Ir. Soekarno, yang merupakan Presiden pertama Republik Indonesia, diakui sebagai sosok yang memiliki kharisma yang luar biasa. Selain dari perjuangan politiknya yang mengesankan, perjalanan cinta Bung Karno juga menarik perhatian dalam catatan sejarah. Dengan sembilan orang istri, kisah cinta beliau mencerminkan sisi lain dari seorang pemimpin besar.
Beberapa di antara istri-istrinya menjadi saksi setia dalam perjuangannya saat masa pengasingan, seperti Inggit Garnasih yang selalu mendampinginya di saat-saat sulit. Selain itu, ada Fatmawati yang menjadi simbol Ibu Negara dan dikenal karena perannya menjahit bendera pusaka Merah Putih. Salah satu istrinya yang lain, Ratna Sari Dewi, kini tinggal di Jepang dan aktif dalam dunia bisnis.
Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi kisah-kisah unik dan beragam dari para istri Soekarno, mulai dari pertemuan pertama hingga kontribusi penting mereka dalam kehidupan sang Proklamator. Mari kita simak lebih dalam mengenai kisah mereka yang telah dirangkum oleh Merdeka.com pada Senin (20/1).
Advertisement
Siti Oetari, Istri Pertama Soekarno
Mengutip dari merdeka.com/Jatim, Siti Oetari adalah anak dari HOS Tjokroaminoto, yang dikenal sebagai guru politik Bung Karno. Mereka menikah pada tahun 1921 ketika Soekarno berusia 20 tahun dan Siti Oetari baru berumur 16 tahun. Pernikahan ini terjadi akibat kondisi keluarga Oetari yang kehilangan sosok seorang ibu.
Meskipun demikian, hubungan mereka lebih mirip seperti saudara ketimbang pasangan suami istri. Bung Karno sendiri mengakui bahwa pernikahan ini merupakan bentuk penghormatan kepada gurunya, Tjokroaminoto. Sayangnya, pernikahan mereka tidak bertahan lama dan berakhir dengan perceraian setelah dua tahun, ketika Soekarno memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Bandung.
Kisah ini menjadi titik awal perjalanan cinta Bung Karno yang dipenuhi dengan berbagai dinamika dan romansa, yang juga dipengaruhi oleh perannya sebagai pelajar dan calon pemimpin bangsa. Diketahui bahwa Soekarno saat itu tidak sepenuhnya mencintai Oetari.
"Aku berutang budi pada Pak Tjokro dan aku mencintai Oetari, walau hanya sedikit. Bagaimana pun, bila aku perlu menikahi Oetari guna meringankan beban orang yang aku puja, itu akan kulakukan," ungkap Soekarno, Soekarno pada Cindy Adam, penulis buku Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.
Advertisement
Inggit Garnasih, Pendamping Setia di Masa Sulit
Inggit Garnasih merupakan istri kedua Soekarno, yang dinikahinya pada tahun 1923 setelah perceraian dengan Siti Oetari. Meskipun lebih tua, Inggit dikenal sebagai sosok yang sabar dan sangat berdedikasi dalam mendampingi Bung Karno.
Selama pernikahan mereka, Inggit berperan sebagai tulang punggung keluarga dengan menjual jamu dan rokok untuk mendukung perjuangan Soekarno. Ia juga setia menemani Soekarno saat diasingkan ke berbagai lokasi, seperti Ende dan Bengkulu. Keberanian serta pengorbanannya menjadikannya dihormati sebagai salah satu tokoh penting dalam kehidupan Bung Karno.
Namun, pernikahan mereka berakhir pada tahun 1943 ketika Soekarno memutuskan untuk menikahi Fatmawati. Inggit, yang tidak ingin berbagi suami, memilih untuk kembali ke Bandung dengan harapan terbaik untuk mantan suaminya.
Advertisement
Fatmawati, Ibu Negara Pertama Indonesia
Fatmawati adalah istri ketiga dari Soekarno, yang dinikahinya pada tahun 1943. Perempuan yang berasal dari Bengkulu ini menjadi salah satu figur penting dalam sejarah Indonesia berkat perannya sebagai Ibu Negara pertama serta sebagai penggagas bendera pusaka Merah Putih.
Dari pernikahan mereka, lahir lima anak, salah satunya adalah Megawati Soekarnoputri yang pernah menjabat sebagai Presiden kelima Indonesia. Fatmawati memiliki peran signifikan dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia, meskipun kehidupan rumah tangganya sering kali menghadapi berbagai tantangan.
Setelah Soekarno memutuskan untuk menikah lagi, Fatmawati memilih untuk berpisah. Meskipun demikian, ia tetap dikenang sebagai sosok yang kuat dan penuh dedikasi, baik untuk bangsa maupun keluarganya.
Advertisement
Ratna Sari Dewi, Sosok Modern di Hidup Bung Karno
Menurut informasi yang diperoleh dari kemdikbud.go.id, Ratna Sari Dewi, yang dikenal dengan nama asli Naoko Nemoto, merupakan istri keenam dari Soekarno. Wanita asal Jepang ini menikah dengan Soekarno pada tahun 1962 ketika usianya baru 19 tahun. Kehadiran Dewi memberikan nuansa modern dalam kehidupan Soekarno dan ia turut mendampingi presiden pertama Indonesia tersebut dalam berbagai acara internasional.
Setelah kepergian Soekarno, Dewi memilih untuk tinggal di Jepang dan berkarier sebagai pengusaha di sektor perhiasan dan kosmetik. Selain itu, ia juga aktif di dunia seni dan sering tampil di program televisi Jepang, menunjukkan semangatnya yang tetap menyala meskipun jauh dari tanah airnya.
Dewi dikenal sebagai sosok yang cerdas dan terampil dalam berdiplomasi. Ia juga merupakan seorang pebisnis yang sukses, menjalankan usaha besar di bidang perhiasan dan kosmetik. Hal ini menjadikannya salah satu istri Soekarno yang paling berpengaruh di kancah internasional.
"Saat ini ia kerap kali muncul di layar TV Jepang, salah satunya menjadi juri dalam berbagai kontes kecantikan," tulis laman Kemdikbud.
Advertisement
Kisah Istri-Istri Lain dan Peran Mereka
Selain istri-istri yang telah disebutkan, Soekarno juga memiliki pasangan lain seperti Hartini, Kartini Manoppo, Haryati, Yurike Sanger, dan Heldy Djafar. Setiap istri memiliki kontribusi yang berbeda dalam perjalanan hidup Bung Karno.
Hartini dikenal sebagai sosok pendukung yang setia di saat-saat sulit, sementara Kartini Manoppo merupakan pramugari yang berhasil menarik perhatian Soekarno. Haryati, Yurike, dan Heldy menjadi simbol cinta di masa tua Soekarno, di mana ia tetap berusaha mencari kehangatan dalam keluarga meskipun situasi politik sedang tidak stabil.
Meskipun setiap kisah cinta memiliki keunikan tersendiri, semua istri ini memainkan peran penting dalam sejarah kehidupan Bung Karno, yang menunjukkan sisi kemanusiaan dari seorang pemimpin yang besar.
Advertisement
Siapa istri pertama Soekarno?
Istri pertama Soekarno adalah Siti Oetari, yang merupakan putri dari HOS Tjokroaminoto.
Advertisement
Berapa kali Soekarno menikah?
Sepanjang hidupnya, Soekarno telah melakukan pernikahan sebanyak sembilan kali.
Advertisement
Apa peran Fatmawati dalam sejarah Indonesia?
Fatmawati merupakan Ibu Negara pertama yang memiliki peran penting dalam menjahit bendera pusaka Merah Putih yang digunakan saat Proklamasi Kemerdekaan.
Advertisement
Di mana Ratna Sari Dewi tinggal sekarang?
Ratna Sari Dewi saat ini menetap di Jepang dan terlibat aktif dalam dunia bisnis. Ia menjalankan berbagai usaha yang menunjukkan semangat kewirausahaan yang tinggi.
Advertisement
Apa alasan Soekarno menikahi banyak wanita?
Soekarno dikenal memiliki daya tarik yang luar biasa, dan pernikahan-pernikahannya sering kali berlandaskan pada kepentingan diplomatik serta hubungan emosional.