Kesolidan dan kekuatan anggota keluarga untuk saling jaga satu sama lain adalah kunci dari langgengnya kehidupan di masa mendatang. Hal itulah yang terlihat dari pengorbanan seorang anak yang rela menjaga ibunya yang sedang sakit.
Sebuah video yang diunggah oleh channel Youtube Jejak bang Ibra memperlihatkan seorang anak berusia 10 tahun yang rela menghabiskan waktu sehari-harinya untuk menjaga sang ibu yang saat ini tidak bisa berjalan.
Selain itu, ia juga terpaksa harus putus sekolah karena mengalami pembulian. Simak ulasannya sebagai berikut.
Advertisement
Bocah 10 Tahun Rawat Ibu yang Tak Bisa Jalan
Bocah bernama Wahid itu tidak seperti bocah pada umumnya. Ketika teman-temannya pergi bermain dengan kawan-kawan, ia justru memilih untuk di rumah dan menjaga sang ibu yang sedang tak bisa menggunakan kakinya untuk berjalan karena sakit.
Ibu Wahid yang saat ini hanya bisa duduk di kasur itu tak bisa jalan sama sekali sejak tiga tahun yang lalu. Ia mengalami masalah pada kakinya sejak tahun 2020. Sebelumnya, ia masih bisa jalan namun membutuhkan alat bantu.
“Itu sakit dari tahun 2020, awal tahun 2020. Kalau sebelumnya masih bisa jalan tapi pakai alat bantu. Tapi dropnya itu sampai tahun 2020,” ucap ibu Wahid.
Advertisement
Putus Sekolah karena Tekanan Mental
Keputusan untuk merawat sang ibu bagi anak berusia 10 tahun adalah pilihan yang sulit. Ia bahkan memutuskan untuk tidak mau sekolah sejak satu tahun yang lalu karena berbagai hal.
Sang ibu mengungkapkan bahwa anaknya tidak mau sekolah karena mengalami beban mental yang berat dan mengalami kecemasan yang berlebihan karena kondisi ibunya yang jauh dari kata ideal.
“Kalau ibu lihat karena anaknya tertutup seperti ada beban mental yang teramat berat. Mungkin karena pernah dibuli, satu lagi karena ada kecemasan yang berlebihan terhadap ibu, karena kondisi ibu sekarang tidak seperti dulu lagi,” lanjutnya.
Advertisement
Dibuli Teman Sekolah
Selain penuturan dari sang ibu, Wahid, si bocah berusia 10 tahun itu pun mengaku sendiri bahwa dirinya sudah tidak ingin sekolah karena sering mengalami pembulian oleh teman-temannya.
Meskipun ia tidak mengatakan alasan lebih detailnya, namun Wahid menyampaikan bahwa alasannya tidak sekolah dibenci oleh teman-teman sekolahnya. Sedangkan sang ayah, pergi merantau namun tak kunjung pulang dan hilang kabar.
“Dibenci teman,” jawab Wahid saat ditanya mengapa dirinya tidak sekolah di Channel youtube Jejak Bang Ibra.