Gunung Penanggungan salah satu gunung yang berada di Jawa Timur. Di gunung tersebut, terdapat beberapa situs sejarah bisa ditemukan yang masih terpelihara sampai sekarang.
Sebuah video dari Balai Pelestarian Kebudayaan WIlayah XI, memperlihatkan proses pendakian sekaligus penelusuran terhadap beberapa situs sejarah yang ada di Gunung Bekel, di Penanggungan.
Apa saja situs sejarah di Gunung Bekel, Penanggungan dan bagaimana penampakannya? Simak ulasannya sebagai berikut.
Advertisement
Candi Kursi dan Gua Buyug
Candi Kursi adalah candi yang ada di lereng Gunung Penanggungan, tepatnya di lereng Gunung Bekel. Candi ini memiliki beberapa cerukan yang ada pada tebing batu. Selanjutnya, pada bagian mulut cerukan tersebut terdapat sebuah tatanan batu.
Candi Kursi ini berada pada ketinggian 970 mdpl. Sekitar 10 meter di sekitar Candi Kursi terdapat sebuah batu monolit dengan sebuah cekungan yang dinamakan oleh masyarakat seperti kursi.
“Kurang lebih 10 meter di sebelah timur Candi Kursi nanti ada sebuah batu monolit dengan cekungan yang oleh masyarakat dinamakan kursi. Nanti di kanan kiri dinding terdapat motif naga,” kata Arkeolog BCPB Jawa Timur, Muhammad Ichwan.
Advertisement
Sedangkan Gua Buyung berada di lereng barat Gunung Bekel dan merupakan ceruk tebing yang memiliki sebuah pintu untuk akses masuk gua. Di sini juga tertulis sebuah angka tahun yaitu 1326 Saka atau 1404 Masehi.
Advertisement
Candi Kendalisada
Candi Kedalisada adalah bukti kekuasaan Majapahit di bawa Raja Hayam Wuruk. Candi ini berada pada ketinggian sekitar 1.137 mdpl. Candi ini terdiri dari dua komponen yaitu candi yang berteras teras dan ceruk pertapaan.
Adapun relief atau hiasan pada candi ini yaitu pada teras 1 dan 2 terdapat relief cerita Panji yang berkisah perjalanan cinta Raden Panji dengan kekasihnya Galuh Candra Kirana.
Pada teras ke-3 terdapat panel-panel tegak yang berhiaskan sulur-suluran. Sedangkan pada teras 4 memiliki sebuah garis geometris. Di puncak terdapat sebuah altar dan terdapat hiasan berupa meander, sulur-suluran, dan geometris.
Sedangkan di bagian lain yaitu ceruk pertapaan terletak di sebuah tebing batu. Di sebelah kiri pintu masuk terdapat sebuah relief cerita Bima Suci yang mana Bima menyeberangi lautan untuk mencari kesejahteraan hidup.
“Candi ini berfungsi sebagai tempat pemujaan dan pertapaan bagi para Rsi, hal ini mengingatkan bahwa pada masa Majapahit, di mana Karsyan merupakan salah satu agama resmi pada masa Majapahit,” lanjut Ichwan.
Advertisement
Advertisement
Candi Surya dan Candi Kendali
Candi Surya berada di puncak Gunung Bekel tepatnya di lereng barat Gunung Penanggungan dan berada di ketinggian 1.235 mdpl. Namun, candi yang dibuat dari bahan batu andesit itu kini sudah tidak bisa lagi dilihat karena mengalami keruntuhan.
Sedangkan Candi Kendali adalah sebuah candi yang berbentuk teras berundak. Candi ini berbahan batu andesit dan pada bagian puncaknya memiliki hiasan semacam akolade (kurung kurawa). Di candi ini juga ditemukan sebuah Arca Bima tanpa kepala.
Advertisement
Candi Kama II
Candi Kama II dibangun dengan bahan batu andesit berbentuk teras berundak. Candi ini pada bagian tengah memiliki hiasan trap tangga. Pada bagian pipi tangga berbentuk tumpal.
Candi Kama II saat ini hanya tersisa bagian teras bawah sedangkan teras atas pada candi ini sudah mengalami keruntuhan.
“Saat ini menyisakan hanya bagian teras bawah, sedangkan teras-teras di atasnya sudah runtuh,” terang Ichwan.