Jumlah Rakaat Shalat Idul Adha, Bacaan Niat, dan Tata Cara Lengkapnya

Shalat Idul Adha memiliki tata cara khusus, termasuk jumlah rakaat yang berbeda dibandingkan shalat lainnya.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Jumlah Rakaat Shalat Idul Adha, Bacaan Niat, dan Tata Cara Lengkapnya
Umat muslim melaksanakan salat Idul Adha di luar Masjid Katedral Moskow, Moskow, Rusia, 9 Juli 2022. Umat muslim seluruh dunia merayakan Idul Adha atau Hari Raya Kurban untuk memperingati kes (© 2025 Liputan6.com)

Shalat Idul Adha adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam. Berbeda dengan shalat wajib, ibadah ini dilaksanakan pada hari raya Idul Adha, yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahun. Shalat Idul Adha memiliki tata cara khusus, termasuk jumlah rakaat yang berbeda dibandingkan shalat lainnya. Banyak orang yang penasaran mengenai berapa jumlah rakaat yang harus dilaksanakan dalam shalat ini.

Umumnya, shalat Idul Adha terdiri dari dua rakaat. Namun, terdapat beberapa perbedaan dalam tata cara pelaksanaannya, seperti jumlah takbir yang diucapkan dalam setiap rakaat dan bacaan niat yang berbeda antara imam dan makmum. Shalat ini juga dapat dilakukan secara berjamaah atau sendirian jika terdapat alasan tertentu, seperti terlambat hadir ke jamaah.

Tata cara pelaksanaan shalat Idul Adha cukup berbeda dibandingkan shalat pada hari biasa. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai jumlah rakaat, bacaan niat, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan saat melaksanakan shalat Idul Adha.

Shalat Idul Adha terdiri dari dua rakaat, mirip dengan shalat Idul Fitri. Pada rakaat pertama, umat Islam melaksanakan tujuh kali takbir sebelum membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya. Sedangkan pada rakaat kedua, mereka melakukan lima kali takbir sebelum melanjutkan dengan Al-Fatihah dan surat lainnya. Takbir ini menjadi elemen penting dalam pelaksanaan shalat, serta merupakan salah satu ciri khas dari shalat Idul Adha.

Dari hadits yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab RA, kita mengetahui bahwa shalat Idul Adha dan Idul Fitri sama-sama memiliki dua rakaat, yang menjadi pedoman dalam pelaksanaannya. "Shalat Jumat dua rakaat, shalat Idul Fitri dan Idul Adha dua rakaat," demikianlah hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasa'i.

Bacaan niat shalat Idul Adha sangat penting untuk diucapkan sebelum melaksanakan shalat. Setiap posisi dalam shalat, baik itu imam, makmum, maupun orang yang shalat sendirian, memiliki bacaan niat yang berbeda. Berikut adalah bacaan niat yang sesuai dengan posisi masing-masing:

Niat untuk imam:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلهِ تَعَالى

Artinya: "Aku berniat shalat Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

Niat untuk makmum:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالى

Artinya: "Aku berniat shalat Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

Niat untuk yang shalat sendirian:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالى

Artinya: "Aku berniat shalat Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

Untuk melaksanakan shalat Idul Adha, terdapat beberapa langkah yang harus diperhatikan. Berikut adalah tata cara pelaksanaan shalat tersebut:

Rakaat Pertama:

  1. Membaca niat
  2. Melakukan takbiratul ihram
  3. Membaca doa iftitah
  4. Melakukan takbir sebanyak tujuh kali dengan mengangkat tangan (setiap kali takbir disunnahkan untuk membaca Subhanallahi walhamdulillahi wa laa ilaaha illallahu wallahu akbar)
  5. Membaca Surah Al-Fatihah
  6. Melanjutkan dengan membaca surah pendek (disunnahkan membaca Surah Al-A'la)
  7. Melakukan rukuk
  8. I'tidal
  9. Melakukan sujud dua kali
  10. Berdiri untuk rakaat kedua

Rakaat Kedua:

  1. Melakukan takbir sebanyak lima kali (di antara setiap takbir disunnahkan membaca Subhanallahi walhamdulillahi wa laa ilaaha illallahu wallahu akbar)
  2. Membaca Surah Al-Fatihah
  3. Melanjutkan dengan surah pendek (disunnahkan membaca Surah Al-Ghasyiyah)
  4. Melakukan rukuk
  5. I'tidal
  6. Melakukan sujud dua kali
  7. Melaksanakan tasyahud akhir
  8. Menutup dengan salam

Setelah melaksanakan shalat Idul Adha, umumnya diikuti dengan pelaksanaan khutbah. Namun, berbeda dengan khutbah pada hari Jumat yang dilaksanakan sebelum shalat, khutbah pada Hari Raya Idul Adha dilakukan setelah shalat. Hal ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said al-Khudzri RA, dijelaskan bahwa "Rasulullah SAW keluar pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, pertama kali yang beliau lakukan adalah shalat, baru kemudian khutbah."

Q: Apakah shalat Idul Adha harus dilaksanakan berjamaah?

A: Meskipun shalat Idul Adha lebih dianjurkan dilaksanakan berjamaah, shalat ini tetap sah jika dilaksanakan secara sendirian (munfarid), terutama jika terlambat datang ke masjid.

Q: Apakah ada waktu tertentu untuk melaksanakan shalat Idul Adha?

A: Shalat Idul Adha dapat dilaksanakan sejak terbitnya matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga sebelum waktu Zuhur.

Q: Apa yang membedakan shalat Idul Adha dengan shalat lainnya?

A: Perbedaan utama terletak pada jumlah takbir, bacaan niat, dan urutan pelaksanaan shalat yang khas dengan takbir tambahan pada setiap rakaat.

Rekomendasi