Mantan analis CIA, Larry C. Johnson membeberkan analisisnya terkait kekalahan Israel atas Iran dalam perang 12 hari yang terjadi Juni lalu.
Larry menyebut Amerika Serikat (AS) sebenarnya terpaksa ikut campur dalam konflik yang terjadi. Sebab, Israel berada di ambang kekalahan dari Iran.
Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari TikTok @tabyintv14, Larry mengklaim Israel akan segera kalah dalam waktu dekat.
"AS terpaksa harus campur tangan pada akhirnya untuk mencegah Iran menghancurkan Israel. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa Israel mungkin seminggu, dua minggu lagi benar-benar dikalahkan sepenuhnya," jelasnya.
Larry sadar akan beragam komentar miring tentang analisisnya tersebut. Bahkan ia mengaku kerap dituding menyebarkan propaganda Iran untuk melemahkan Israel. Namun apa yang disampaikannya ada yang sebenarnya terjadi
"Dan orang-orang berkata, oh, Anda hanya, Anda tahu, menyebarkan propaganda Iran," tandasnya.
Advertisement
Bukti Kekalahan Israel
Larry menjelaskan beberapa alasan mengapa Israel kalah perang dengan Iran. Menurutnya Iran berhasil membuat ekonomi Israel kalang kabut usai menutup lalu lintas laut hingga mengakibatkan ekspor impor tersumbat.
Selain itu, Iran juga berhasil menghancurkan dua kilang minyak di Haifa dan Ashdod hingga membuat produksi terganggu.
"Israel memiliki dua pelabuhan laut tempat kontainer masuk ke negara itu dan tempat ekspor meninggalkan negara itu. Iran menutupnya."
"Jadi tidak ada lagi lalu lintas laut, lalu lintas maritim masuk dan keluar dari pelabuhan. Iran juga menghancurkan dua kilang minyak atau mengganggu kemampuan mereka untuk memproses dan memproduksi bahan bakar. Kilang minyak di Haifa dan Ashdod, yang juga merupakan tempat pelabuhan itu berada," jelasnya.
Larry juga mengklaim Iran telah menutup satu-satunya bandara internasional di Israel. Akibatnya akses masyarakat terganggu dan hanya mengandalkan pesawat militer meski sejatinya semua lapangan terbang militer Israel juga rusak.
"Iran juga menutup satu-satunya bandara internasional di Israel. Jadi tidak ada yang masuk dan keluar dari negara itu kecuali mereka pergi ke lapangan terbang militer dan keluar dengan pesawat militer. Namun semua lapangan terbang militer di Israel juga terkena serangan," tambahnya.
@tabyintv14 ♬ original sound - tabyintv14
Advertisement
Israel Tutupi Kerugian Negara
Eks CIA itu juga menjabarkan kondisi dalam negeri Israel yang sebenarnya mengalami kerusakan namun disembunyikan pemerintah mereka.
"Kita tidak bisa melihat gambarnya dan belum dapat menilai sifat kerusakannya karena sensor Israel telah memblokirnya," ucapnya.
Meski begitu, ada beberapa bukti yang secara terang-terangan memperlihatkan Iran berhasil menyerang instansi strategis Israel termasuk intelijen dan militer Israel serta laboratorium penelitian nuklir.
"Namun, kami juga tahu bahwa Iran menyerang dan merusak dan dalam beberapa kasus menghancurkan Pentagon, CIA, FBI, dan Badan Keamanan Nasional versi Israel, serta laboratorium penelitian utama mereka, Institut Wiseman yang digunakan untuk penelitian nuklir serta Dimona. Fasilitas nuklir di Dimona terkena serangan dan rusak, tetapi reaktornya tidak ditembus," pungkasnya.