Pilih Hindari Tindakan 'Balas Dendam' Trump, Joe Biden Fokus Mengampuni Saudaranya sebelum Tinggalkan Gedung Putih

Dalam pernyataan resminya, Biden menegaskan bahwa pengampunan ini tidak dimaksudkan sebagai pengakuan atas kesalahan apa pun.

Rizka Nur Laily Muallifa
Pilih Hindari Tindakan 'Balas Dendam' Trump, Joe Biden Fokus Mengampuni Saudaranya sebelum Tinggalkan Gedung Putih
Presiden AS Joe Biden meyakinkan bahwa timnya akan bekerja sama dengan presiden terpilih Donald Trump dalam masa transisi. (SAUL LOEB/AFP) (© 2025 Liputan6.com)

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengambil langkah signifikan menjelang akhir masa jabatannya dengan memberikan pengampunan preemptif kepada anggota keluarganya. Tindakan ini dianggap sebagai usaha untuk melindungi keluarganya dari kemungkinan serangan hukum yang memiliki motif politik. Keputusan ini memicu berbagai reaksi, terutama dari pihak Partai Republik yang menilai pengampunan tersebut sebagai bentuk perlindungan politik.

Dalam pernyataan resminya, Biden menegaskan bahwa pengampunan ini tidak dimaksudkan sebagai pengakuan atas kesalahan apa pun. Ia menyatakan bahwa keluarganya telah menjadi sasaran serangan politik yang tidak ada habisnya.

"Penerbitan grasi ini tidak boleh disalahartikan sebagai pengakuan bahwa seseorang terlibat dalam kesalahan, dan penerimaan grasi ini juga tidak boleh disalahartikan sebagai pengakuan bersalah atas pelanggaran apa pun. Negara kita berutang budi kepada para pegawai negeri ini atas komitmen mereka yang tak kenal lelah terhadap negara kita," kata Biden dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AP News, Selasa (21/1/2025).

Keputusan Biden ini juga mencakup sejumlah sekutunya yang menjadi target pemerintahan Trump. Tindakan ini menimbulkan perdebatan sengit mengenai pemanfaatan kekuasaan presiden dalam memberikan pengampunan preemptif.

Langkah Mengejutkan Biden sebelum Lengser

Keputusan Presiden Biden untuk memberikan pengampunan kepada anggota keluarganya diambil pada saat-saat terakhir menjelang pelantikan Presiden Donald Trump pada hari Senin, 20 Januari 2025. Pengampunan tersebut mencakup beberapa anggota keluarganya, yaitu James Biden, yang merupakan adiknya; Sara Jones Biden, istri James; Valerie Biden Owens, adik perempuannya; John T. Owens, suami Valerie; dan Francis W. Biden, adik laki-lakinya yang lain.

Dalam pernyataan resmi, Biden menjelaskan bahwa tindakan ini diambil untuk melindungi keluarganya dari ancaman politik yang bersifat partisan. Ia juga menekankan bahwa investigasi yang tidak berdasar dapat memberikan dampak negatif terhadap reputasi individu.

Keputusan ini dinilai sebagai langkah preventif untuk menghindari kemungkinan balas dendam politik dari pemerintahan Trump yang baru. Sebelumnya, Trump telah mengeluarkan peringatan secara terbuka mengenai kemungkinan tindakan terhadap mereka yang berseberangan dengannya.

Kontroversi Pengampunan untuk Keluarga Biden

Pengampunan yang diberikan oleh Biden telah memicu reaksi keras dari pihak Partai Republik. Mereka menganggap tindakan ini sebagai bentuk perlindungan terhadap dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh individu tertentu. James Comer, yang menjabat sebagai Ketua Komite Pengawasan DPR, menyatakan bahwa pengampunan ini merupakan "pengakuan atas korupsi."

Di sisi lain, Paul Fishman, pengacara James Biden, menanggapi tuduhan tersebut dengan tegas. Ia menjelaskan bahwa Jim dan Sara Biden tidak pernah mengajukan permohonan pengampunan karena mereka tidak terlibat dalam kejahatan apapun. Fishman menambahkan bahwa pengampunan ini diberikan semata-mata berdasarkan alasan yang telah diungkapkan oleh presiden.

Dalam surat perintah pengampunan yang dikeluarkan, disebutkan bahwa tindakan ini mencakup semua tindakan non-kriminal yang terjadi sejak tahun 2014.

Pengampunan untuk Sekutu Pemerintahan Biden

Hindari Tindakan 'Balas Dendam' Trump, Joe Biden Pilih Mengampuni Saudaranya sebelum Tinggalkan Gedung Putih
Presiden AS Joe Biden meyakinkan bahwa timnya akan bekerja sama dengan presiden terpilih Donald Trump dalam masa transisi. (SAUL LOEB/AFP) © 2025 Liputan6.com

Selain memberikan pengampunan kepada anggota keluarganya, Biden juga memberikan amnesti kepada beberapa sekutu politik, termasuk Dr. Anthony Fauci dan mantan Jenderal Mark Milley. Pengampunan ini mencakup tuduhan yang mungkin diajukan oleh pemerintahan Trump.

Dr. Fauci, yang sebelumnya menjabat sebagai penasihat medis utama Biden, menyampaikan rasa syukurnya atas keputusan ini. Ia menyatakan bahwa meskipun menghadapi ancaman dan intimidasi, ia tidak pernah melakukan kesalahan.

Sementara itu, Milley, yang pernah menjabat sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Biden, karena tindakan tersebut dianggap sebagai perlindungan bagi dirinya dan keluarganya dari kemungkinan balas dendam politik yang mungkin terjadi.

Reaksi dari Trump dan Sekutunya

Donald Trump mengungkapkan bahwa pengampunan yang diberikan oleh Biden merupakan bentuk perlindungan bagi "penjahat politik." Ia juga menegaskan akan melakukan tindakan yang sama terhadap para pendukungnya yang terlibat dalam kerusuhan di Capitol pada 6 Januari.

Di sisi lain, anggota Komite Pengawasan DPR dari Partai Republik mengumumkan rencana untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait tindakan yang dilakukan oleh keluarga Biden. Situasi ini semakin menambah ketegangan antara kedua pihak, menunjukkan bahwa politisasi dalam pemerintahan masih terus berlanjut dan menjadi isu yang tidak kunjung reda.

Dampak Pengampunan terhadap Demokrasi AS

Keputusan yang diambil oleh Biden telah memicu diskusi baru mengenai pemanfaatan kekuasaan presiden dalam memberikan pengampunan. Banyak pihak yang meragukan apakah langkah ini akan menciptakan preseden yang berisiko bagi pemerintahan di masa depan.

Senator Adam Schiff dari Partai Demokrat menganggap tindakan ini sebagai upaya untuk melindungi prinsip-prinsip demokrasi. Namun, ia juga menekankan pentingnya untuk meninjau kembali penggunaan pengampunan preemptif agar tidak terjadi penyalahgunaan di kemudian hari.

1. Apa tujuan pengampunan yang diberikan Joe Biden kepada keluarganya?

Joe Biden menyatakan bahwa pengampunan ini bertujuan untuk melindungi keluarganya dari serangan politik bermotif partisan yang dapat merusak reputasi dan keamanan finansial mereka.

2. Apakah pengampunan preemptif pernah terjadi sebelumnya di AS?

Benar, pada tahun 1974, Presiden Gerald Ford memberikan pengampunan preemptif kepada Richard Nixon terkait skandal Watergate.

3. Mengapa tindakan ini dianggap kontroversial?

Pengampunan ini dianggap kontroversial karena diberikan kepada individu yang belum didakwa atau diselidiki secara resmi, sehingga memunculkan dugaan bahwa pengampunan tersebut digunakan untuk melindungi kepentingan politik.

4. Apa dampak pengampunan ini terhadap pemerintahan Trump yang baru?

Langkah ini kemungkinan akan meningkatkan ketegangan politik antara Partai Demokrat dan Partai Republik, terutama dalam investigasi lanjutan terhadap keluarga Biden dan sekutunya.

Rekomendasi