solusi yang diberikan menjadi lebih efektif.

Mencari bantuan bukanlah suatu tanda kelemahan, melainkan merupakan bentuk kesadaran bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Dengan berkonsultasi, seseorang dapat lebih memahami penyebab stres yang dialaminya serta menemukan cara yang tepat untuk mengatasinya.

Dengan dukungan dari tenaga ahli, individu memiliki peluang yang lebih besar untuk memulihkan keseimbangan mental dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih sehat dan produktif, meskipun arus informasi terus berdatangan tanpa henti. Penting untuk diingat bahwa menjaga kesehatan mental adalah langkah krusial dalam menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks.

1. Mengapa kelebihan informasi dapat berdampak pada kesehatan mental? Kelebihan informasi dapat membuat otak merasa kewalahan dalam menyaring data yang masuk, yang pada gilirannya dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan kelelahan mental. Hal ini menunjukkan bahwa terlalu banyak informasi dapat menjadi beban bagi pikiran, sehingga penting bagi kita untuk mengelola asupan informasi dengan bijak.

2. Apa saja efek negatif dari media sosial terhadap kesehatan mental? Media sosial sering kali menimbulkan perbandingan sosial yang tidak sehat, yang dapat memicu kecemasan dan gangguan tidur akibat paparan berlebihan. Ketika seseorang terus-menerus membandingkan hidupnya dengan orang lain, hal ini dapat mengakibatkan perasaan ketidakpuasan dan rendah diri.

3. Bagaimana cara efektif untuk mengatasi stres akibat terlalu banyak informasi berita? Salah satu cara untuk mengurangi stres adalah dengan membatasi waktu yang dihabiskan untuk membaca berita, memilih sumber informasi yang terpercaya, serta memberikan jeda bagi pikiran untuk beristirahat. Dengan cara ini, kita dapat menjaga kesehatan mental dan menghindari kelelahan akibat informasi yang berlebihan.

4. Kapan sebaiknya seseorang mencari bantuan dari seorang psikolog? Jika seseorang merasa stres atau kecemasan yang dirasakannya semakin parah, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau jika ia merasa tidak mampu mengatasi perasaan tersebut sendiri, maka sudah saatnya untuk mencari bantuan profesional. Langkah ini penting untuk mendapatkan dukungan yang tepat dalam mengelola kesehatan mental.

5. Apakah praktik mindfulness benar-benar efektif dalam menjaga kesehatan mental? Ya, praktik mindfulness terbukti efektif karena dapat membantu seseorang melatih kesadaran diri, mengurangi pikiran negatif, dan meningkatkan konsentrasi. Dengan melatih mindfulness, individu dapat lebih baik dalam mengelola stres dan meningkatkan kesejahteraan mental secara keseluruhan.

Rekomendasi