Amalan 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah yang Bisa Dikerjakan, Datangkan Pahala Besar

Deretan amalan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah ini sangat dianjurkan bagi umat Islam.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Amalan 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah yang Bisa Dikerjakan, Datangkan Pahala Besar
Amalan 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah yang Bisa Dikerjakan, Datangkan Pahala Besar (Merdeka.com)

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam. Terutama, sepuluh hari pertamanya memiliki keutamaan yang besar. Pada periode ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh.

Pahala yang dilipatgandakan menjadi motivasi utama untuk meningkatkan kualitas diri di hadapan Allah SWT. Sehingga, kesempatan emas ini rasanya jangan sampai terlewatkan dengan begitu saja.

Dengan sepenuh hati, kita dapat memanfaatkan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini sebaik mungkin untuk meraih ridha Allah SWT dan meningkatkan derajat keimanan kita. Melansir dari berbagai sumber, berikut ulasan lengkapnya mengenai amalan-amalan yang bisa dikerjakan di awal bulan Dzulhijjah.

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada hari-hari yang lebih dicintai Allah SWT untuk beramal saleh selain dari sepuluh hari ini. Hal ini menunjukkan betapa istimewanya periode ini di sisi Allah SWT.

Keutamaan ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW bersabda,

"Tidak ada amal ibadah yang lebih utama selain yang dikerjakan pada sepuluh hari ini (maksudnya sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah)."

Para sahabat bertanya, "Apakah sekalipun jihad di jalan Allah?" Beliau menjawab, "Ya, sekalipun jihad di jalan Allah."

Hadis ini menunjukkan bahwa segala bentuk amal saleh yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh pada periode ini.

Puasa Sunnah Dzulhijjah

Ilustrasi Muslim, puasa, buka puasa
Ilustrasi Muslim, puasa, buka puasa. (Photo by RODNAE Productions from Pexels) @ 2023 merdeka.com

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah puasa sunnah. Umat Islam dapat melaksanakan puasa sunnah selama sembilan hari pertama Dzulhijjah. Terdapat dua puasa sunnah yang sangat dianjurkan, yaitu puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah).

Puasa Arafah memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Bagi umat Islam yang tidak melaksanakan ibadah haji, sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa Arafah.

Niat puasa Dzulhijjah dapat dilafalkan pada malam hari sebelum berpuasa. Berikut adalah lafal niat puasa Dzulhijjah:

Nawaitu shauma syahri dzil hijjati sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah ta'ala."

Ibadah Haji dan Umrah

FOTO: Suasana Ka’bah Jelang Puncak Haji
Umat Muslim berkumpul di sekitar Ka’bah, di kompleks Masjidil Haram di kota suci Makkah, Arab Saudi, (01/06/2025). AFP/ Hazem Bader

Bagi umat Islam yang mampu, menunaikan ibadah haji merupakan amalan utama dan puncak ibadah di bulan Dzulhijjah. Ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan bagi yang mampu secara fisik dan finansial. Ibadah umrah juga sangat dianjurkan bagi yang memiliki kesempatan.

Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang sangat mendalam. Umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci untuk melaksanakan serangkaian ibadah yang telah ditentukan. Ibadah haji mengajarkan tentang kesetaraan, persaudaraan, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Bagi yang belum mampu melaksanakan ibadah haji, tetap dapat meraih keutamaan bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh lainnya. Niat yang tulus untuk melaksanakan ibadah haji juga akan dicatat sebagai pahala di sisi Allah SWT.

Berkurban

Kisah Malaikat Minta Kambing ke Nabi Ibrahim di Hari Raya Idul Adha, Diceritakan Gus Baha
Ilustrasi nabi Ibrahim (SS: YT Yahya Chanel) Ilustrasi nabi Ibrahim (SS: YT Yahya Chanel)

Berkurban dengan menyembelih hewan ternak (sapi, kambing, domba) pada hari Idul Adha (10 Dzulhijjah) merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Ibadah kurban adalah bentuk ketaatan dan pengorbanan kepada Allah SWT, meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS.

Daging hewan kurban dibagikan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa. Hal ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Ibadah kurban juga mengajarkan tentang keikhlasan dan pengorbanan demi meraih ridha Allah SWT.

Bagi yang tidak mampu berkurban, dapat menggantinya dengan bersedekah atau beramal saleh lainnya. Niat yang tulus untuk berkurban juga akan dicatat sebagai pahala di sisi Allah SWT.

Perbanyak Zikir, Takbir, Tahlil, dan Doa

Top 3 Islami: 6 Model Gamis Brokat Navy untuk Wanita Usia 30-an, Tren Pilihan Busana Muslimah Idul Adha 2025
Gamis Brokat Full Navy dengan Sabuk Pinggang/AI © 2025 Liputan6.com

Memperbanyak zikir, takbir, tahlil, dan berdoa merupakan amalan yang sangat dianjurkan sepanjang sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Ini adalah bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT dan memohon ampunan atas segala dosa yang telah dilakukan.

Lafal takbir yang sering diucapkan pada hari raya Idul Adha adalah:

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allahu akbar walillaahil hamd.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah."

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ucapan takbir ini di masjid, rumah, dan di mana saja. Hal ini sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT dan ungkapan syukur atas segala nikmat yang telah diberikan.

Bersedekah dan Beramal Saleh

Memberikan sedekah dan beramal saleh lainnya seperti membantu sesama, membaca Al-Quran, shalat sunnah, dan menjaga silaturahmi juga sangat dianjurkan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Ini adalah bentuk kepedulian sosial dan menebar kebaikan kepada sesama.

Sedekah tidak harus berupa uang. Sedekah dapat berupa tenaga, pikiran, atau bahkan senyuman. Yang terpenting adalah niat yang tulus untuk membantu sesama dan meraih ridha Allah SWT.

Membaca Al-Quran juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Setiap huruf yang dibaca akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Shalat sunnah juga dapat dikerjakan untuk menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Taubat dan Meninggalkan Maksiat

Bacaan Niat Puasa Sunnah 1-9 Dzulhijjah 1446 H, 28 Mei - 5 Juni 2025, Lengkap Keutamaannya
Ilustrasi Membaca Niat Puasa Dzulhijjah Credit: pexels.com/pixabay © 2025 Liputan6.com

Memperbanyak taubat dan meninggalkan maksiat merupakan amalan penting pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Ini adalah kesempatan yang baik untuk merenungkan dosa-dosa yang telah dilakukan dan berjanji untuk tidak mengulanginya.

Taubat adalah proses kembali kepada Allah SWT setelah melakukan dosa. Taubat yang diterima adalah taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan disertai dengan penyesalan serta tekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut.

Meninggalkan maksiat juga merupakan bagian dari taubat. Umat Islam harus berusaha untuk menjauhi segala bentuk perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Dengan bertaubat dan meninggalkan maksiat, umat Islam dapat membersihkan diri dari dosa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rekomendasi